tenth

1K 81 2
                                        

بِسْمِ اللَّهِ الرحمن الرَّحِيمِ

ෆෆෆ

ෆෆ

اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

📿📿📿📿📿

Jangan grasak-grusuk pengen cepat nikah yah jomblo, salah pilih makanan bisa sakit perut tapi salah pilih pasangan bisa trauma seumur hidup.

-Arzan Ravindra Asy-Syairazi-

"Dalam kurun waktu 2 minggu? Ya Allah tolong pertemukan hamba mu ini dengan sesosok yang telah tertulis di lauhul mahfudzmu secepatnya" gumamnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Dalam kurun waktu 2 minggu? Ya Allah tolong pertemukan hamba mu ini dengan sesosok yang telah tertulis di lauhul mahfudzmu secepatnya" gumamnya

pusing. itulah yang sedang Arzan alami. pikirannya stuck. otaknya buntu. helaan nafas keluar berulang kali dari mulutnya. kini ia butuh ketenangan.

masjid adalah tujuannya saat ini. 'Ternyata benar! Hati yang jauh dari Allah, hari-harinya berantakan' kata-kata itulah yang ada di benak Arzan.

suasana masjid kini sepi, mungkin karena masih memasuki jam pelajaran. masjid itu hanya di huni oleh Arzan seorang. Arzan langsung melaksanakan sholat Dhuha dilanjut dengan berdzikir.

saat tengah fokus berdzikir, Arzan mendengar lantunan Al-Qur'an dari balik mimbar. merdu. batinnya. sesekali ia menyimaknya. setelah selesai dengan dzikir & do'anya. Arzan beranjak dari duduknya untuk mengambil Al-Qur'an.

Arzan yang penasaran pun menoleh ke sumber suara itu dan tak sengaja melihat sesosok gadis yang amat membencinya belakangan ini dari celah mimbar.

mata gadis itu terlihat sembap. walaupun gadis itu menunduk, entah mengapa ia bisa merasakannya. "Astaghfirullah" gumamnya. Arzan tau betul apa yang membuat mata gadis itu menjadi sembap.

"Caramu melampiaskan segala kesedihanmu sangat menakjubkan Aira" gumam Arzan tersenyum. entah kenapa ia sangat suka dengan panggilan itu.

Arzan melantunkan ayat-ayat Al-Qur'an dengan seksama. hingga dirasa cukup ia mengakhirinya dengan do'a khotmil Qur'an.

kebetulan atau tidak saat Arzan keluar ia melihat gadis itu diluar juga seraya membelakanginya. dan entah dorongan darimana hingga membuat Arzan mengeluarkan suaranya.

"Jika ingin melihat seberapa besar cinta seseorang kepadamu, maka lihatlah seberapa peduli ia tentang akhiratmu. Sebab, cinta itu ada diantara dua kemungkinan, jika tidak sebatas dunia berarti hingga akhirat (surga)." gadis itu membalikkan badannya cepat. keduanya menundukkan pandangan.

"Maksud kamu apa selalu memberi quotes dengan embel-embel kata cinta?" tanya gadis itu tak bersahabat.

Arzan berdehem. "Saya tau-" gadis itu langsung memotong ucapan Arzan.

"Tau apa? jangan sok tau! Kamu pikir saya sedang putus cinta apa? diberi asupan quotesmu itu!" ucapnya ketus.

Arzan tersentak kaget "Jadi dia tidak putus cinta? Bukankah Alfar..?" Arzan menggelengkan kepalanya pelan. tiba-tiba saja gadis itu menyemprot dengan pertanyaan yang receh "Kenapa geleng-geleng gitu? Lagi nyanyi lagu India?"

Arzan yang mendengar itu menahan tawanya. 'ada-ada saja' pikirnya.

"Dahlah susah ngomong sama radio butut, udah mah sering muncul tiba-tiba. Tiba-tiba ngasih quotes tentang cinta. Ehh giliran diajak bicara malah bisu seribu bahasa" oceh gadis itu kesal membuat Arzan melipat bibirnya ke dalam untuk tidak menertawakan ocehan gadis di hadapannya.

"Bye. Assalamualaikum warahmatullah" pamit gadis itu tak lupa dengan nada ketusnya

Arzan hanya menggelengkan kepalanya. "Wa'alaikumussalam warahmatullah." jawabnya sambil terkekeh.

diperjalanan menuju sekolah Arzan tak henti-hentinya tersenyum membuat orang yang meliriknya heran. lucu. satu kata dari Arzan untuk menggambarkan gadis itu.

saat Arzan tengah menikmati ketidak warasannya ia terlonjak kaget kala seseorang menepuk bahunya kencang. membuat Arzan beristighfar sambil mengelus dadanya.

"Heyyy... are u okay?" tanya sang pelaku. Arzan mendelikkan matanya. "Fine" jawabnya ketus

"Terus kenapa senyam-senyum sendiri? kek orang gak waras" tanyanya tak kalah ketus.

"Busy body" jawab Arzan sekenanya. "Saya sudah pernah memberitahu bukan? jika tidak suka setidaknya jangan menyinggungnya. jika tidak bisa membuatnya bahagia setidaknya tidak menyakitinya." ucap Arzan datar

orang itu mengernyit heran. Arzan menatap orang itu serius "Jika kamu tak menginginkannya-" Arzan menjeda sejenak "buanglah, saya siap menampungnya. Assalamualaikum warahmatullah" pamitnya lantas melenggang pergi.

"Wa'alaikumussalam warahmatullah" jawab orang itu. kata-kata Arzan selalu membuatnya mati kutu. apa yang di maksud dengan -Gus nya sekaligus temannya itu?! batinnya

____________

Amara mencak-mencak tidak jelas diperjalanan. ia masih kesal dengan gus-gus itu. "Dasar si penceramah cinta" gerutunya

"Assalamualaikum warahmatullah" sapa salah satu ustadzah. Ya. dia ustadzah Maryam

"Wa'alaikumussalam warahmatullah, ustadzah?" jawab Amara kikuk

"Limaadzaa?" (Kenapa)? tanya ustadzah Maryam

Amara menghela napasnya. "I'm mend!" (aku kesal) ungkap Amara mengerucutkan bibirnya

"Ilaa man?" tanya ustadzah Maryam bingung

"Can I speak Bahasa? I can't feel angry, cause used English." (Bisakah saya berbicara bahasa Indonesia? Saya tidak bisa merasakan marah, karena menggunakan bahasa inggris) ungkap Amara meminta ijin.

tanpa berpikir panjang ustadzah Maryam mengiyakannya "Tafadholii" (Silahkan) ujarnya

"Apa gus-gus itu selalu nongol tiba-tiba kayak setan?" tanya Amara masih dengan nada kesal

"Gus-gus? Gus mana?" tanya ustadzah Maryam

"Ck. Itu lohhh anaknya pak kiyai" jawab Amara

mata ustadzah Maryam terbelalak kaget. 'Enak saja calon suaminya disamain kayak setan' batinnya

"Amara dengarkan saya, beliau mempunyai nama- Arzan Ravindra Asy-Syairazi. Dan saya peringatkan kamu ya! Jaga omongan kamu terhadap beliau karena yang pertama beliau adalah anak pemilik pondok pesantren ini, kedua beliau adalah penerus pondok pesantren ini-" ustadzah Maryam menjeda seraya tersenyum smirk "dan yang ketiga beliau. calon suami saya" ucapnya penuh penekanan.












assalamualaikum warahmatullah, hello everyone semoga suka yaa sama ceritanya hhi, maaf klo ada kata yang kurang tepat atau typo.

⚠️ jangan baca novel ini ketika waktu beribadah, utamakan membaca Al - Qur'an dan sholawat, take the positive n leave the negative. ⚠️

barakallahu fiikum 💗 💗 💗 💗

AMARARZAN | TERBIT✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang