DILARANG PLAGIAT⚠️
"masih adakah rasa itu untukku Ara?" -Alfar
"ijinkan saya menjadi penyempurna separuh agamamu Aira" -Arzan
"yaa Allah, kenapa begitu sulit pilihan yang Kau beri?" -Amara
23 Agustus 2024
"Wahai anak cucu Adam, pakailah pakaianmu yang indah pada setiap (memasuki) masjid dan makan serta minumlah, tetapi janganlah berlebihan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang berlebihan."
(QS.Al-'Araf;31)
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
part ini sebagian di hapus untuk keamanan penerbitan
___________
"Nak..., Beribadah secara berlebihan dalam Islam dikenal sebagai alghuluw, dapat membawa bahaya. Al-Qur'an dan Al-Hadits memberikan peringatan yang jelas terhadap sikap melampaui batas dalam beragama. Kamu pasti tau itu kan?"
masih tak ada sahutan membuat Ziya membuka mulutnya kembali "Sesungguhnya berlebih-lebihan dalam agama telah membinasakan orang-orang sebelum kalian.” (HR An-Nasa'i, Ibnu Majah, Al-Baihaqi, At-Thabrani.)
Amara seolah-olah tersihir, dan segera mengusap wajahnya seraya beristigfar. mereka bertiga menghembuskan nafasnya lega.
Amara menoleh ke arah adiknya lalu memeluknya erat. "Wa'alaikumussalam warahmatullah, kakak kangennnnn bangettt"
Shanea membalas pelukan Amara tak kalah erat. "Ayah sudah menunggu kita di ndalem, ayo"
seketika Amara melerai pelukannya tanpa aba-aba membuat Shanea terkejut. Amara menggeleng cepat.
"Sayang kamu tidak rindu dengan Ayah mu?" tanya Ziya lembut
"Kak, niatkan karena ingin bertemu Ayah saja yaa" bujuk Shanea
butuh waktu lama untuk membujuk Amara, dan kini mereka telah tiba di ndalem. saat ini posisi mereka berada di atas meja makan, dengan posisi Amara yang saling berhadapan dengan Arzan.
salah satu asatidzah menjamu mereka dengan telaten. Ya. ustadzah Maryam siapa lagi ustadzah kepercayaan pesantren?!
semua orang sedang asik berbincang-bincang tak terkecuali Amara dan Arzan. dan hanya Amara yang melihat ustadzah Maryam menjamu mereka tepat di sebelah Arzan, namun kali ini Amara tak memedulikannya, ia ingin melihat drama apa yang akan ustadzah itu mainkan.
Shanea tak sengaja melihat Arzan menatap Amara lekat, namun yang ditatap hanya acuh saja. 'Betapa bahagianya jika memang orang yang berada di dalam mimpi itu sosok yang ia cintai' batin Shanea
tak lama, benar saja dugaan Amara. ustadzah maryam limbung kehilangan kesadaran membuatnya terjatuh ke pangkuan Arzan.
Arzan tersentak kaget, pasalnya ia tak pernah bersentuhan selain yang bukan mahramnya. dan ia memiliki prinsip wanita manapun yang pertama kali menyentuh Arzan maka ia yang harus menjadi istrinya.
tapi sebentar, bukankah ini bukan kali pertamanya bagi Arzan? ada yang pernah menyentuhnya walaupun sosok itu melakukannya dengan dorongan emosi?
Ziya yang melihat raut tertekan Arzan langsung mengambil alih ustadzah itu yang dibantu oleh Shanea. Amara hanya menonton sambil bersedekap dada dengan raut wajah datar.
sedangkan si pemerann tertawa kencang dalam hatinya 'Aku tau, bahwa siapapun wanita yang pertama kali menyentuhmu, maka ia harus menjadi istrimu. Maafkan aku calon ibu mertua sudah merepotkan mu. Tapi inilah salah satu caraku agar mendapatkan cinta anakmu' batinnya meronta-ronta.
assalamualaikum warahmatullah, hello everyone semoga suka yaa sama ceritanya hhi, maaf klo ada kata yang kurang tepat atau typo.
⚠️ jangan baca novel ini ketika waktu beribadah, utamakan membaca Al - Qur'an dan sholawat, take the positive n leave the negative. ⚠️