thirty second

919 69 2
                                        

بِسْمِ اللَّهِ الرحمن الرَّحِيمِ

ෆෆෆ

ෆෆ

اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

📿📿📿📿📿

Yang akan menemani mu seumur hidup adalah sifatnya,
Yang akan menafkahi mu adalah tanggung jawabnya,
Yang akan memuliakan mu adalah akhlaknya,
Yang akan membawa mu ke surga adalah imannya.

Yang akan menemani mu seumur hidup adalah sifatnya,Yang akan menafkahi mu adalah tanggung jawabnya,Yang akan memuliakan mu adalah akhlaknya,Yang akan membawa mu ke surga adalah imannya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


di kamar tepatnya di asrama khusus asatidz, Alfar tengah gelisah memikirkan syarat dari Ghaidan. ingin sekali dirinya menelpon sang ibu saat itu juga, tapi ini sudah terlalu malam.

Alfar mencoba memejamkan matanya, namun lagi-lagi syarat Ghaidan muncul kembali dalam benaknya.

"Astaghfirullah...." desah Alfar panjang

Alfar bangkit dari ranjangnya menuju kamar mandi khusus asatidz untuk mengambil wudhu. Alfar pun melaksanakan sholat malam guna menenangkan pikirannya.

setelah selesai, Alfar melanjutkannya dengan sedikit dzikir dan do'a, ia terisak dengan segala kegelisahan ini. apakah ini sebuah karma?

"Ya muqolibal qulub, jangan buat hamba-Mu ini larut dengan segala yang belum menjadi takdir hamba. Hamba kini mencintai salah satu hamba-Mu, sesosok yang selalu mengganggu hamba, namun kini-, hamba rasa sosok itu sudah tak menyimpan rasa lagi. Ya Allah, hamba meminta jawaban dari mu, jikalau sosok itu bukan nama yang tertulis dalam lauhul mahfudz-Mu. Tolong kuatkan hamba, Aamiin"

bagaimana pun Alfar hanya bisa pasrah dengan apa yang akan Allah tentukan. tapi jika Amara bukan untuk Alfar maka tidak untuk Arzan juga. ia akan membuat Arzan tidak bisa mendapatkan Amara, walau terdengar sangat egois.

"Aku memang tidak bisa mengubah takdir, tapi saat do'a dipanjatkan Allah rela mengubah takdir itu. Mari bersaing di sepertiga malam, Gus Arzan Ravindra Asy-Syairazi" desisnya

ia cemas-cemas sikap dan sifat papa nya yang temperamental dan mementingkan diri sendiri akan turun kepadanya.

sedangkan ia memiliki prinsip 'buah jatuh tidak jauh dari pohonnya'. walaupun hanya setetes, sebisa mungkin Alfar akan merubahnya, jika sikap dan sifat bejat papanya ada dalam dirinya.

jodoh dan maut adalah rahasia Allah!
____________

dua pasutri baru itu kini telah melaksanakan sholat sunnah zifaf, Arzan yang langsung tenggelam dengan dzikirnya pun lupa akan keberadaan makmumnya.

AMARARZAN | TERBIT✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang