4

612 39 6
                                        

18.30

Seperti biasa waktunya makan malam. Kebetulan menunya adalah sup ayam kacang merah, nasi Putih campur seafood, telur mata sapi, salad, melon dan blueberry cake.

"Wahh, makan enak kita nih"-Beomgyu.

Beomgyu melihat Soobin yang sedang memisahkan cumi-cumi di dalam nasinya.

"Kenapa ga makan cumi?"-Beomgyu.

"Cumi itu baunya amis, aku ga suka"-Soobin.

Setelah memisahkan cumi-cumi, ia juga memisahkan kacang merah dari supnya.

"Kacang merahnya kenapa dikeluarin? Kamu ga suka kacang merah kah?"-Beomgyu.

"Ngga, kacang merah rasanya aneh"-Soobin.

"Kamu pilih² makanan banget. Kacang merah itu mengandung zat besi yang tinggi, jadi kacang merah itu bisa mencegah anemia. Jangan dipisahin! Makan aja itu kacangnys!"-Jooyeon.

"Kau kalau lagi pinter ternyata pinter juga ya"-Donghwa.

"Iya lach"-Jooyeon.

Tiba-tiba Soobin memindahkan kacang merahnya ke mangkuk Jooyeon.

"Anjir, kok di pindahin kemari?"-Jooyeon.

"Dapat mencegah anemia itu"-Soobin.

"Makan tuh zat besi"-Hangyeom.

"Makan cepet makan!"-Donghwa.

"Sini dibantuin"-Hueningkai.

Hueningkai menyuapi Jooyeon sup kacang merahnya.

"Enak ga?"-Hueningkai.

"Enak kok enak"-Jooyeon.

"Nih tambahin"-Donghwa sambil menyuapi kacang merah yang ada di supnya.

"Enak kan?"-Donghwa.

"Enak kok enak"-Jooyeon.

"Mencegah anemia itu, biar anaknya ha stunting"-Taehyun.

"Nambah lagi ga?"-Beomgyu.

"Ngga! Ga enak anjir"-Jooyeon.

"Tadi katanya enak"-Soobin.

"Itu tadi, sekarang udah ngga ya njir"-Jooyeon.

"Lagi nih"-Hangyeom menuangkan semua supnya ke dalam mangkok Jooyeon.

"Anjir"-Jooyeon.

"Zat besi"-Taehyun.

**********

21.00

Soobin merasa ada seseorang yang mencengram lengannya erat-erat. Ia terus membaca puji pujian kepada Tuhan. Ia pikir Ia sedang di Erep erep.

"Soobin. . . "

Suaranya seperti kakek kakek.

Soobin tetap mengabaikannya dan berusaha untuk tidur sambil membaca puji pujian.

"Soobin tolong"

Soobin tetap mengabaikannya.

"Uhuk. . . Uhuk. . . Soobin tolong"

Soobin masih mengabaikannya.

"Soobin tolongin"

Tiba-tiba Ia mendengar suara sesak napasnya. Suara tersebut semakin jelas. Suara tarikan napas yang sesak dan suara batuk khas kakek kakek itu semakin kuat. Cegkraman tangannya juga semakin kuat.

"Aku harus buka mata dan mengusirnya"-batin Soobin.

Soobin membuka matanya. betapa kagetnta Soobin melihat sosok di depannya sehingga Ia berteriak sebentar. Ternyata itu. . .

DORMTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang