Leo membawa Yeonjun ke restoran. Tempat dimana ayahnya Leo ingin bertemu dengan Yeonjun
"Jadi kamu mau dijodohin sama Minji? Dan aku diundang buat jadi saksi pertunangan kamu hari ini?"-Yeonjun
Leo mengangguk.
"Kamu masih kecil Leo"-Yeonjun.
"Aku ga bisa nolak, ayah terlalu gila harta kak. Ayah jodohin aku sama Minji karena ada hubungan kerjasama antara perusahaannya ayah sama ayahnya Minji"-Leo.
"Terus kamu mau??"-Yeonjun.
Leo mengangguk.
"ASUUU!!!"-Yeonjun sambil mengacak acak wajahnya.
"Kenapa kak? Kakak suka sama Minji?"-Leo.
"Bukan gitu, kamu sadar ga? Kamu dimanfaatin sama ayah kamu sendiri"-Yeonjun.
"Aku sadar kok kak"-Leo
"Terus kenapa kamu mau??"-Yeonjun.
"Aku takut kak"-Leo.
Yeonjun ingin berbicara sekali lagi. Namun tiba-tiba ayahnya Leo memanggilnya.
"Leo, sini nak"-Ayahnya Leo.
Leo segera berjalan menuju ayahnya. Disana sudah ada keluarganya Leo dan Minji.
"Sekarang Leo dulu ya yang tunangan, nanti paman bakal cari jodoh juga buat Yeonjun"-Ayahnya Leo.
"Ga usah, aku ga berminat menikahi siapapun"-Yeonjun.
"Kalau ga punya pasangan, gimana kita mau terus kaya? Leo bakal jadi milyarder dengan menikahi Minji"-Ayahnya Leo.
"Jahat! Kalian jahat! Kalian menjadikan Leo investasi, itu jahat"-Yeonjun.
"Itu gunanya anak, harus balas budi sama orang tua, dia harus jaga harta orang tuanya nanti"-Ayahnya Leo.
Yeonjun bangkit dari duduknya sambil menggebrak meja. Semua orang yang ada disana terkejut.
"Aku mau pulang"-Yeonjun.
Yeonjun berjalan menuju pintu keluar. Ia memilih naik ojek untuk sampai ke asrama. Sesampainya di asrama semua orang menjerit kagum kepada Yeonjun saat ia membuka helm.
"OMAYGAATT, DIA NAIK OJEK AJA GANTENG"
"BENERR, NAIK OJEK AJA GANTENG APALAGI NAIKIN AKU"
Yeonjun mengabaikan suara suara itu. Dia sudah terbiasa dengan kata-kata jelek seperti itu. Semua orang yang menyukainya hanya menyukai ketampanan wajahnya dan kekayaannya.
********
Yeonjun membuka pintu kamarnya. Ia sedikit terkejut melihat Soobin dan Donghwa tidur berpelukan satu ranjang satu selimut. Rasanya Yeonjun ingin menggendong Donghwa lalu membuangnya dari atas rooftop.
"Kalo bukan karena gua yang nyuruh, dia udah gua buang dari atas genteng. Bisa bisanya dia meluk meluk Soobin"-Yeonjun.
Yeonjun memilih tidur dan memalingkan tubuhnya dari pandangan Donghwa dan Soobin yang sedang berpelukan.
Dia terbakar api cemburu yang sangat besar karena melihat posisi mereka.
"Besok besok gua ga mau nyuruh Donghwa lagi"-Yeonjun
Ia memejamkan matanya sambil memukul mukul gulingnya sebal.
Pendek dulu
Tunggu kelanjutannya
KAMU SEDANG MEMBACA
DORM
Fiksi PenggemarSoobin tiba-tiba dimasukkan ke dalam asrama karena konflik keluarganya. Soobin sekamar bersama dengan Yeonjun yang terkenal dingin, jutek, dan sombong karena ia tidak mau disentuh ataupun membuka suaranya untuk siapapun kecuali untuk pidato ataupun...
