14

342 14 3
                                        

Seperti biasanya, Soobin hari ini ekskul bola.
*btw ini udah 3 hari kemudian ya*

Jaehyun sudah mulai menampakkan rasa sukanya kepada Soobin. Ia mulai perhatian kepada Soobin.

"Soobin"-Jaehyun duduk di sebelahnya.

"Nih minum"-Jaehyun.

Jaehyun memberikan Soobin sari buah yang dikemas dalam kaleng.

"Makasih kak"-Soobin.

"Bin, kamu cantik banget hari ini"-Jaehyun.

"Makasih kak"-Soobin.

"Yuk mulai latihannya aja"

Teriak salah satu anggota.

"Iya iya bawel"-Jaehyun.

Jaehyun berdiri sambil menarik tangan Soobin.

" Makhluk secantik ini ga boleh hilang"-Jaehyun tersenyum ke arah Soobin.

"APA?!?!"-Soobin melepaskan tangannya dari Jaehyun.

"Eh ga ada apa-apa kok cantik, nanti malam kita beli es krim ya. Kita malam mingguan"-Jaehyun.

"IYA IYA AKU MAU!! ASIIIKK"-Soobin sambil menaiki punggung Jaehyun.

Mereka tidak sadar kalau ada seseorang yang menatap mereka dari tadi.

"Tidak akan aku biarkan Soobin menjadi milik siapapun"-Yeonjun.

*********

Sesuai janji Jaehyun, ia mentraktir Soobin es krim malam ini.

"Gimana? Kamu senang?"-Jaehyun.

Soobin mengangguk.

"Iya aku senang. Udah lama ga jalan-jalan malam begini"-Soobin.

"Kamu kalau mau minta jajan atau jalan-jalan bisa minta sama aku ya"-Jaehyun.

Soobin mengangguk senang.

"Anggap aja aku abang kamu"-Jaehyun.

"Iya kak"-Soobin.

"Anggap aku abang kamu, dan suatu saat nanti kamu bakal jadi pacar aku"-Jaehyun.

"HAH? APAA?!?!"-Soobin.

"Gapapa kok gapapa"-Jaehyun.

" Tadi kakak ngomong jadi pacar?"-Soobin.

"Iya, mau jadi pacar aku?"-Jaehyun.

"Aku butuh waktu buat mikirin itu kak, aku baru kenal kakak beberapa hari"-Soobin.

"Oke soobin, nanti jika sudah waktunya aku butuh kepastian kamu ya"-Jaehyun.

"Iya kak"-Soobin.

"Jangan terlalu dipikirkan hal ini, aku ga mau kita jadi canggung. Kayak biasanya aja ya"-Jaehyun

"Iya kak"-Soobin.

"Tenang Jaehyun, beberapa hari lagi dia bakal terpikat sama kamu"-Batin Jaehyun.

Soobin sebenarnya ingin menolak Jaehyun, tapi hatinya tidak enak jika harus menolaknya disini. Yang ia pikirkan adalah kalau ia menolaknya disini maka ia akan ditinggalkan pulang. Sedangkan ia tidak tau kemana jalan pulang.

*********

00.00

Soobin baru saja sampai di asrama pukul 12 dini hari. Ia masuk ke dalam kamarnya. Sudah ada Yeonjun yang terbangun tanpa sehelai pakaian pun di atas kasurnya.

"AAAA YEONJUN"-Soobin berteriak sambil menutup matanya.

"Kamu abis dari mana saja?"-Yeonjun sambil mengucek matanya.

"A-aku abis pergi dan beli es krim"-Soobin.

"Enak sekali"-Yeonjun

"Enak sekali kamu keluar dengan teman kamu, jalan-jalan dan beli es krim"-Yeonjun

"I-ini aku bawakan eskrim buat kamu"-Soobin.

" Masukin kulkas aja"-Yeonjun

"I-iya"-Soobin.

Soobin memasukkan eskrim yang sudah ia beli ke dalam kulkas.

"Aku ga minta eskrim. Maksudku kamu enak sekali jalan jalan keluar. Sedangkan aku kepanasan di dalam kamar. Kamu tau tidak kalau tadi listrik mati? Tidak kan?"-Yeonjun.

Soobin mengangguk.

"Maaf"-Soobin.

"Gapapa"-Yeonjun berjalan ke arah Soobin dan mengambil eskrimnya.

"Tadi katanya ga minta eskrim"-Soobin.

"Aku kepanasan"-Yeonjun.

"Orang aneh"-Soobin menjauh dari Yeonjun.

Ia menatap Yeonjun yang telanjang sambil makan eskrim.

"Orang yang sangat aneh"-Soobin

DORMTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang