19.00
Soobin membuka matanya. Ia melihat Yeonjun samar samar yang sedang memeras handuk lalu menempelkan ke dahinya. Kemudian tangan Yeonjun masuk ke dalam baju Soobin untuk mengambil termometer yang ada di ketiaknya.
"Seluruh badannya aja panas banget"-Yeonjun.
"Demamnya cukup tinggi"-Yeonjun.
Yeonjun belum menyadari kalau Soobin sudah bangun. Tangannya terus mengelus kepala Soobin. Kemudian ia menyelimuti Soobin lagi.
"Yeonjun"-Soobin.
"Eh Soobin, kamu istirahat aja dulu. Nanti aku bawain makanan dari bawah"-Yeonjun.
"Yeonjun"-Soobin.
"Kenapa?"-Yeonjun.
"Eomma"-Soobin.
"Hah?"-Yeonjun.
"Eomma"-Soobin.
Yeonjun tidak bisa mendengar Soobin dengan jelas. Ia mendekatkan telinganya ke bibir Soobin.
"Eomma"-Soobin.
"Eomma? Kamu mau nelfon eomma?"-Yeonjun.
Soobin mengangguk.
"Biar aku yang telpon ya. Aku kabarin kamu sakit, biar dia bisa jenguk kamu disini"-Yeonjun.
Soobin mengangguk.
Yeonjun mengambil ponsel soobin kemudian ia menelpon ibunya Soobin.
"Halo. . . "-Yeonjun.
"ANAK BANGSAT!! UDAH GUA BILANG GUA GA MAU BERHUBUNGAN SAMA LU LAGI KAN!!!"-Eommanya Soobin.
"Maaf, ini temennya Soobin"-Yeonjun sambil menggigit bibirnya.
"Apa?"-Eommanya Soobin.
"Anu, Soobin sakit tante. Mungkin tante bisa kesini sebentar buat jenguk Soobin"-Yeonjun.
"Ga! Gua sibuk!"-Eommanya Soobin sambil mematikan telponnya.
"Halo?"-Yeonjun.
Yeonjun menatap Soobin dengan rasa kecewa.
"Eomma sedang sibuk. Kamu sama aku dulu aja ya"-Yeonjun.
Soobin mengangguk.
"Aku kebawah dulu ambil makan dan obat. Kamu istirahat dulu disini"-Yeonjun.
Yeonjun pergi ke tempat makan. Sebelum mengambilkan Soobin makanan, ia makan terlebih dahulu di meja kekaisarannya. Setelah itu dia kembali ke area prasmanan dan mengambilkan Soobin makanan. Untungnya saja kantin selalu menyediakan nasi dan bubur, jadi Yeonjun bisa mengambilkan bubur untuk Soobin.
"Bjir lagi program penggemukan badan lu?"-Jooyeon.
"Buat soobin"-Yeonjun sambil pergi dari hadapan Jooyeon.
"Hah? Soobin kenape?"-Jooyeon.
Yeonjun sudah terlanjur jauh dari pandangan Jooyeon.
"Yeehh kunti"-Jooyeon
Yeonjun kembali ke kamarnya dengan membawa semangkuk bubur, chicken popcon, sup, dan melon. Ia menatap Soobin yang tidur dengan perasaan kecewa itu.
"Bin, ayo makan dulu. Nanti kamu bisa tidur lagi"-Yeonjun.
Soobin menatap Yeonjun dan makanannya. Menu kali ini cukup lezat. Apalagi ini adalah ayam kesukaan Soobin.
"Aku tidak nafsu makan"-Soobin.
"Kenapa?"-Yeonjun.
"Mulutku terasa pahit. Semua makanan akan terasa hambar"-Soobin.
"Ayo makan lah. Sedikit aja"-Yeonjun.
KAMU SEDANG MEMBACA
DORM
FanfictionSoobin tiba-tiba dimasukkan ke dalam asrama karena konflik keluarganya. Soobin sekamar bersama dengan Yeonjun yang terkenal dingin, jutek, dan sombong karena ia tidak mau disentuh ataupun membuka suaranya untuk siapapun kecuali untuk pidato ataupun...
