13

376 17 2
                                        

3 hari kemudian Soobin sudah sembuh. Hari ini ia kembali mengikuti ekskulnya.

"Eh Soobin, kamu kemaren kemana aja??"-Jaehyun tiba-tiba duduk di sebelahnya sambil merangkulnya.

"Sakit kak"-Soobin.

"Kenapa ga ngabarin aku? Aku kan khawatir"-Jaehyun.

"Dih pacar gua lu?"-batin Soobin.

"Ga sempet kak"-Soobin.

"Jaga kesehatannya ya, jangan sampe kamu sakit lagi"-Jaehyun.

"Iya kak"-Soobin.

"Yuk ke lapangan"-Jaehyun.

Jaehyun merangkul Soobin dan membawanya ke lapangan. Ia melancarkan niat modusnya mendekati si Soobin itu.

******

"Sekarang impas kan, gua nemenin lu bolos KIR, lu nemenin gua nonton ayang"-Beomgyu.

"Iya impas iya"-Donghwa.

Donghwa dan Beomgyu duduk di bangku dekat lapangan. Kebetulan Beomgyu memesan makanan agar si Donghwa ini ga bosan saat nemenin dia nonton ayangnya.

"Loh Soobin udah sembuh?"-Donghwa.

"Lah iya, tuh bocah maen lagi"-Beomgyu.

"Keren ya dia kalo diliat liat gini. Ganteng"-Donghwa.

"Betul"-Beomgyu.

Soobin melihat Donghwa dan Beomgyu ada di kursi penonton. Si Soobin dah geer duluan karena ia pikir Donghwa kesana karena mau menonton dirinya.

"Ih Donghwa nonton aku"-Soobin.

******

Yeonjun berjalan menuju lapangan bola. Entah apa yang ada dipikirannya meninggalkan ekskul basketnya itu.

Yeonjun menatap Soobin yang sedang melakukan latihannya sambil bersidekap di pagar. Orang-orang bersorak heboh melihat Yeonjun yang tiba-tiba ada disana.

"Loh dia Tumben keluar??"

"OMAYGAATT YEONJUN!!!"

Soobin mendengar nama Yeonjun diteriakkan. Kemudian ia menatap ke arah Yeonjun.

"Kamu ngapain? Bukannya kamu ekskul juga?"-Soobin.

"Ga ngapa ngapain, cuma mau liat kamu main bola aja"-Yeonjun.

"HAH?!?!"

Semua orang yang ada disana terkejut mendengar suara Yeonjun. Ternyata selama ini suara Yeonjun seboyfriendable itu. Suaranya yang lembut ketika berbicara ke Soobin membuat mereka mleyot. Kecuali Donghwa dan Beomgyu yang sedang makan pizza sambil nonton bola.  

"Yeonjun bisa sesoftspoken itu?"-Donghwa.

"Coy, kesurupan dia coy"-Beomgyu sambil menepuk nepuk paha Donghwa.

"Bentar, gua masih speechless"-Donghwa.

"KOK DIA BISA NGOMONG SAMA KAMU SIH?!?!"-Daeul.

Si Daeul ini tiba-tiba datang dari belakang Yeonjun kemudian berteriak ke arah Soobin. Nahh si Daeul ini termasuk fans fanatiknya Yeonjun. Ia sudah berusaha mendekati Yeonjun namun Yeonjun tidak pernah meresponnya.

"LU MELET DIA YA?!?! LU MAEN DUKUN YA?!?!"-Daeul.

"Ga usah fitnah Soobin main dukun gitu dong! Dia itu ga pernah keluar asrama. Gimana ceritanya dia bisa main dukun? Mikir!!"-Yeonjun.

"Terus apa yang lu lakukan sampe Yeonjun bisa ngomong begini?"-Sunoo.

Si Sunoo ini temennya si Daeul, dia juga fans fanatiknya Yeonjun.

Soobin mengedikkan bahunya.

"Kita sekamar"-Yeonjun.

"HAH?!?!"

Semua orang kaget lagi.

"Kita sekamar, wajar dong kalo gua cuma ngobrol sama Soobin. Ya ga sayang?"-Yeonjun.

"HAH?!?!"

Semua orang tambah kaget begitu Yeonjun memanggil Soobin sayang. Soobin juga sama kagetnya.

"Apa apaan dia manggil kamu sayang?"-Jaehyun.

"Ih ga tau aku kak"-Soobin.

Soobin melirik ke arah Donghwa. Ia pergi setelah Yeonjun memanggil Soobin dengan sebutan sayang.

"Yahh Donghwa cemburu deh"-batin Soobin.

******

18.00

Soobin membuka pintu dan membanting pintunya.

"HEH JUNED!!! MAKSUD LU APA APAAN TADI MANGGIL SAYANG SAYANG?!?!"-Soobin.

"Sengaja, biar semua orang tau kalau kamu itu punya aku"-Yeonjun.

"NAJIS!! GUA SERIUS"-Soobin menghampiri Yeonjun kemudian mencengkram kerah bajunya hingga Yeonjun bangkit dari rebahannya.

"Serius, kamu itu punya aku"-Yeonjun.

Yeonjun membalikkan tubuh Soobin sehingga tubuh Soobin lah yang ada di bawah kukungan Yeonjun.

"Yeonjun, gua minta maaf. Gua ga ada niatan mau marahin lu atau bentak lu kayak tadi atau mukul lu. Gua ga ada niatan itu kok. Gua cuma ngerasa dengan lu kayak gitu bisa bikin orang yang gua suka cemburu"-Soobin.

"Gua dah deket sama dia. Gua ga mau dia menjauh"-Soobin.

Yeonjun berusaha mengabaikan itu. Yeonjun pikir Soobin hanya merasa risih dengan itu. Ia ga percaya kalau Soobin punya gebetan.

Yeonjun mencium bibir Soobin dan melumatnya. Kemudian ia juga meremas dada Soobin sehingga membuatnya melengguh.

"Kamu punya aku"-Yeonjun.

Soobin hanya mendengarkannya samar samar.

Yeonjun kembali mencium bibir Soobin. Ia kemudian mencium leher Soobin yang masih berkeringat itu.

"Kamu manis sekali"-Yeonjun.

"Stress ni orang"-batin Soobin.

Tangan Yeonjun masuk ke dalam jersey milik Soobin. Kemudian ia memainkan putingnya.

"Ahh Yeonjun"-Soobin.

"Katakan sekali lagi"-Yeonjun.

Soobin menggeleng.

"Okey"-Yeonjun.

"Kamu harus mengatakannya sekali lagi"-Yeonjun sambil menurunkan celana Soobin.

Tanpa aba-aba, Yeonjun memasukkan juniornya kedalam holenya Soobin sehingga membuatnya menjerit.

"Ayo katakan lagi. Panggil namaku"-Yeonjun.

"Ahh Yeonjun"-Soobin.

Soobin melengguh dan mendesah setiap kali Yeonjun menghentakkannya.

"Stop yeonjun stop"-Soobin meremat bahu Yeonjun.

Yeonjun tidak mendengarkannya. Yeonjun terus menghentakkan pinggangnya hingga kemudian ia mengeluarkan benihnya.

"Kamu punyaku kan?"-Yeonjun sambil mengeluarkan juniornya.

Soobin mengangguk.

"Iyain aja biar cepet"-Batin Soobin.

"Kamu cape ya"-Yeonjun merebahkan tubuhnya di sebelah Soobin kemudian memeluknya.

"Iya lah kocak, pake nanya lagi"-Soobin.

"Maap hehe"-Yeonjun.

"Aku mau mandi"-Soobin bangkit dari tempat tidur Yeonjun.

Ia berjalan ke kamar mandi sambil menahan rasa sakit di lubangnya itu.

"Aduh kampret sakit banget"-Soobin.

DORMTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang