"Kak Off, kenapa mencium jalang itu?!" Teriak Louis sambil menarik pria cantik yang ada dipangkuan Off.
Jelas dua orang yang sedang memadu kasih itu terkejut. Off reflek menarik kasar Louis, mendorongnya hingga Gun langsung lari untuk menangkap tubuh Louis.
Beruntung Gun cepat, sehingga Louis tidak jadi menyetuh lantai dingin. Sementar Off yang sadar akan tindakannya merasa bersalah menyelusup ke dalam hatinya.
Off memandang keduanya lama, terutama pada mata Gun yang terlihat sangat terluka. Ada kecewa yang Gun sampaikan, dan itu terasa menusuk
"Sialan, siapa yang mengizinkan jalang ini berkeliaran!" Louis menyalak marah, menyadarkan Off pada lamunannya.
"Louis, siapa yang mengajarimu berkata kasar?!" Off merasa marah mendengar Louis yang sendari datang kalimat yang keluar tidak Off sukai. Louis Off didik menjadi polos, dan kata-kata itu sangat kasar.
"Siapa yang mengajarimu berkata kasar begitu? Kakak sudah banyak mengontrolmu selama ini, kenapa kata-kata itu yang keluar dari mulutmu, huh?" Off mendekat, hendak menarik Louis untuk diberi pelajaran, tapi Gun langsung melindunginya.
Gun menatap Off tajam, menentangnya untuk pertama kali. "Hentikan itu Off, kamu menakuti adikmu."
Off bukannya sadar dengan kesalahannya, tapi malah semakin marah. Dia menarik Louis mendekat lalu mencengkram tangannya kuat.
"Kamu siapa hingga ikut campur urusanku?!" Off mengarahkan pandangannya kepada Gun, mengintimidasinya dengan emosi menguar.
Gun hanya diam, dia memandang Off dalam sebelum pada akhirnya mengalah. Pertanyaan Off benar, siapa dirinya?
Karena kelu dengan ucapan Off, setelahnya Gun tidak bersuara lagi, hingga Louis yang tadinya ketakutan kembali melawan.
"Kakak jahat, Louis tidak suka kak Off. Gara-gara jalang itu, Kakak berubah!" teriak Louis, berusaha melepaskan cengkraman Off yang sangat kuat.
Namun, saat Off ingin mengejar Louis yang menarik Gun pergi, Off malah ditarik oleh pria yang tadi dia cumbu.
"Ke mana kamu pergi Off, ayo selesaikan yang tadi," ajaknya dengan tatapan genit.
Jelas Off yang merasa ada yang salah, harusnya dia tidak memcium Lego. Dia adalah anak penguasa di tempat yang dulu Off bilang bermasalah, hari ini Off menjemputnya sebagai jaminan kalau ayahnya benar-benar melakukan tugas yang benar.
Berbeda dengan tahanan Off yang lain, Lego diperlakukan spesial. Dia anak penguasa di kota A, jika terluka sedikit saja dirinya akan kena masalah. Namun, yang terjadi tadi di luar kendalinya.
Awal mula mereka hanya ingin mencicipi minuman alkohol yang Lego bawa, katanya dia membawanya dari korea, dan ingin mencicipi bersama-sama.
Off melepaskan tangan Lego perlahan, dia tersenyum kecil.
"Maafkan adikku, aku akan mengejarnya dulu," bujuk Off dengan halus.
Off buru-buru meninggalkan rumah untuk mencari Louis, hatinya merasa cemas jika Louis ada di luar tanpa izinnya.
***
"Ayo pulang!" ajak Off, menangkap sang adik yang sedang makan es krim di depan minimarket.
Kepala Off sudah mendidih rasanya, melihat sang adik membangkang, dan untuk pertama kalinya Off merasa kesal kepada Gun.
"Aku tidak suka pada orang yang menghasut adikku berbuat buruk, jadi aku peringatkan kepadamu untuk jangan asuh Louis lagi!"
"Ini bukan salah Kak Gun!" bantah Louis, tapi Off malah semakin marah.
Off membuang es krim yang masih dipegang oleh Louis, menatap Louis dengan pandangan yang menusuk. Off tidak suka adiknya membantah. Louis harus selalu mengikuti kata-katanya.
"Siapa yang mengizinkamu makan sesuatu tanpa meminta persetujuan dulu?" Off meninggikan suaranya, ia membuat Louis seketika ketakutan.
Sialnya Gun yang melihat itu hanya bisa diam, dirinya tidak bisa apa-apa, mengingat Off pernah mengatakan hal yang menyakitkan.
Louis juga tidak melawan lagi, dia tertunduk karena takut melihat kemarahan sang kakak. Bahkan, Off yang sudah tahu adiknya takut masih menyeretnya menuju mobil Off yang parkir tidak jauh dari sana.
"Kembali ke rumah, kamu ingin membuat adikku melakukan hal buruk lagi!" bentak Off, menyadari kalau Gun tidak mengikutinya.
***
Pagi yang cukup cerah Off membuka matanya. Dia sedang ada di kamarnya, ada Gun juga di sampingnya. Sesaat setelah amarahnya begitu berkobar, ia malah mengunci Louis di kamarnya, berakhir juga menyeret Gun masuk ke dalam kamar miliknya.
Entah kenapa hatinya begitu marah, mengetahui fakta bahwa Gun masih sangat mencitai Tay. Off tidak sengaja melihat tatapan mata Gun yang tidak berubah sedikitpun setelah menemukannya berciuman dengan pria lain.
Awalnya Off memang melihat sebuah kekecewaan, tapi setelah mengintip beberapa jam Gun dan Louis di minirmarket, hanya Louis yang sedih, sementara Gun terlihat tidak peduli.
Off marah, apalagi setelah mengetahui adiknya jatuh kepada Gun. Ciumannya dengan Lego memanglah murni kecelakaan, tapi ada harapan lain setelah Gun melihatnya.
"Apa kamu tidak mencitaiku juga?" tanya Off setengah berbisik, dia membelai wajah Gun yang terasa lembut.
Hati Off semakin bergetar, dia membawa Gun ke dalam dekapannya. Tanpa tahu jika Gun sudah bangun waktu itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mr. Mafia's favorite (offgun)
Fanfiction(Selesai) Gun kecewa saat tahu Tay meninggalkannya untuk menikah dengan seorang wanita, sialnya Gun juga dijadikan jaminan saat Tay meminjam hutang demi menikah mewah dengan sang gadis. Tidak ada yang membebaskan Gun dari Off, dia menjadi pria renda...
