Off merasa sangat khawatir, dia berlarian sepanjang lorong rumah sakit hingga langkahnya berhenti depan riang ICU. Dua pengawal pribadi Louis tampak menunduk penuh ketakutan saat melihat tuannya telah tiba.
Kesalahan mereka kali ini tidak akan pernah dimaafkan. Sorot mata Off begitu menyeramkan, siap melepaskan tembakan ke kepala mereka kapan saja.
Off dengan marah memukul salah satu pengawal, bukan hanya sekali, tapi berkali-kali.
"Kenapa kalian begitu lalai?" tanya Off, menahan diri untuk tidak berteriak, karena ini adalah rumah sakit, takutnya nanti dirinya malah diusir.
"Maafkan kami, Tuan. Tuan muda Louis keracunan di rumah," jawab pengawal satunya yang belum Off pukuli.
Mendengar bahwa rumahnya lagi, lagi, tidak aman. Off berpikir keras, dia terdiam dengan tangan mengepal erat.
"Bukankah tidak ada yang bisa masuk ke dalam rumah selama ini, apalagi sampai menyetuh makanan Louis. Semua pelayan di rumah telah bekerja lama, tidak akan ada yang berani menggerakan jarinya untuk melakukan kesalahan sekecil apapun, apalagi sampai menaburkan racun." Off mengeram marah, dia mengusak ranbutnya sendiri frustasi.
Dua pengawal yang awalnya ragu untuk menyampaikan akhirnya saling pandang cukup lama. Tapi kalau menyembunyikan, mereka juga yang akan kena.
"Masakan ini, dibuat oleh Gun." Dengan takut salah satu akhirnya tidak tahan.
Sementara Off di tempanya hanya mematung. Ia semakin frustasi, memukul kedua pengawal yang padahal sudah jujur itu.
Off hanya berpikir 'bagaimana bisa?'. Off sangat percaya kepada Gun tapi kenapa pria itu melakannya. Kalau memang bukan Gun, Off tidak akan pernah bisa memikirkan orang lain lagi. Benar hanya Gun yang paling memungkinkan.
Off berhenti menendang dua pengawal yang telah berbaring di lantai, setelah dia melihat seorang dokter ke luar. Mungkin dokter itulah yang menangani Louis di ICU. Raut wajahnya ketara kalau sangat lelah dengan perasaan campur aduk.
"Keluarga Louis?" tanya sang dokter prihatin memandang dua pengawal yang babak belur, tapi tidak bisa melakukan apa-apa. Dokter itu tahu siapa Off.
Sementara Off sudah siap melayangkan ancaman jika dokter itu mengatakan hal buruk tentang keadaan Louis, apalagi kalau sampai dia gagal menyelamatkan Louis.
"Saudara Louis mengalami keracunan yang sangat parah, kami hanya bisa melakukan beberapa tindakan dan untuk perkembangannya, kami masih membutuhkan banyak penanganan. Kemungkina besar pasien akan sadar itu memerlukan waktu yang lama. Selain itu kami akan melakukan pekerjaan semaksimal mungkin."
Off menghela napas kasar, dia mengangguk dan membiarkan dokter pergi melakukan tugasnya. Ia hanya memandang sendu ruangan tempat Louis dirawat.
Dua kali dirinya gagal melindungi sang adik, dua kali juga rumahnya menjadi tempat yang menyebabkan Louis hampir kehilangan nyawa. Di sini Off benar-benar merasa gagal dan kecewa.
***
Sesampainya di rumah Off langsung disambut oleh Lego. Wajahnya terlihat penuh air mata di wajahnya, dengan beberapa pelayan yang juga menunduk dalam.
"Off, apa yang terjadi dengan Louis? Aku lihat Louis sampai muntah darah," adu Lego dengan tangisan kesedihannya.
Off hanya memasang wajah keras, memandang para pelayan yang sudah Off suruh kumpulkan beberapa menit lalu.
"Siapa yang mau bersaksi, silahkan. Tapi jika kalian berani berbohong, nyawa kalian tidak akan aman." Off menegaskan dengan kalimat panjang.
Kalau pengawal Louis mengatakan pelakunya mungkin Gun, Off ingin tahu yang lain. Apakah hanya dua orang yang bersaksi sama.
Sampai seorang pelayan yang bertugas di dapur mengajukan diri. Dia dengan menunduk takut mulai bercerita.
"Pada saat kami memasak di dapur Gun masuk dengan membawa makanan yang sudah dipesan online. Dia menaruhnya di makok lalu menaburkan sebuah serbuk. Saat saya tanya itu apa, Gun mengatakan kalau itu adalah bagian dari bumbunya. Kami tahu betul Gun sangat Tuan Off percayai, jadi kami juga tidak berani membantah sebelum terkena masalah."
Off hampir tidak percaya, semua mengarah kepada Gun dan hatinya gelisah sekarang.
"Lalu siapa kurir yang memasuki rumah untuk mengatarkan makanan?" Off mencoba mencari tahu siapa yang Gun ajak kerja sama.
"Diantar oleh seorang satpam. Karena semua pekerja tahu tidak ada yang boleh masuk tanpa seizin Tuan Off," jawab pelayan lain yang kebetulan melihat saptam menenteng makanan untuk dibawa masuk ke dalam.
Wajah Off semakin mengeras, ia mengepalkan tangannya kuat. Kenapa situasinya harus semakin memojokkan Gun? Hatinya benar-benar marah sekarang. Inikah tujuan Gun menolak cintanya? Gun ingin membunuh Louis sebagai objek balas dendam.
Sekarang Off mengerti arti kalimat penolakan Gun waktu itu, Off benar-benar bodoh harus memberi Gun banyak kebahagiaan, harusnya dari dulu Off mengirimnya ke bar gay sekalian.
"Tuan, aku ingin menjadi saksi juga." Seorang pelayan lain angkat tangan, membuat Off yang sudah panas terbakar kecewa mendadak harus merasakan hal yang mengejutkan lagi.
Off hanya mengangguk, memberi kode kepada pelayan itu untuk menjelaskan.
"Gun mungkin saja bekerja sama dengan salah satu pengawal tuan muda Louis. Beberapa kali saya melihat Gun berduaan dengan seorang pengawal di tempat yang gelap. Mereka seperti sedang merencanakan sesuatu. Selain itu saya juga pernah memergoki mereka yang terang-terangan melakukan hubungan terlarang."
Off mengerutkan keningnya dalam. Pengawal pribadi Louis yang paling inti hanya empat orang, dan dua diantaranya ada di rumah sakit. Kalau mereka, kenapa juga menunjuk Gun sebagai pelaku?
"Apa kamu pernah melihat wajahnya?"
Pelayan itu menggeleng. "Mereka selalu berada di tempat gelap."
Off mengusap kepalanya kasar, wajahnya sudah merah, dia benar-benar kecewa. Gun ternyata selingkuh, fakta apa lagi ini?
Dengan wajah kecewa Off memandang pengawal yang ada di sisinya. "Kalian bawa Gun ke ruang penyiksaan, aku ingin orang-orang bawah tanah melihatnya dan tidak berani berbuat macam-macam!"
Off tidak boleh lunak, hatinya sudah terlanjur terluka. Gun berani-beraninya memanfaatkan kebaikannya selama ini.
Perlahan Off mengarahkan pandangannya kepada barisan pelayan yang Off tahu tidak suka Gun, dia menatap dengan sang dingin.
"Saya tahu kalian benci Gun, silahkan kalian lakukan apapun kepada jalang itu. Termasuk kamu Lego," ucap Off yang setelahnya langsung pergi dengan perasaan sakit dan kecewa menjadi satu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mr. Mafia's favorite (offgun)
Fanfiction(Selesai) Gun kecewa saat tahu Tay meninggalkannya untuk menikah dengan seorang wanita, sialnya Gun juga dijadikan jaminan saat Tay meminjam hutang demi menikah mewah dengan sang gadis. Tidak ada yang membebaskan Gun dari Off, dia menjadi pria renda...
