14. Kebencian

381 25 5
                                        

Beruntung Louis sakit hanya beberapa hari, anak itu kembali aktif dengan segala kepolosannya. Gun tidak pernah dibiarkan lepas, seperti seorang anak koala yang selalu menempel. Sementara Neo yang menjenguk malah Louis lari sembunyi karena jantungnya berdebar kencang serta pipinya yang panas. Beberapa kali Gun menjelaskan kalau itu namanya jantuh cinta, tapi tetap saja Louis yang polos masih belum percaya.

Mereka berdua kali ini sama-sama pergi ke dapur, memotong buah kesukaan Louis yaitu mangga. Louis terlihat antusias, membawa garpu buah di kedua tangannya, menunggu Gun tidak sabaran.

Jujur dengan adanya Louis, Gun merasa sangat hangat. Mengingatkannya pada anak-anak panti dulu yang memanggilnya kakak dengan wajah polos khas anak-anak.

Louis itu tidak ada bedanya dengan anak usia enam tahun. Tingkat kepolosannya rata-rata sama.

Sementara Lego yang selalu setia ditemani dua pelayan memandang mereka dari jauh sambil bersidekap dada. Wajah cantiknya yang terlihat menyaingi perempuan memandang tajam Louis dan Gun.

Perlakuan pelayan di sana begitu tunduk kepadanya. Mereka selalu mengira kalau Lego lah yang akan mendapatkan posisi nyonya di rumah ini, sebab latar belakang Lego jelas lebih bagus dari pada Guh.

Mereka juga tidak suka kalau kalangan jalang yang ada di lantai bawah merambat naik menjadi nyonya, kasta mereka tetaplah lebih rendah dari para pelayan.

"Apa Louis begitu lengkep setiap harinya dengan jalang bawah tanah itu?" Lego bertanya dengan tatapan jijik.

Salah satu pelayanpun menjawab. "Entah bagaimana ceritanya seorang jalang pavorit tuan Off berubah menjadi pengasuh. Tapi yang jelas Off benar-benar menyatukan mereka, sementara Louis sekarang sangat lengket juga dengan Gun."

Mengingat Louis masih marah dengan kelakukan kakaknya, anak itu sekarang kemana-mana tidak mau didekati Off, ia akan menempel pada Gun, bahkan tidak peduli lagi saat Off membujuk menggunakan kartu ATM.

Lego yang mendengar itu mendegus sebal, ia melipat tangannya di depan dada. "Sialan, aku akan singkirkan secepatnya. Kalian pasti tidak ingin orang sepertinya menjadi nyonya, kan?"

Kedua pelayan itu kompak mengangguk.

"Maka bantu aku seterusnya."

Lego nekat berjalan mendekati Gun dan Louis, keduanya sama sekali tidak sadar sampai suara deheman Lego menyadarkan Louis.

Sayangnya anak itu malah mengatarkan aura permusuhan, ia hanya mengambil piring yang berisi buah mangganya lalu pergi, tapi Lego menahan tangan anak itu.

"Bersikap sopanlah pada calon kakak iparmu," ucap Lego kesal, meremas tangan Louis tanpa sadar.

Gun yang panik berusaha melepaskan Louis, tapi dua pelayan malah mendorongnya hingga Gun terdorong dan pinggangnya membentur pinggiran dapur.

Lego tersenyum jahat, dia menarik Louis agar semakin mendekat.

"Panggil aku, Kak Lego," perintahkan Lego kepada Louis.

Louis mengeram marah, dia terus membrontak dan ingin lepas. "Panggil Aku kak Lego!" ulangi Lego lagi penuh penekanan.

Louis rasanya sangat marah, dia melempar pontongan mangga yang ada di piringnya ke wajah Lego tanpa sopan santun.

"Jalang," ucap Louis begitu enteng.

"Sialan kau anak haram!" geram Lego tanpa sadar melayangkan tamparan ke wajah Louis.

Semua orang yang ada di ruangan itu syok, termasuk Off yang memasuki dapur karena mendengar suara ribut-ribut.

Off yang melihat bekas tangan Lego tercetak di pipi putih Louis langsung murka. Ia saja tidak pernah berani menyakiti sejengkal tubuh Louis, tapi orang asing ini?

Wajah Off yang sudah memerah karena marah mendekati Lego, Off membalas perbuatan Lego dengan memukulnya beberapa kali.

"Siapa yang memberimu izin menyetuh Louis!" Off berteriak lantang, Lego yang merasakan sakit di wajahnya hanya menunduk hampir roboh kalau tidak ditahan oleh dua pelayan.

Off memandang Louis lagi, membawanya ke dalam pelukan dengan posesif.

"Aku tidak pernah takut dengan siapa identitasmu, tapi jika adikku disakiti seujung kuku saja, kamu akan merasakan seratus kali lipat." Off tidak pernah main-main dengan ancamannya langsung membuat semua orang takut.

Pengawal langsung Off perintahkan mengurung Lego di kamarnya, dia tidak akan pernah bisa keluar dari sana dan berkeliaran bebas. Sementara Louis juga disuruh kembali ke kamar, hanya menyisakan Off dan Gun.

Kedua sempat saling pandang, tapi mata Off dengan cepat beralih pandang.

"Layani aku, hari ini juga," perintahkan Off pada Gun.

Ini adalah hari ketujuh perasaannya ditolak, Off masih patah hati. Setiap kali mengingat wajah Gun, Off akan pergi dari rumah, lalu menuju rumah New.

Bukan tanpa urusan, Off di sana akan menghajar Tay hingga tidak berdaya. Selalu mengumpat mengatakan 'kenapa hanya Tay, kenapa harus Tay, dan kenapa pria sepertimu yang membuat cinta Gun habis'.

Selama periode itu Tay selalu menjadi tempat samsak, lalu ia akan kembali ke rumah, membuat Gun tidak pernah berdaya di bawah kendalinya.

Off tidak pernah lembut lagi, ia suka mendengar melodi menyakitkan Gun saat dimasuki. Wajah lelah Gun seolah sudah pasrah kalau seluruh tubuhnya adalah milik Off.

Setiap malam, siang, sore, ataupun pagi Gun akan melayani Off selama satu minggu ini. Kalau biasa Off suka curhat dengan Gun, sekarang Off lebih suka membuat Gun menjadi jalang sungguhan.

Anehnya lagi Gun tidak pernah protes, dia selalu sanggup melayani Off, dan setelahnya menjaga Louis. Seolah semuanya selalu baik-baik saja, dan selama ini yang hancur karena perasaannya hanyalah Off saja.


.
.
.
.
.

Mr. Mafia's favorite (offgun)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang