Vegas dan Pete dibuat tak mampu mengeluarkan sepatah katapun ketika mendapati putra bungsu mereka pulang membawa seseorang yang sangat mereka sayangi dalam keadaan yang sedikit mengkhawatirkan.
" Kau tak apa sayang?" Pete membolak balik badan Phugun dan memastikan banyak bercak di bagian leher pemuda manis tersebut
" Eumm.." gumam Phugun menggigit bibir bawahnya, ragu harus memberikan jawaban seperti apa pada Pete
" Dia tak apa Pa." Jawab Title mewakili Phugun
" Tapi kenapa wajahmu terlihat pucat, kau juga sedikit demam sepertinya." Pete meletakkan punggung tangannya di kening Phugun dan terasa hangat tubuh pemuda manis tersebut
" Dia hanya kelelahan pa,"
" Wajahmu sekarang memerah Phu, apa demamnya menjadi parah?"
Phugun tak bisa mencegah wajahnya yang memerah karena matanya tadi tak sengaja bertatapan dengan Title, dan pria itu dengan santainya melayangkan kedipan nakal kepadanya. Pria itu memang sudah tak waras.
Dasar penggoda!!
Title menahan tawa yang rasanya ingin keluar karena melihat wajah Phugun kembali menampilkan ekspresi menggemaskan saat dia menggoda pemuda tersebut.
Salahkah ia kalau Title ingin sekali lagi menerkam Phugun disini sekarang?
Namun suasana yang penuh dengan perasaan hangat itu tak berlangsung lama.
" Ada apa ini?" Tanya seseorang yang baru saja masuk ke dalam rumah dan mendapati keluarganya tengah melingkari pemuda yang dia nantikan kehadirannya untuk mengembalikan tatanan hidupnya
Hanya saja sesuatu yang terukir jelas di leher pemuda tersebut membuatnya geram. Sebagai seseorang yang pernah menjamah dunia bebas, dirinya tentu tahu kalau bercak yang kini hampir menutupi leher Phugun bukanlah karena ulah serangga.
Egonya mulai menguasai dan dengan cepat langkah kaki membawanya tepat ke hadapan pemuda yang seharusnya sudah berada dalam genggamannya lagi.
" Katakan! Siapa pria itu?!" Bentak Cirrus memegang kedua bahu Phugun sedikit kencang dan mengguncangnya
" Lepaskan tanganmu dari milikku, Phi!" Title tak mau kalah, dirinya gelap mata ketika melihat perlakuan sang kakak kepada Phugun
Pemuda manis itu kini miliknya dan tak akan dia ijinkan seorangpun menyakiti miliknya. Meskipun itu adalah keluarganya sendiri.
Tak hanya Cirrus yang terkejut dengan ucapan lantang Title, Vegas dan Pete juga ikut tercengang. Keduanya bahkan tak tahu harus menanggapi hal yang baru saja terjadi ini seperti apa, semua begitu cepat. Dan tak ada yang tahu kalau hubungan Phugun juga Title bisa sampai ke tahap dimana seharusnya, disamping pemuda manis itu adalah Cirrus bukan Title.
" Kau!! Beraninya kau merebut sesuatu yang seharusnya menjadi milik saudaramu.." Cirrus melayangkan satu pukulan dan Title terlihat tak menghindar dari bogem mentah sang kakak
" Hentikan Phi!" Cegah Phugun ketika Cirrus akan kembali memberikan pukulannya pada Title
Phugun menatap tajam wajah pria yang dulu ada di hatinya dan hampir memenuhi seluruh memori ingatannya. Namun kini entah bagaimana semua itu sudah terhapus perlahan dan memudar.
Atau memang sejak awal semua memori yang dia punya bersama Cirrus adalah suatu kesalahan.
" Aku yang memilihnya, pukul aku kalau memang kau merasa ini tak adil untukmu!" Tantang Phugun tak gentar

KAMU SEDANG MEMBACA
Help Me to Hate You..
Fanfiction" Aku akhiri pertunangan yang sempat terucap antara dirimu juga diriku di masa lalu, Dengan ini kita tak lagi terikat. Kau dan aku hanya orang asing satu sama lain sekarang." Pemuda manis itu mengucapkan kalimat pembatalan pertunangannya dalam seka...