"Woi lo kalo gabisa diajak damai masalah nilai minimal gausah nambah masalah sama gue!"Sang empu yang di perpustakaan terkejut dengan gebrakan pemuda di hadapannya dengan wajah menggebu gebu tanda akan marah. Minho melihat sekelilingnya, iya memang benar sekarang perpustakaan dalam keadaan sepi bahkan petugas nya pun tidak ada pantas saja lelaki mungil di depannya ini begitu berani.
Laki laki itu, minho duduk dengan senyuman tipis yang sinis sorot akan kemenangan. Jisung melihat itu, ia amat teramat kesal dan marah. Apa apaan wajah itu? Menyebalkan sekali. Malah minho kembali melanjutkan bacaanya tanpa terganggu bahkan jisung terlihat seperti nyamuk di hadapannya.
Jisung kesal, ia beranjak menuju tempat minho duudk. tetapi karna salah langkah dan berujung tersandung di kaki meja membuat ia tanpa sengaja terjatuh di atas minho dengan posisi tangannya berada di pundak minho dan tangan minho yang reflek memegang pinggang jisung yang terjatuh di hadapannya.
Bak film drama, kedua nya eyecontact selama sepersekian detik karna jisung buru buru bangkit karena sialnya wajahnya tidak bisa di kontrol saat ini, memerah sampai telinga.
"Wajah lo merah" Celetuk minho sengaja.
"Ini karna kesel sama lo bangsat!" Umpat jisung.
Lari. Jisung keluar dari perpustakaan dengan berlari karena malu, kesel, marah tidak bisa jisung deskripsikan keadaannya saat ini.
"Sialan, Minho." Guman Jisung.
Minho hanya terkekeh pelan. Han Jisung sangat lucu. Batinnya.
"Eh ji, kenapa lari lari?" Tanya Felix ketika terlihat kesal.
"Felix? Ngapain disini?" Tanya jisung tanpa menjawab pertanyaan Felix.
Tanpa di duga. Felix mengulurkan tangannya yang berisikan roti dan susu kepada Jisung membuat Jisung menatapnya heran dengan gelagat Felix. Tetapi tak bisa di pungkiri Jauh dalam lubuk hati Jisung ia merasa sangat hangat, jisung bingung.
"Tadi kelebihan beli, ngga ada uang kembalian jadi gue ambil ini dengan perut gue yang udah penuh gue rasa gabisa makan ini lagi. Buat lo aja, Ji" Jelas Felix melihat ekspresi Jisung yang bingung.
Penjelasannya membuat Jisung tersenyum senang. Ia suka dengan rasa kedua menu yang dibawa oleh Felix dan segera mengambil pemberian Felix dengan senyuman yang menggemaskan.
"Terima kasih, Lix" Ucapnya.
"Nanti mau pulang kemana Ji?" Tanya Felix.
Saat ini mereka sedang berjalan ber-iringan menuju kelas dengan Jisung yang meminum susu dari Felix membuat Felix senang.
"Kaya semalem." Jawab Jisung.
"Kenapa ngga balik ke rumah Minho?" Tanya Felix.
"Mereka itu aneh, Lix. Dua saudara beda marga itu bener bener aneh." Sahut Jisung penuh ekspresi dan terkesan sedikit berbisik.
"Anehnya gimana?" Tanya Felix memastikan.
"Pernah gue mergokin pekerjaan Minho yang selalu di depan laptop setiap malem dan gue nemuin artikel tentang pasar gelap gitu sedangkan Hyunjin itu mood nya selalu berubah berubah dan itu terlihat lebih serem kaya psikopat terlebih kalau menyangkut nama Minho." Jelas Jisung berbisik.
"Jisung!" Seru seseorang dari kejauhan membuat Jisung menegang karena mendengar suara ini, Felix melihatnya. Felix memegang tangan Jisung dan berbisik pelan.
"Calm down, Jisungie. Dia ga denger barusan kok." Ucap Felix perlahan dan melepas tangan Jisung.
Jisung merasa dejavu dengan kejadian barusan. Tetapi ia tidak bisa mengingatnya, sebelum pikirannya melayang jauh, suara Hyunjin sudah membuyarkan lamunannya.

KAMU SEDANG MEMBACA
BULLYING
Fanfiction"Heh kulkas! Cepet noh ambil sampah yang ada di bawah kaki gue!" Han Jisung, pemuda yang suka membully seseorang yang ia anggap cocok untuk menjadi mangsa atas sikap ketidakmanusiaanya, dan korbannya jatuh pada pemuda berwajah tegas dengan tampang d...