Bel pulang sekolah pun berbunyi ara dan teman temannya pergi ke sebuah caffe
" ra lo mau pesen apa " tanya keysa memberikan daftar menu pada ara
" gw kayaknya gak mau mesen deh "
" loh kenapa " tanya jessi heran
" gw lagi hemat aja tabungan gw harus cukup sampe akhir bulan nanti mama kan gak bakal transfer lagi " jelas ara
" udah dari gw aja gw traktir " ucap marsha memegang tangan ara
" seriuss " ucap ara meyakinkan
" serius lah sekarang lo mesen ya "
" oke deh "
Disisi lain shaka pun pergi ke sebuah caffe yang sama bersama dengan vio
Shaka yang melihat ara dan teman temannya merasa ara semakin jauh darinya setelah ia dekat dengan vio
" eeh itu shaka sama vio " ucap keysa menunjuk ke arah mereka
" iya ngapain ya mereka disini " tanya jessi
" ya pacaran lah emang nya mau ngapain " ketus marsha
" ko dia bisa disini sih, ko gw sakit hati gini ya ngeliat mereka berdua disini " gumam ara dalam hati
" ra " panggil jessi menepuk bahu ara dengan lembut
" eee hah kenapa "
" lo ngelamun ya ra "
" engga ko "
" ra sabar ya kita ngerti perasaan lo ko " ucap keysa menepuk bahu ara
" g-gw pulang dulu ya " ucap ara
Teman temannya merasa terkejut mendengar perkataan ara karena mereka berjanji akan menghabiskan waktu bersama
Ara pun segera mengambil tasnya dan pergi dari caffe itu
" si ara gimana sih kan dia udah pesen malah pergi gitu aja " ucap marsha kesal
" tauu, sabar ya sha mungkin ara butuh sendiri " ucap keysa
" ko lo pergi si ra, lo pasti sakit hati ya ngeliat shaka sama vio gw ngerti perasaan lo " gumam jessi dalam hati
" udah lah biarin aja dia mau sendiri kali " ucap jessi melihat marsha
" ya oke tapi setidaknya dia mikirin kita yang ada disini dong bukannya langsung pergi gitu aja " ketus marsha
Tanpa disadari teman temannya shaka sedari tadi memperhatikan mereka merasa khawatir kenapa ara pergi begitu saja
" ara kenapa pergi ya apa dia gak suka gw deket sama vio " gumam shaka dalam hati
" sayang " panggil vio menepuk bahu shaka
" eh iya sayang "
" ko ngelamun sih kenapa ada masalah, kamu ngeliat siapa "
" engga ko sayang gak ada siapa siapa "
" sayang mobil jemputan papa aku udah jemput kamu gakpapa kan ditinggal "
" engga sayang hati hati ya " jawab shaka dengan cepat
" cepet banget jawabnya seneng ya aku tinggal " ketus vio
" eh engga ko "
" yaudah aku pergi ya bye sayang "
" dah "
Shaka pun memastika vio menaiki mobil nya terasa mobil sudah jauh shaka langsung mengambil jaket dan pergi dari caffe itu
KAMU SEDANG MEMBACA
Apa Itu Rumah
Ficção Adolescente"Mengisahkan seorang anak perempuan yang bertanya apa itu rumah? rumah seperti apa yang ia harapkan, apakah rumah menurut kalian"
