Bab 54

2.5K 187 0
                                        

"Rong Rong, ada apa?"

"Aku tidak akan meminjamkanmu uang. Jangan pernah berpikir untuk mendapatkan tempat itu," kata Qin Rong tiba-tiba dengan dingin.

Wajah Cheng Miao berubah drastis. "Rong Rong, apa maksudmu?"

Ayah Cheng dan Ibu Cheng langsung menjadi cemas.

Ayah Cheng mengerutkan kening dan berkata, "Bukankah kamu pacar anakku? Dan sahabat putriku? Apa salahnya membantu? Mengapa kamu berbicara begitu kasar? Jika kami punya waktu untuk mengumpulkan uang sendiri, kami tidak perlu memintamu. Bukannya kami tidak akan membayarmu kembali!"

Dia lalu menatap Ibu Cheng dengan tidak senang dan berkata, "Dan dia masih ingin menikahi putra kita?"

Ibu Cheng juga berkata dengan tidak senang, "Rong Rong, kami sudah memperlakukanmu seperti keluarga. Apakah kamu mengamuk karena Cheng Yue tidak mengunjungimu akhir-akhir ini? Kamu juga harus mempertimbangkan sikap keluargamu. Keluargamu tidak menghormati kami, jadi tentu saja anakku tidak bisa pergi ke sana. Bahkan jika kamu ingin mengamuk, kamu tidak boleh menyabotase Cheng Miao di saat yang genting seperti ini. Dan kamu menyebut dirimu sebagai sahabatnya!"

Ibu Cheng mengakhiri perkataannya dengan sedikit menyeringai, "Tidak apa-apa membuat keributan di waktu lain, tapi tidak sekarang, saat keadaan begitu mendesak."

Dia pikir dia bisa dengan mudah memanipulasi seorang wanita yang pindah bersama putranya setelah kurang dari seminggu berpacaran.

Ibu Cheng sudah mulai bersikap seperti ibu mertua yang mendominasi.

Qin Rong menatap Ibu Cheng dengan ekspresi kaku. Meskipun dia tidak bisa menunjukkan ekspresi yang benar-benar galak, wajahnya agak berkerut.

"Putramu sampah, dan keluargaku memperlakukannya sebagaimana mestinya. Dia tidak pantas dihormati oleh keluargaku."

Mendengar ini, ketiga anggota keluarga Cheng tercengang.

Cheng Miao menatap Qin Rong dengan tidak percaya, mencoba meraih lengan bajunya, tetapi dia menepisnya. "Aku datang ke sini hari ini untuk memutuskan hubungan dengan Cheng Yue dan mengambil kembali lukisan-lukisanku dari apartemen sewaannya. Aku di sini bukan untuk menjadi kambing hitammu."

Dia hampir meneriakkan kata-kata ini, cukup keras hingga seluruh kantor dan bahkan koridor pun mendengarnya.

Keempat anggota keluarga Qin, yang baru saja keluar dari lift, juga mendengarnya.

Mereka semua membeku di tempat.

[Ya ampun, apakah air di otaknya akhirnya terkuras?]

Wajah keluarga Qin langsung berseri-seri. Ini pertama kalinya mereka mendengar Qin Rong berteriak seperti itu.

Namun tak lama kemudian jantung mereka berdebar kencang karena Cheng Yue baru saja melangkah masuk pintu.

Mereka segera mengikutinya.

"Rong Rong, apa yang kau katakan?" tanya Cheng Yue, menahan amarahnya.

Qin Rong akhirnya melihat Cheng Yue. Dulu, dia pikir penampilannya sangat tampan dan keren. Kenyataan bahwa orang yang berjiwa bebas itu tampaknya sangat mengabdi padanya membuatnya merasa sangat bahagia.

Akan tetapi sekarang, di mata Qin Rong, dia hanya seorang berandalan kecil yang tidak sopan, kasar, dan sombong!

Ia tahu sebelumnya ia terlalu asyik dengan dunianya, seolah-olah terkena kutukan. Namun malam itu, ketika serangkaian pesan menghancurkan dunianya, ia tersadar dan menyadari bahwa semuanya sudah dapat diprediksi. Ia begitu bodoh. Semua hal yang menarik perhatiannya hanyalah lapisan filter yang ia tambahkan sendiri.

After Transmigrating as a Tycoon's Wife Book 1Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang