Happy reading all~!
"Kakak bohong ya? Kakak nggak suka denger berita ini kan?"
"H-hah? Enggak kok, mana ada kakak bohong,"
"Kakak senang mendengar Esppa diadopsi, karena berarti Esppa punya keluarga baru nantinya," Lanjut Caka menetralkan tatapannya.
Jujur, Caka akhir-akhir ini merasa kesal tidak bisa mengatur ekspresi wajahnya dengan baik. Contohnya seperti saat ini.
Ia senang sang adik didopsi, namun ada rasa tak rela juga mengerubungi hatinya. Caka sudah banyak melewati masa-masa bersama Esppa, Bumi, Nono, Ratu, dan bahkan yang lainnya.
Tentu pasti ada rasa tidak ingin ditinggal oleh orang tersayang. Dan ini bukan waktu yang tepat sebab Bumi ikut mendengarnya.
"Kakak mau pelgi?" Celetuknya ditengah keheningan. Dan karena itu, seluruh arah pasang mata menatap si kecil seolah meminta pengertian.
"Siapa yang mau pergi?" Ratu menyahut, membuat Esppa merutuki tingkah Bumi baru saja.
"Bumi bodoh," Umpatnya berbisik seraya memelototi si kecil yang kebingungan.
"Bumi pintal, ndak bodoh," Belanya tak mau kalah.
"Hei, nggak usah gini.. Bumi kan nggak tahu apa-apa, Esppa. Dia cuma tanya kamu, lagian juga bener kan? Kamu mau pergi," Caka menengahi.
Esppa yang awalnya tersulut ikut merenung, "Tapi, kan.. Aku belum bilang siapa-siapa, cuma kakak sama ibu yang tahu,"
"Kenapa gitu?"
"Biar jadi kejutan, kalau dari sekarang bilanginnya pasti mereka nyiapin kado untuk aku bawa pulang," Katanya seraya memainkan rok pendek berwarna putih gading itu.
Caka heran, tumben sekali adik nya tidak ingin hadiah. Biasanya, malah merebut hadiah milik Bumi karena merasa tidak puas dengan apa yang dimilikinya.
"Loh? Nggak biasanya Esppa kayak gini, tuh,"
"Emangnya kenapa kalau banyak yang kasih Esppa kado? Bukannya malah senang ya? Ada kenangan yang bisa Esppa bawa pulang ke rumah baru,"
"Karena nanti semua bakalan ngorbanin benda atau harta terbaiknya untuk Esppa. Esppa suka sedih kalau lihat mereka rela kasih hadiah ke adek-adek yang mau diadopsi padahal mereka sendiri juga butuh, Kak.. Esppa ngerasa bersalah," Kepala yang sedari tadi ia tundukkan itu terangkat, menatap Caka dengan tatapan sendu yang mengandung permata beningnya.
Caka perlahan mulai mengerti konsep berpikir adiknya, raut bingung itu terganti oleh tatapan teduhnya. Ia mendekatkan Bumi pada Esppa, lalu menyuruh Esppa meminta maaf.
"Coba adek-adek kakak minta maaf dulu, biar damai hatinya. Kalian tuh dari dulu nggak pernah akur, Esppa selalu aja cari masalah yang bisa kalian ributin berhari-hari,"
"Termasuk beberapa hari yang lalu, Bumi masuk rumah sakit karena pendengarannya yang sensitif, itu juga karena Esppa, bukan?" Ia berjongkok di tengah-tengahnya.
Esppa mengangguk, ia kembali menundukkan kepalanya.
"Nah, kalau gitu.. Esppa harus apa sekarang?"
"Minta maaf sama Bumi.." Cicitnya pelan.
Dengan lirikan mata, Caka menyuruhnya agar segera meminta maaf.
Esppa menarik napasnya, ia maju selangkah, "Bumi.. Aku mau minta maaf," Katanya sedikit ragu.
"Kakak kenapa minta maaf sama Bumi? Kakak ndak salah.. Bumi ndak paham," Jawab Bumi kebingungan, ia berkali-kali menoleh pada Esppa dan Caka secara bergantian.
"Itu, Kak Esppa mau minta maaf sama Bumi, karena selama ini Kak Esppa 'kurang menghargai' keberadaan adek di sini," Caka ikut menjelaskan dengan lembut.
"Iya kah? Oh.. Ditu ya, okay okay, Bumi maafkan," Katanya berlagak orang tengah berpikir dengan mata terpejam.
"Tapi beliin es klim dulu,"
Aish, anak ini..
Ternyata harus ada bayarannya, aunty uncle..
"Nah gitu dong, seka-WHAT?? eh, adek lagi sakit.. No no no! Kakak nggak izinin," Tolak Caka mentah-mentah. Ia menggelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri.
Bumi memberengut tidak suka, ia hentakkan kedua kakinya bergantian.
"Kakak ndak asik, no like like!"
♪°♪
Hai hai haiiii
Sybill baru selesai ujian, nilanya anjlok.. ಥ_ಥ
Isoke, harus banyak belajar lagi berarti.
Sybill anak kuwat kok, ya kan, Bum?
SYBILL NGGAK NGERTI SAMA JALAN PIKIRAN SYBILL SENDIRIIII..
kadang bisa nulis dua chapter secepat kilat, kadang lemot kayak raga tanpa jiwa 🙄
Liburan kali ini harus dimanfaatkan dengan baik nih, jangan rebahan mulu 🥰🥰
Mau ngasih tau, lagu kesukaan adek Bumi itu "Little Star" Ya aunty uncle n kakakk~
Itu lagu emang gabungan konglish, tapi Bumi suka banget sama lagunya.
Kalau tidur suka minta dinyanyiin sama ibu atau kakak🥱🥱
Sybill juga suka lagunyaa🤍🤍
Met boboo, mimpi indah yaaaa!!
See u next time
Always sweet~Sybilla
KAMU SEDANG MEMBACA
DIARY BUMI
Overigmembantu ibu panti menjemur pakaian, mencuci piring kotor, menjaga adik-adiknya, bukankah itu sudah dikatakan hebat bagi anak seusia bumi? Lantas, mengapa tidak ada yang mengadopsinya? Bumi juga ingin seperti adik dan kakaknya yang mendapat mommy Da...
