Assalamualaikum readers
Di Bab ini kayaknya hampir end deh
Terimakasih atas support dan semangatnya
>>Selamat membaca...
-
-
-
༼ つ ◕‿◕ ༽つ
Semua menangis sejadi-jadinya ketika mendapat kabar bahwa Aletha sudah tiada
Terutama kiran yang sudah pingsan di pelukan suaminya
Nura juga ikutan pingsan di dekapan Erwan suaminya
Lastri mencoba menenangkan Dimas yang sudah luruh ke lantai dengan air mata yang terus mengalir
Kenan, pria itu mencoba kuat dengan berdiri di hadapan mereka dengan tubuh yang ia senderkan ke dinding dan tangan yang salah satunya masuk ke sakunya namun matanya tak bisa berbohong bahwa ia juga merasakan sakit
Dikta dan Hera keluar dengan Hera yang di gandeng oleh suaminya
Alin & alzan mereka pulang sebelum magrib tadi
Dan mereka belum tau hal ini
Sekarang pukul 20.00 wib
Aletha menemui sang pencipta
Allah merebutnya dari mereka semua
"Ini gak mungkin,,semua hanya mimpi"gumam lirih kia
Tatapan mereka kosong karena kabar kematian Aletha
Hingga akhirnya aletha di bawa keluar untuk di pindahkan keruang mayat dan segera di bawa pulang untuk pemakaman
Dengan tubuh yang sudah di tutupi kain putih seluruhnya. Suster membawa aletha dari hadapan semuanya dan hal itu tak luput dari pandangan mereka
Dimas yang melihat itu berlari menghampiri jenazah sang istri yang baru beberapa jam lalu sah menjadi pasangan nya. Namun belum sempat mereka bahagia justru Allah malah merenggut Aletha darinya.
"Zaujati...nggak kamu jangan pergi,,ayo bangun mas gak mau kamu pergi,,sayang bangun,,,jangan lama-lama tidurnya ayo bangun zaujati...bangun... Aletha nya Dimas ayo bangun"ujar Dimas memeluk aletha yang belum keliatan wajahnya
Dengan perasaan takut Dimas pun membuka kain putih yang menutupi tubuh istrinya itu
Belum sempat seluruh wajah aletha terlihat oleh Dimas. Dimas mulai terisak dan
"Al...bangun mimpi lo nikah sama santri udah berhasil Al bangun"ucap kia yang mendekati aletha
"Iya,al bangun masa lo gak mau bahagia sama santri pilihan Lo itu"timpal Mia
Mereka berucap namun mata mereka tak bisa berbohong
Alaska tak kuasa mendekati tubuh putrinya yang kini sudah tak bernyawa lagi. Ia takut.
Mereka semua begitu tersiksa dengan kabar tiba-tiba ini
'kenapa engkau tidak mengabulkan doaku ya Rab. Kenapa dia malah pergi secepat ini?sebegitu rindunya engkau terhadap dia sampai engkau mengambilnya tanpa membiarkan dia merasakan bahagia bersama santri pilihan nya'batin Kenan bersuara
Pria bernama Kenan itu kini berdiri dengan tatapan yang begitu sayu.kedua tangan terkepal menahan emosi,kedua mata yang memerah menahan tangis,suara lirih bahkan sangat pelan
"Aletha Alaska kisahmu belum selesai disini"gumam kenan lirih seraya menunduk dan membuat butiran bening yang ia tahan sejak tadi kini mengalir tanpa ia minta
Dan tepat saat kenan menunduk
Allahuakbar..
"M-mas"
Tatapan semuanya mengarah pada suara
"Al...sayang"gumam Dimas yang langsung memeluk tubuh yang sempat dinyatakan meninggal itu
"Aletha"
Mereka tersenyum haru melihat aletha sadar
Begitupun dokter dan suster yang tampak syok
