Assalamualaikum readers
Makasih yang udah support author sejauh ini
Siapa yang nungguin S2 nya "Trauma mencintai santri" hayo ngaku siapa??
Ckkhh!! Gak ada ya thorr..
Oke gapapa
Ada kok
Siapa?
Author sendiri lah
Dih
-
-
-
"Semua sama hanya saja kali ini di antara
semua kesamaan itu kenapa kamu berubah?"
-Aletha Alaska
°
°
°
"Aku menyesal karena itu aku berubah"
-Dikta Holland Angkasa
-
-
-
Malam harinya Aletha akhirnya bisa benar-benar istirahat karena tadi sore ia harus membereskan semua barang-barang yang ia bawa dan malam pun tiba setelah sholat isya ia ke dapur untuk membuat susu lalu kembali ke kamar nya dan seperti biasa
Balkon
Aletha datang kesana lalu pandangannya turun ke bawah ekspresi nya heran karena biasanya dia ada di bawah tapi malam ini tak ada
"Mungkin lelah?"gumam nya tak memperdulikan lagi dan tatapan nya mengarah pada langit malam
Malam ini rasanya berbeda tidak ada bulan maupun bintang mereka bersembunyi di balik awan cuaca juga seperti nya akan turun hujan
Hingga sekitar 5 menit Aletha terdiam tanpa suara
Ada suara yang mengejutkan nya
"Haii,,maaf ya telat"teriak nya di bawah sana membuat Aletha menoleh ke bawah lalu tersenyum tipis tanpa ia sadari
"Alethaa,,all good?"tanya Dikta
"All good,"
"Kamu mau cerita?"
Aletha menggeleng masih dengan senyuman tipisnya
"Turun ke bawah,aku mau bicara"
"Ada apa?"
"Turun aja"
Aletha pun menurut dan turun kebawah lalu membuka pintu dan disana sudah ada Dikta yang berada di depan gerbang yang terkunci
Aletha pun menghampiri kedepan dan berniat membuka gerbang namun Dikta menghentikan nya
"Disini aja"
"Oke,ada apa kak?"tanya Aletha
Mereka berdiri berhadapan hanya terhalang pagar besi yang menjulang tinggi saja
"Ini"ujar Dikta menyerahkan kotak sedang dan bisa Aletha pastikan isinya gelang/kalung
"Ambil,terima jangan banyak bicara"lanjutnya karena kotak itu belum juga Aletha terima
"Emm,ini buat siapa?"tanya nya setelah menerima kotak itu
"Kamu!!"
"Kenapa?"
"Sebagai ucapan pertemanan mungkin,kita berteman??"ajak Dikta mengulurkan tangan nya di antara sela-sela pagar
"Maaf,bukan nya sejak lama kita berteman ya kak"ujar Aletha menyatukan tangan nya di dada dengan sedikit menunduk
Dikta yang tangan nya masih mengangkat di udara pun segera menepis nya lalu tersenyum tulus menatap Aletha
"Makasih"
"For?"
"Menganggapku teman"
"Oke,"
"Buka,pake"
Aletha pun menurut tanpa kata-kata dan benar dugaan nya isinya gelang,kalung bukan salah satunya melainkan keduanya
"Kenapa memberikan ini?"tanya Aletha
"Apa kamu tidak menyukainya?"
"I like,but,ini berlebihan"
"Nggak kok,udah ya kamu pake aku mau liat"
