Assalamualaikum readers
Makasih yang udah support author sejauh ini
Siapa yang nungguin S2 nya "Trauma mencintai santri" hayo ngaku siapa??
Ckkhh!! Gak ada ya thorr..
Oke gapapa
Ada kok
Siapa?
Author sendiri lah
Dih
-
-
-
"Kepedulian ku karena aku merasa benar-benar
peduli,bukan hanya untuk mencari simpati orang,
karena aku tau rasanya tidak di perdulikan itu
menyakitkan jadi aku tidak ingin itu terjadi pada
orang-orang di sekitarku"
-Aletha Alaska
-
-
-
Sekitar pukul 15.45 wib Aletha memutuskan untuk pulang. Urusan toko karyawan nya yang tutup
Toko buka jam 07.30 wib tutup jam 16.30 wib
Aletha sudah tiba di rumah nya dan hal yang membuatnya sedikit terkejut adalah orang yang menunggunya siapa lagi kalo bukan Dikta
"Emm,udah lama kak?"tanya Aletha
"Dari pulang sekolah"
"Hah!!"
"Ya sekitar jam 01 siang aku disini"
"Hah,serius kak, berati belum sholat ashar?"
"Udah terus kesini lagi"
"Ya ampun ngapain kak?"
"Katanya kamu di rumah mau istirahat tapi kok baru pulang! Dari mana?"tanya Dikta seolah mengintimidasi
"Emmm,,aku pergi ke toko kak"jawab Aletha lriih namun Dikta bisa mendengar nya
"Why?? Kenapa gak ajak aku?"
"Kakak kan sekolah"
"Seenggaknya kamu telpon aku,"
"Ya,maaf aku gak mau kakak kecapean"
"Masuk akal!! Oke udah makan?"
"Udah"
"Minum?"
"Udah"
"Kamu lagi apa?"
Ahk pertanyaan yang sangat konyol padahal Dikta tau Aletha sedang apa dan dengan siapa
"Ahk hhaa,,okey kok jadi bingung ya"
"Bingung kenapa kak?"
"Gatau"
"Kakak mau ngomong sesuatu? Atau ada apa kak kesini"
"Nggak ada!"
"Lalu?"
"Cuma,,mau liat kamu doang"
"Haaa,kalo gitu aku masuk ya cape"
"Hah iya masuk gih istirahat deh,"
"Iya,aku masuk ya kak,kakak pulang"
"Iya masuk dulu gih"
Aletha pun masuk meninggalkan Dikta yang masih memperhatikan nya di luar hingga Aletha masuk dikta pun pulang
Sungguh aneh Dikta datang dan menunggu Aletha berjam-jam hanya untuk sekedar melihat wajah gadis itu oh sangat tidak masuk akal tapi ya namanya juga Dikta
Apapun akan ia lakukan untuk sesuatu yang ia inginkan tercapai
***
Malam pun tiba seperti biasa Aletha di balkon kamarnya sedangkan Dikta di bawah sana
"Aletha,"
"Ehk,kak"
Dan terjadilah keheningan di antara mereka hanya ada suara angin yang berhembus dan Dikta sedari tadi tak henti-henti nya melihat Aletha sedangkan Aletha dia pokus menatap luas nya langit malam ini
