tuduhan lagi (bab 66)

10 2 0
                                        

Assalamualaikum readers
Makasih yang udah support author sejauh ini
Siapa yang nungguin S2 nya "Trauma mencintai santri" hayo ngaku siapa??
Ckkhh!! Gak ada ya thorr..
Oke gapapa
Ada kok
Siapa?
Author sendiri lah
Dih

-
-
-

  "Menutupi luka itu bukan dengan obat aja,tapi bisa dengan tawa juga"
   -Aletha Alaska

...

Kini Dikta dan Aletha sudah tiba di sekolah dengan Dikta yang membonceng Aletha . Dikta masih syok tentang kebenaran yang menyakitkan pastinya,banyak orang yang mengenal Aletha adalah gadis ceria dan mempunyai   keluarga yang cemara namun ternyata itu semua hanya topeng saja

Saat ini Aletha sedang berada di kantin bersama teman-teman nya.  Dikta melihat Aletha dari jarak yang lumayan dekat. Dia melihat Aletha begitu bahagia saat bersama teman-teman nya (teman-teman Dikta maksudnya karena Aletha belum punya teman cewek se kelas kecuali Revan yang teman Dikta juga hanya beda usia+ kelas)

Aletha tidak ikut makan ataupun minum karena dia sedang puasa dan para teman Dikta pun tau

'ternyata di balik raut wajah bahagia mu menyimpan luka yang sengaja kamu rahasiakan'batin Dikta menatap Aletha dengan tatapan yang penuh arti

Hal itu tak lepas dari tatapan seseorang siapa lagi kalo bukan arabella Shofia dan ke-2 sahabatnya yang setia di sisinya

"Gw gak bisa ngebiarin ini terus berlanjut"gumam Bella mengepalkan tangannya kuat dengan ekspresi wajah yang emosi

"Terus Lo mau lakuin apa bel?"tanya Karin

"Sekarang gw gatau tapi gw bakal buat kak Dikta benci sama Aletha"ungkap Bella

"Lo udah ada rencana apa gitu?"tanya Dira

"Banyak bicara banget si Lo,gw mau ke kelas"ujar Bella kemudian beranjak meninggalkan kantin bersama ke-2 sahabatnya dan kepergian mereka barusan membuat seseorang menatap curiga apa lagi mendengar ungkapan Bella tadi

Revan pria itu menajamkan pendengarannya sengaja untuk mengawasi apa yang akan Bella dan ke-2 sahabatnya bicarakan dan dia dengar barusan namun tak tau apa yang akan Bella lakukan tapi dia harus tetap waspada

"Ehk Lo liat apa Van?"tanya Arga yang menyadari tatapan Revan

"Ahk gak,"jawab Revan

"Ada yang Lo pikirin?"tanya rexa yang ikut nimbrung kini semua mata teman nya tertuju padanya termasuk Dikta dan Aletha

"Nggak cuman gw tadi denger bella sama temen nya mau rencanain sesuatu agar Dikta benci Aletha"ungkap Revan membuat mereka menggeleng tak percaya

"Astaga tu anak,punya masalah apa si sampe segitunya perasaan"ungkap suci

"Tau,kemarin mau fitnah Aletha dengan cara gitu sekarang apa lagi coba"timpal rexa

"Kita harus waspada aja lah ya"saran vano

"Tha,semua akan baik-baik aja kok tenang aja"saran Dikta yang menatap Aletha sementara Aletha hanya bisa diam dengan mengerjapkan mata nya beberapa kali sangat polos sekali

"Astaga selain cerdas lo lucu juga ya"ujar Arga melihat Aletha gemas

"Ahk ya, yaudah Van masuk kelas yuk bentar lagi masuk nih"ajak Aletha pada Revan teman sekelas juga sebangku nya

"Oke,kita duluan ya guys"pamit Revan

"Van,"

"Kenapa dik?"tanya Revan

"Jaga dia buat gw,awasi terus Bella"ucap Dikta membisikan kata itu hanya di dengar Revan

Revan tersenyum tipis kemudian mengangguk iya

trauma mencintai santri?(Next S2)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang