Assalamualaikum readers
Makasih yang udah support author sejauh ini
Siapa yang nungguin S2 nya "Trauma mencintai santri" hayo ngaku siapa??
Ckkhh!! Gak ada ya thorr..
Oke gapapa
Ada kok
Siapa?
Author sendiri lah
Dih
-
-
-
Setelah sarapan selesai Aletha pamit pulang namun Tiara menahannya sampai nanti siang karena Tiara akan membuat kue jadi Aletha harus mmebantunya sementara alin lebih memilih untuk pulang dulu nanti dia kembali lagi jika Aletha akan pulang namun Dirga melarang alin menjemput Aletha karena dia yang akan mengantarkan nya langsung karena bagaimana pun semalam Dirga yang menelpon Aletha dan meminta Aletha datang
"Yaudah berati nanti Aletha kamu yang anter ya dir?"tanya alin memastikan
"Iya udah lo balik aja Lin, Aletha nanti gw anterin"ujar Dirga membuat alin mengangguk setuju dan pergi
Sementara Aletha berada di dapur membantu membuat kue yang belum selesai tadi
"Ini gimana Bu?"tanya Aletha
"Hiasi aja pake toping Setelah di balur cream"jelas Tiara membuat Aletha mengangguk setuju
Dan kegiatan Aletha membantu Tiara tak lepas dari pandangan Dirga, Dikta dan teman-teman
'dia sangat baik,lucu,kecil pendek hhe,, menggemaskan 'batin Dirga terkekeh
"Kenapa lu dir?"tanya gio teman nya
"Gak,emang gue kenapa?"tanya balik Dirga
"Lu senyum-senyum sendiri kek gak waras gitu"celetuk Ali
"Tau,,ehk lu liatin Aletha ya,,lu suka sama dia kan hayo ngaku lu"goda Revan pada Dirga
"Apa si gajelas"
....
Di rumah Alaska 📍
"Jadi gimana by, kelanjutan pendidikan Aletha?"tanya ummi
"Sekarang kita biarin dia selesai in dulu SMA sampe kuliah lalu biarkan dia memilih kehidupan nya dan tentunya tugas kita selesai"jelas Aby membuat ummi mengangguk mengerti
"Baiklah,,gio seminggu lagi akan menikah jadi kita harus kembali ke Jakarta"ungkap Aby melanjutkan
"Oke,,Aletha?"tanya ummi
"Biarkan saja anak itu di sini dia gak perlu selalu mengikuti kita"jelas aby
"Baiklah,,"
....
Jakarta 📍
Seorang pria tampan berada di sebuah kamar yang sempat di tinggali ALETHA ALASKA dan dia adalah gio atau ARSHAGIO PUTRA ALASKA atau panggil aja gio
"Dek,,maaf"dua kata itu membuat buliran bening itu mengalir begitu saja dari pelupuk matanya
Kenapa gio menangis?
Isakan gio semakin menjadi ketika seseorang menghubunginya 'Ayah'
~...
~hmm
~bagaimana kabarmu?
~baik,adek gimana?
~bang,,,dia bukan adik kandung kamu!!!
~i don't care ayah,,dia akan selalu menjadi adikku
~terserah!!! Dan untuk pernikahan kamu ayah dan bunda akan datang kesana setelah seminggu disini
~huftt,, baiklah ajak adikku
~kenapa dia harus ikut?
~karena dia adikku
