Assalamualaikum readers
Makasih yang udah support author sejauh ini
Siapa yang nungguin S2 nya "Trauma mencintai santri" hayo ngaku siapa??
Ckkhh!! Gak ada ya thorr..
Oke gapapa
Ada kok
Siapa?
Author sendiri lah
Dih
-
-
-
"Aku sudah berhenti jadi tolong jangan pernah
menemui ku atau mencariku lagi sekalipun tak
sengaja bertemu anggap kita asing tidak
saling mengenal karena awalnya kita juga
merupakan 2 orang asing yang tidak saling
mengenal"
-Aletha Alaska
-
-
-
Setelah dirasa Aletha mulai tenang Tiara pun melepaskan pelukan nya dan menyentuh kedua pundak Aletha lalu menatap penuh kedamaian
"Aletha, ibu gak tau kalo kamu Ternyata punya cerita di balik semua itu tapi ibu bangga karena kamu bisa melewatinya dengan senyuman dan keikhlasan ibu bangga sama kamu sayang"ujar Tiara mengelus puncak kepala Aletha
"Ehemm,"Dirga berdehem berharap keduanya melihatnya ada di antara mereka ini
"kenapa dir?"tanya Tiara
"Gapapa, emm udah selesein sarapan nya aku mau antar Aletha pulang pasti nenek juga khawatir"ujar Dirga membuat Aletha dan Tiara tersadar
"Astaghfirullah,, iya nenek. Aletha lupa ngabarin nenek"
"Ehk iya semalam ibu udah kirim pesan sama nenek kamu dan tadi dia balas. Ibu juga bilang kamu pulang nya agak siangan nenek bilang iya gapapa asal Aletha baik-baik aja"
"Alhamdulillah syukur deh,, Aletha udah beres Makan nya. Aletha cuci piring nya terus beresin terus Aletha pulang deh gapapa ya Bu,"
"G.."
"Gapapa, ayo aku bantuin biar beres nya juga cepet"ujar Dirga memotong kalimat yang akan keluar dari mulut Tiara
Tiara akhirnya hanya bisa duduk menyaksikan mereka ber-2 yang bersama-sama membereskan semuanya
Setelah sekitar 20 menit Dirga dan Aletha selesai membereskan semuanya kini tinggal mengantarkan Aletha pulang
Mereka berada di parkiran masih pamitan dulu dengan Tiara dan di sebrang sana ada segerombolan orang-orang dari rumah Dikta membuat Aletha dan Tiara,Dirga menoleh
Di sebrang terdengar
"Kita pulang dulu ya, semoga setelah pertunangan bisa segera di langsungkan pernikahan ya (dengan tawa canda tapi serius)"ucap seorang pria paruh baya
Disana juga ada Dikta yang tersenyum tapi entah kenapa senyuman itu sepertinya terpaksa
"Dikta, Salim sama orang tua Seina"titah Ali
Dikta hanya menurut tanpa mau berbicara
"Nak Dikta, tolong jaga putri saya ya seina karena sekarang kalian sudah terikat setengah sah sebelum pernikahan"jelas pria paruh baya itu pada Dikta
Di sebrang...
Aletha bisa mendengar jelas pembicaraan mereka karena jarak lumayan dekat tapi Dikta dan mereka tidak memperhatikan keberadaan mereka ber-3
'tunangan? Jadi, kak Dikta sudah bertunangan dengan wanita cantik di samping bu Sinta?'batin Aletha merasa terpaku, terkejut, kecewa kalo memang iya, perasaan nya saat ini terasa sangat hancur seolah di tusuk beribu panah dalam dirinya
"Al, kita pulang sekarang?"tanya Dirga yang tidak mau peduli dengan Dikta dia lebih peduli dan membawa Aletha pergi agar tidak merasa sakit yang semakin dalam jika tau kebenaran nya
Aletha menoleh dan membuat Dikta di sebrang sana pun menoleh lalu terkejut dan bergumam
"Aletha..."gumam Dikta lirih tak di perhatikan oleh keluarga dan keluarga Seina tatapan Dikta bertemu dengan tatapan Aletha yang tengah menatapnya seolah meminta jawaban
