Panggilan video (Bab 95)

7 2 0
                                        

Assalamualaikum readers
Makasih yang udah support author sejauh ini
Siapa yang nungguin S2 nya "Trauma mencintai santri" hayo ngaku siapa??
Ckkhh!! Gak ada ya thorr..
Oke gapapa
Ada kok
Siapa?
Author sendiri lah
Dih

-
-
-

           "Aku tidak takut seseorang yang pernah
            dekat denganku lalu pergi tapi aku takut
            karena kedekatan ini kita jadi 'asing'   
            seolah tidak pernah saling kenal"
                           -Aletha Alaska

-
-
-

Kini waktu sudah larut malam dan seperti biasa Aletha sedang berada di balkon kamarnya lalu tak lama Dikta juga menyapanya dari bawah

"Aku bawa makanan"teriak Dikta dari bawah

"Makan aja"Jawab Aletha dari balkon

"Bareng kamu"

"Aku gak laper kak,"

"Aku maksa,di teras depan rumah kesana sekarang!!"jelas Dikta lalu beranjak dan Aletha mau tak mau mengikuti titahan Dikta ya percuma juga menolak karena Dikta itu suka memaksa tapi caranya lembut dan sulit untuk di tolak

Dan di sinilah mereka sekarang
Kursi teras rumah Aletha (di luar) agar tidak menimbulkan fitnah

"Siang tadi makan mie ayam sekarang kita makan martabak telor kamu suka?"tanya Dikta memastikan

"Semua makanan kecuali makanan tertentu"

"Oke, ehk iya tadi Abang penjual nya pake bawang putih cincang nanti aku pisahin buat kamu"

Aletha tertegun mendengar nya
Sejak kapan Dikta tau hal itu? Aletha tidak suka makanan yang ada bawang putih nya

"Aku tau kok, tapi bener kan?"tanya Dikta memastikan sekali lagi

"Kakak tau dari mana aku gak suka bawang putih?"

"Nenek"

"Owhh..."ucap Aletha manggut-manggut dan memperhatikan Dikta yang pokus memisahkan bawang dari telur

"Ribet banget kak, udah deh gapapa biarin aja begitu"

"Iya si ribet tapi apapun demi kamu nyaman aku lakuin"

"Oke, berhenti lakuin itu lalu makan lah Aletha juga gak laper"

"Emm,,, ahk lupa ini martabak keju coklat pav kamu juga ada dan gak ada bawang putih nya aku jamin 100% "

"..."

"Makan,udah aku potongin!! Kamu makan martabak manis aku martabak telur gimana?"

"Lebih baik, btw Aletha gak mau berbagi makanan Aletha sama kakak ya kalo minta nanti"

Dikta tersenyum lalu menanggapinya"kamu tenang aja, kalo aku mau aku bisa beli lgi dan kalo kamu mau aku bisa beliin lagi atau mau sekalian beli sama ruko-ruko nya?"

"Gak deh, agak berlebihan Aletha gak mau jualan martabak"ujar nya lalu memakan martabak itu di balik cadar nya

Dikta yang memperhatikan tersenyum karena Aletha menerima dengan baik pemberian nya hingga ketenangan itu berganti dengan hadir pengganggu..

"Wihh Makan apa nih?"

"..."

"Abian!!"ucap Dikta merasa kesal karena abian tiba-tiba saja datang

"Kenapa?"tanya Abian santai lalu menarik kursi yang ada di sisi lain lalu duduk berhadapan dengan Aletha

"Ngapain Lo disini?"tanya Dikta

trauma mencintai santri?(Next S2)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang