pulang sebelum waktunya (bab 86)

10 2 0
                                        

Assalamualaikum readers
Makasih yang udah support author sejauh ini
Siapa yang nungguin S2 nya "Trauma mencintai santri" hayo ngaku siapa??
Ckkhh!! Gak ada ya thorr..
Oke gapapa
Ada kok
Siapa?
Author sendiri lah
Dih

-
-
-

      "Menjaga itu lebih baik dari pada mengobati!
       Maka dari itu lebih baik tidak menaruh harapan
       pada siapapun sebelum akhirnya kamu kecewa
       karena harapan mu tak sesuai keinginan mu"
                     -Aletha Alaska

-
-
-
                                ***

Sekitar 4 jam perjalanan mereka akhirnya tiba di rumah Aletha,Dikta bisa saja turun karena ke rumah Aletha melewati rumah nya namun ya namanya juga dikta apapun yang dia mau pasti ia dapat kecuali ya di luar kendali dia sendiri

  "Makasih ya kak,padahal aku bisa aja nyetir sampe rumah sendiri"

"Gapapa,ini mau ku,kamu sekarang bersih-bersih lalu istirahat jangan cape-cape mengerti?"

"Emm,iya aku juga mau ke rumah nenek dulu"

"Yaudah buka pintu rumah kamu aku bawa masuk barang-barang kamu"

"Ehk aku bisa sendiri kak"

"Alethaa,,"

"Yaudah oke"

Dikta pun membawa masuk koper Aletha ke rumah hanya sampai ruang tamu si selebihnya Aletha bisa karena rasanya tak enak hanya mereka ber-2 di rumah dan Aletha juga tak ikut masuk saat Dikta masuk dia menunggu di luar dan ketika Dikta keluar dan pergi ia baru akan masuk

"Koper nya sampe ruang tamu ya"

"Iya gapapa,makasih ya kak"

"Sama-sama,mau ketemu nenek?"

"Ahk iya tapi aku mau mandi dulu deh gerah"

"Oke,kalo ada apa-apa telpon aku"

"Iya"

"Aku pulang ya,"

"Iya"

"Take care ya,"

"Iya,nih"ujar Aletha lalu memberikan paper bag untuk Dikta

Dikta mengernyit heran

"Ambil kak,pegel tau tangan nya"ujar Aletha yang melihat paper bag nya tak Dikta terima melainkan hanya Dikta tatap

"Buat apa? Buat siapa?"

"Buat kakak"

"Oh,apa?"

"Barang, sebagai ucapan terimakasih"

"Oalah,gak usah repot-repot ka,"

"Ga repot,ambil deh kak,kalo nggak aku sedih"

"Ehk jangan,oke aku terima,makasih ya"

"Iya,"

Dikta pun membuka isi paper bag itu melihat isinya dia terdiam beberapa saat

"kalo kakak gak suka gapapa buang aja"

"Ehk nggak aku suka,akan aku pakai setiap waktu"ujar Dikta lalu mengeluarkan beberapa isi paper bag JAM TANGAN

"Senang mendengarnya,semoga kakak suka tapi gapapa kok kalo emang kakak gak suka buang aja"

"Pemberian kamu gak akan pernah aku buang sekalipun itu makanan akan aku simpan"

"Kalo aku ngasih makanan terus gak di makan Yanga da makanan nya basi lalu kakak buang"

trauma mencintai santri?(Next S2)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang