HOLAAA!! Sebelum baca bismillah dulu ya!
Oke, jangan lupa VOTE!!
Kasih saran and kritiknya
Juga kasih ide kalian yaa
MAKASIH!🌷
...back to reading...
"DUARRR!!..."
"Prangg!"
"MONY- ASTAGHFIRULLAH, HEH!!"
jerit Kayla yang terkejut karena kejahilan Zidan dan Kiano mengagetkan mereka bertiga dari belakang hingga membuat kuah bakso Sena tumpah ke roknya.
Gina menatap tajam ke Zidan Dan Kiano"Heh bisa ga sih Lo ga usah ngagetin!" celetuk Gina.
"Hehe maap sengaja," sahut Zidan menyegir kuda menatap Gina dan Kayla.
Kiano menggaruk tengkuknya yang tidak gatal"Hehe maap asli maap." balas Kiano.
Kayla menatap sinis kedua pria itu"Maap maap kagak gue maapin!" ketus Kayla.
"Ehh Sen Lo gapapa? rok lu basah gimana dong Aduhh gara gara jidat sama piano bjir, mana ada cabenya lagi di rok lu." lanjut Gina.
Sena menatap roknya yang basah juga ada bercak merah akibat saus" Astagaaa sabar banget gue mahh!" ucap Sena tersenyum kematian sambil menatap ke arah Zidan dan kiano yang nyegir.
"Hehe ga sengaja gue suerr dahh."
Kiano melirik Zidan"Maap, salahin jidan noh gorok aja dia." tuduh Kiano mendorong Jidan mendekat ke Sena.
"CK! Ah ilahhh basah rok guee iniii gimanaa!" kesal Sena. Sambil mengibaskan roknya yang kena kuah bakso yang bercampur dengan saos.
"Hehe gue panggilin temen kita dulu bentar." sahut Zidan tersenyum kikuk.
"WOY GALEN GION SINI DAH!" teriak Zidan, melambaikan tangannya ke arah Galen dan Gion.
Mereka menengok Zidan yang memanggil, mereka pun menghampiri Zidan dan kiano ke tempat meja Sena Kayla dan Gina.dengan tangan yang bersedekap di dada dan sambil membaca buku.
Mata Sena Berbinar-binar Menatap Galen Yang Fokus membaca bukunya, merasa ada yang melirik dirinya Galen membalas tatapan Sena Beberapa menit dengan wajah datarnya tanpa ekspresi apapun. Sena memalingkan wajahnya saat Galen meliriknya memutuskan kontak mata mereka.
"Apaan?" tanya gion sambil menyeruput es degan yang ia beli di kantin Mak Ijah.
"Itu temen lu kenapa Kay?"
"GARA GARA TEMEN LU NOH SI JIDAT SAMA PIANO!" jerit Kayla, Sambil membantu membesihkan rok yang berwarna merah saus di rok Sena.
"nama gue Zidan, Buka jidat! Kalo perlu gue eja Z-I-D-A-N di baca Zidan!" ucap Zidan mengeja kata namanya.
"Hehh gue Kiano bukan piano emang lu kira gue alat musik Napa!" Celetuk Kiano.
" Heh! Ini gimana lu mau tanggung jawab Hah!" Cibir Kayla.
"Y-ya kan gue sama kiano ga sengaja ya Mon maap hehe.." sahut Zidan sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Mon maap salahkan Jidan aja, kan dia anak paling ganteng ... tapi masih gantengan gue." pede Kiano menaik turunkan alisnya.
"Dihhh pede tingkat dewa."
"Udah Kay marah-marah Mulu Lo? suka?" sindir Gina juga membantu membersihkan Rok Sena dengan tissue.
Kayla menatap sinis ke arah Zidan"Dihh najisss gueee..amit amitt," ketus Kayla.
"Ya udah kalo sama om Kiano mau ga?" tanya Kiano mengedipkan sebelah matanya.
"Yaelahh gantengan gue dari pada Kiano gua mah.. incaran para cewek." pede Zidan yang menyisir Rambutnya dengan tangannya.
"Dih seluruh sekolah tau kegantengan gue kali." sahut Kiano.
"Dih serah lu." balas Zidan.
"Btw Lu mau jadi pacar gue yang ke 30 ga?" tanya Zidan, sambil menaik turunkan alisnya dan menyisirkan rambutnya dengan jarinya.
Sena Kayla dan Gina membelalakk matanya terkejut mendengar Zidan menyebutkan berapa banyak pacarnya.
"Dihhh ogah gue amit amit jabang bayi." tolak Kayla mentah-mentah dan menatap sinis Zidan.
"DIEMM!" jerit Sena menatap tajam keempat makhluk yang sedari tadi terus menerus adu mulut.
"HEHH INI ROK GUE BASAH KOTOR LO PADA NGOBROL INI BANTUIN!!" pekik Sena di sela sela pembicaraan mereka membuat keempat para makhluk terdiam menunduk.
"NIAT BANTUIN GA SIH!"
Kayla menyegir mengambil tissue dan membantu memberikan"Hehe ... Sini gue bantu." sahut Kayla.
Zidan dan kiano menatap sena hanya menyegir menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Galen melirik Kiano mengkode untuk dirinya menjelaskan"kok gue? itu si Zidan nyuruh gue ngikut ngagetin." jelas Kiano menatap Zidan.
"Hehe, Gue gabut jadi nyuruh Kiano ikut jadi ngagetin mereka bertiga alhasil kuahnya tumpah gara-gara kita kagetin hehe.." lanjut Zidan.
"Wahhh parahh lu dan ini gimana nasib rok orang ini." celetuk Gion
"Ya kan gue sama Kiano udah minta maaf."
Galen yang pusing dengan ketiga temannya berdebat. Galen melepaskan jaketnya dan menyodorkannya ke Sena"ini ambil." Galen menaruh jaket nya ke atas meja.
"Hmm makasihh, Cogan-eh" Sena menyengir. "AAAAA SERIUS INI GUE DI PINJEMIN JAKET SAMA GALEN AAAAA JANTUNGKU KEJEDAR KEJEDORR!." Sena membatin kuat. mulutnya tak berhenti senyum senyum sendiri.
"Hmm," jawab Galen singkat dengan deheman dan melanjutkan membaca bukunya tanpa melirik ke arah Sena.
"Ishh cuek banget sih! Masa gw yang cyantik ini ga di lirik sama sekali." gumam Sena kesal dengan kelakuan Galen pada dirinya, Ia menarik tangan Gina dan Kayla lalu berjalan pergi meninggalkan keempat makhluk itu tanpa mengatakan apapun.
"Lho e-eh eh eh."
"Mau kemana njir, jangan tarik baju gue..molor nanti nyet." Ucap Gina, yang bajunya ditarik sama Sena.
"Ke kelas udah mau masuk." ketus Sena.
"Lha maen pergi Bae tu anak ... btw eh Len itu yang lu kasih jaketnya namanya siapa?" tanya Gion
"Sena." balas galen lalu berjalan pergi meninggalkan Zidan dan gion,
"Lha kita di tinggal njir ... woy Len tunggu Napa!" teriak zidan. Gion, Zidan dan kiano berlari mengikuti galen dan berjalan menuju kelas karena bel sudah berbunyi.
🌷🌷🌷
HAI PARAA READERSS GIMANA KABARNY?
Jangan lupa kasih saran yaa komen saran kalian kayak gimana ceritanya nanti ku pakai saran kalian
Oke makasihh bubb🌷
KAMU SEDANG MEMBACA
G & ALSENA (REVISI)
Teen FictionSeorang gadis Cantik bernama Alsena putri Alzeria yang biasa di panggil Sena gadis cantik dengan sifatnya yang centil, jahil dan di kenal dengan ke-barbarannya, jatuh cinta dengan pandangan pertamanya di sekolah pada ketua OSIS yang di kenal akan cu...
