H A P P Y R E A D I N G!
Matahari mulai terbit memancarkan sinar yang mulai masuk ke jendela kaca Sena dan sinarnya mengenai kelopak matanya membuat gadis putri dugong itu terganggu, Sena menarik selimutnya hingga menutupi sampai kepalanya. Sinar matahari itu mulai memenuhi sudut kamar Sena, membuat hawa panas dan sejuknya saling menyatu. Terdengar suara keras jam weker hitam di atas laci mulai mengganggu pendengaran Sena, Sena meraba mencari jam weker itu lalu mematikannya. Sena mengerjapkan matanya berkali-kali menyesuaikan matanya dengan cahaya yang mengenai matanya.
Sena terbangun, terlihat rambutnya yang berantakan, air liurnya yang mbleber ke pipinya. Sena menutup mulutnya yang mulai menguap,"hm jam berapa ini?" ucapnya dengan suara khas orang bangun tidur.
Sena mengambil jam wekernya lalu melihat jamnya."oh masih jam 5.10 mending gue tidur lagi," gumamnya Sena menaruh kembali jam wekernya dan kembali tidur lagi.
KRIINGG!
KRIINGG!
Suara jam weker kembali bergema membuat tidur Sena menjadi terganggu lagi.
"Ck! Akh berisik banget sih!" ucap Sena, kembali mematikan jam wekernya dengan sedikit memukul keras jamnya hingga jam itu berhenti mengeluarkan suaranya.
Sena akhirnya terpaksa bangun, setelah sekitar 15 menit tertidur, ia kembali melihat jam dan sudah jam 6.25, Sena menghela nafasnya panjang, ia beranjak dari kasurnya mengambil handuk pink-nya dan baju Pramukanya lalu berjalan ke kamar mandi dengan mata yang masih setengah terbuka.
BRUGHH!
"Aduhh!" Sena meringis kesakitan lantaran kepalanya yang terbentur dinding depan kamar mandi, "aww! sakit banget, Ini lagian siapa sih yang naro dinding di sini!? Ganggu banget," omelnya, memarahi dinding putih di depannya.
"Lu dinding ngapain sih berdiri di sini!! ngehalangin gue jalan aja! Pagi pagi ga usah bikin gue esmosi bisa ga!?" lanjutnya, masih dengan posisi sama mengomeli dinding putih.
"Lu buang waktu berharga gue!" ucapnya, Sena kembali melangkah masuk ke kamar mandi.
Setelah 5 menit membersihkan diri, Sena keluar dari kamar mandi dengan handuk yang dililitkan ke rambutnya dan setelan Pramukanya terlihat sudah sangat rapi, Sena duduk di meja riasnya ia melepaskan handuk yang berada di atas kepalanya lalu mengambil sisir dan mulai menyisir rambut hitam Panjangnya. Sena mengambil beberapa crem dan sunscreen lalu ia pakaikan ke wajahnya, Sena juga mempoleskan tipis makeup ke wajahnya agar terlihat tidak terlalu pucat.
"Nah udah rapi, oke saatnya ketemu calon pacar! Galen i'm coming," gumamnya Senang, Sena mengambil tasnya lalu dengan senang hati berjalan keluar kamarnya tak lupa ia menutup kembali pintu kamarnya, Sena menuruni anak tangga satu persatu terlihat ayah dan ibu tirinya tengah menyiapkan makanan.
Wajah Sena kembali mendatar melihat Ranti yang duduk di samping ayahnya Evan.
"Eh nak udah turun, sini sarapan. Ayah ambilin mau lauk apa?" tanya Evan tersenyum.
Sena duduk di bangku depan ayahnya."sama ayam aja, nasinya jangan banyak banyak." sahut Sena.
Evan mengangguk paham, lalu tangannya mengambil piring dan mulai mengambil sedikit nasi dan satu paha ayam.
"Ini, kalo mau nambah ambil aja," ujar Evan.
Sena mengangguk, ia mengambil sendok dan garpu lalu ia berdoa dan langsung memakan makanan di depannya. Tidak ada pembicaraan dalam keluarga itu hanya ada suara dentingan sendok yang berbenturan dengan piring.
Setelah selesai makan, Sena berdiri dari duduknya lalu membersihkan bekas makannya dan menaruh piringnya di wastafel.
"Yah Sena berangkat dulu ya," pamit Sena, menyalimi tangan Evan.
KAMU SEDANG MEMBACA
G & ALSENA (REVISI)
Teen FictionSeorang gadis Cantik bernama Alsena putri Alzeria yang biasa di panggil Sena gadis cantik dengan sifatnya yang centil, jahil dan di kenal dengan ke-barbarannya, jatuh cinta dengan pandangan pertamanya di sekolah pada ketua OSIS yang di kenal akan cu...
