Bab 15.

5 1 0
                                        

H A P P Y  R E A D I N G



Suasana kelas 11 IPS pagi ini sangat sepi karena seisi kelas terlihat tidak bersemangat dan lemas seperti kurang asupan gizi karena mengantuk, mereka lebih memilih melanjutkan tidurnya di mejanya masing-masing daripada untuk berbincang-bincang dengan temannya. Sedangkan seperti biasa siswi perempuan ia asik berbincang dan mengerjakan tugasnya yang terlewatkan.

Sena memasuki kelasnya dengan perasaan yang campur aduk antara malu dan senang, cewek itu berjalan ke tempat duduknya dan langsung duduk diam tanpa menyapa kedua temannya yang tengah memperhatikan dirinya.

"Sen?" panggil Kayla melambaikan tangannya ke depan wajah Sena. Cewek itu masih belum tersadar dari lamunannya, ia masih terus melamun dengan seulas senyum yang masih terus mengembang. Membuat kedua temannya yang menatapnya bergedik ngeri.

"Dia kenapa?" tanya Gina.

Kayla mengangkat bahunya tak tahu," ga tau, kayaknya banyak masalah tu anak, tutup telinga lo gue mau teriak," ucap Kayla. Gina menghela nafas lalu menutup rapat telinganya.

Kayla menghirup nafas panjang dan siap mengeluarkan suara cemprengnya,"WOYY!! KESAMBET LO?!" jerit Kayla tepat di telinga Sena.

Sena terkejut sampai membuyarkan lamunannya,"Eh Anjir! Lo ga usah teriak-teriak bisa ga! Masih pagi!" kejut Sena, sembari menatap tajam Kayla di sampingnya.

"Makannya jangan bengong, masih pagi lo mau kerasukan!?" timpal Kayla.

"Ck! Ngerusak suasana aja, udah tau lagi seneng juga!"

Kayla menyergit bingung,"Seneng kenapa? Cerita kuy,"

"Gapapa, lagian pasti udah pada tau,"

Kayla menyergit,"Elo aja belum cerita ya mana tau lah dongok!" hina Kayla.

"Lah, emang pada ga liat di lapangan tadi?" tanya Sena

Kayla dan Gina menggeleng."Ga, gue dari tadi di kelas," sahut Kayla.

"Ga jadi deh, pasti Lo pada kagak percaya,"

"Kasih tau! Atau gue cekek leher Lo!" ancam Kayla.

"Ish jahat banget, cocok jadi pemeran utama psikolog," celetuk Sena.

"PSIKOPAT!" ralat Kayla membenarkan ucapan Sena.

"Ah iya itu."

"Ga usah ngalihin topik udah cepetan tadi kenapa?" 

"Tapi jangan kaget ya," ucap Sena, yang di angguki kedua temannya.

"tadi gue di bonceng Galen, terus dateng barengan," cicit Sena dengan suara pelan karena malu, pipinya merah merona mengingat kejadian tadi.

"HAHH! SERIUS LO?" kejut Kayla, di balas dengan anggukan kecil dari Sena.

"Shut! Bisa ga sih ga usah cempreng tu mulut!"

Kayla memegang dadanya masih terkejut tidak percaya, Gina yang sedari tadi menyimak pembahasan mereka berdua ikut terkejut, mulutnya ikut terbuka lebar.

Sena mendengus kesal melihat kedua temannya.   "Ck! Woy malah bengong!"

"Woy!"

Tidak ada sahutan dari kedua sahabatnya yang masih diam terkejut.

TUK!

TUK!

"Awshh!"

Keduanya merintih bersamaan, setelah mendapati jitakan keras dari Sena di kepalanya.

Kayla berdecak kesal, "Ck! Ga usah jitak napa!" ucap Kayla seraya mengusap dahinya.

"Ish benjol kan jidat gue! Kalo geger otak tanggung jawab Lo!" Gina mengusap kasar dahinya yang memerah.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Feb 12, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

G & ALSENA (REVISI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang