13. chat Galen

18 6 0
                                        

H A P P Y  R E A D I N G

Setelah berkendara selama kurang lebih 5 menit akhir mereka berdua sudah masuk di pekarangan rumah Sena, Kayla memasuki gang dan sudah terlihat rumah di depannya, Kayla memberhentikan motornya di depan rumah Sena.

Sena turun dari motor Kayla. "Makasih ya udah nganterin gue, maaf kalo ngerepotin Lo," ucap Sena, sambil melepaskan helm milik Kayla.

Kayla menerima helmnya."ya, santai aja kayak sama siapa bae lo," sahut Kayla yang di balas anggukan Sena.

"Yaudah gue duluan ya Sen, Lo istirahat kalo masih sakit,"

"Iya hati hati pulangnya, makasih udah anterin gue," sahut Sena.

Kayla mengangguk, lalu menyalakan mesin motornya."bye Sen!" ucap Kayla sedikit teriak.

"Iya!"

Setelah melihat motor Kayla semakin jauh dimakan roda motornya yang terus berputar, Sena membuka gerbang rumahnya lalu melenggang masuk dan menutup kembali gerbangnya. Sena duduk di teras melepaskan sepatunya menaruhnya di rak sepatu yang berada di sampingnya, setelah melepaskan sepatunya Sena berdiri lalu membuka pintu rumahnya.

"Assalamualaikum!"

"Tumben sepi, ini Tante lampir kemana yah apa belum pulang dari arisan para emak-emak rentanya?" tanya Sena dengan dirinya sendiri.

menyunggingkan senyumnya dan melompat lompat girang "yesss gue bebas, semoga itu Tante lampir pulangnya lama atau sekalian ga usah pulang!" gumam Sena Senang, lalu melempar tas dan kaos kaki ke sembarang arah.

"Capek banget gue, mending rebahan," gumamnya.
Sena berjalan menaiki tangga untuk menuju ke kamar ia membuka pintunya lalu melenggang masuk dan kembali menutup pintunya. Sena dengan malasnya ia langsung menghempaskan tubuhnya ke kasur menatap langit langit putih kamarnya.

Tiba tiba pikirannya mengingat kejadian tadi membuat ia terdiam sebentar lalu terngiang kejadian yang tak bisa di pungkiri lagi antara malu dan salah tingkahnya tadi saat di sekolah yang membuatnya jantungan. Sena bibirnya yang datar kini kian mengembangkan senyum manisnya.

"AAAAAA!! GALEN LO BUAT GUE BAPERR!!!" pekik Sena, ia berlari ke kasur dan melompat-lompat juga melempar guling dan bantalnya hingga terbuang kemana mana.

"AAAAA JANTUNG GUE PINDAH KE LUTUT, GALEN GANTENG BANGETTT!!" jeritnya, ia terus meloncat-loncat di kasurnya sambil lincah dengan jogetan aliennya, setelah setengah jam Sena menghempaskan tubuhnya ke kasur, setelah puas menetralkan jantungnya yang berdetak kencang tadi, Sena beranjak dari kasurnya dan duduk di pinggiran kasur.

"Kenapa Galen tadi romantis banget sih! Apalagi tadi yang HUAA! GALEN LO HARUS TANGGUNG JAWABB!" Sena membenamkan wajahnya di bantal pink-nya membuat suara teriakkannya tertahan.

"Jangan di ulangi lagi makan pedasnya nanti kambuh lagi,"
Kata-kata itu terngiang di pikiran Sena membuat ia tak bisa berhenti tersenyum membayangkan suara, paras dan perilaku cowok itu.

"Asli suaranya berdamage bangett, kayak suaranya cowok fiksi!"

Sena mengambil nafasnya panjang tiba tiba  ia menciumbau tak sedap, ia mencoba mencium aroma tubuhnya dan benar saja aroma itu berasal dari tubuhnya."anjir dari badan gue ternyata baunya! Mending gue mandi dulu lah sebelum magrib," Sena langsung mengambil handuk dan satu pakaian ganti, ia langsung bergegas menuju ke kamar mandi karena sebentar lagi azan magrib berkumandang.

                                   *****

Setelah makan malam bersama ayah dan ibu tirinya, Sena dengan cepat menyelesaikan makannya ia mengambil minum dan meneguknya. Ia lekas berdiri dari duduknya dan ingin kembali ke kamarnya. Saat ingin berjalan tangannya Sena di tahan oleh Evan.

G & ALSENA (REVISI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang