Seorang gadis terlihat sedang melamun dengan tatapan mata yang kosong, dia menatap ke arah papan tulis di depan sana.
Teman sebangku nya bahkan kembali melemparkan tatapan penuh kekhawatiran padanya.
Sejak gadis itu pergi dari kantin,
blue hanya tampak diam dan tidak mengeluarkan suara apapun.
Kayla yang ingin bertanya pada akhirnya menyerah dan memilih diam sampai gadis itu sendiri yang ingin menceritakan nya.
Sedang blue, dengan pandangan lurus dia kembali mengingat kejadian sebelumnya.
Flashback
Dengan wajah kebingungan blue menatap heran ke arah pria di depan nya yang masih terus melemparkan senyuman padanya.
Baru saja dia ingin menghindar, lengan nya di tarik kasar sampai tubuhnya menabrak dada bidang pria itu.
"Mau kemana?" Tanya pria itu santai, tanpa peduli dengan berbagai tatapan yang menatap keduanya penasaran.
"Lepas!"
Blue mengabaikan pertanyaan pria di depan nya, dan mencoba melepaskan lengan nya yang di cengkram oleh pria itu.
Demi apapun dia menyesali keputusan nya untuk menyusul Kayla ke tempat ini. Blue sangat tidak suka menjadi pusat perhatian, apalagi dengan pria aneh ini.
Namun, bukan nya dilepaskan blue bisa merasakan bahwa tangan nya semakin di cengkram kuat.
Gadis itu bahkan sampai meringis pelan, menahan perih di pergelangan tangan nya.
Tanpa memperdulikan raut kesakitan dari gadis di depan nya, pria tadi semakin melebarkan senyum nya.
Jika dilihat dengan baik, mata coklat itu mamancarkan sebuah kekaguman yang besar karena bisa melihat paras sempurna blue dari jarak yang sedekat ini.
Sedang blue yang melihat keterdiaman pria itu, mencoba untuk kembali melepaskan diri. Dengan spontan, dia menggigit lengan besar yang menahan tangan nya.
Blue pikir pria ini akan kesakitan lalu melepaskan nya. Namun bukan nya dilepaskan yang ada blue tidak mendapati raut kesakitan sama sekali di wajah nya. Pria itu malah terlihat senang. Aneh bukan?
"Sangat agresif dan menarik." Katanya sambil tertawa kecil. Raut wajah blue semakin berubah drastis begitu dia merasakan terpaan nafas panas di wajahnya.
Dengan cepat gadis itu membuat jarak diantara mereka begitu dia posisi mereka yang terlalu dekat.
Tapi percuma saja dia juga tidak bisa untuk menjauh, karena tangan mereka masih bertaut.
"Siapa namamu gadis cantik?"
Pria itu kembali melayangkan pertanyaan, tapi lagi dan lagi blue memilih untuk tidak menggubris pertanyaannya.
Dia pikir pria itu akan marah, dan segera melepaskan nya. Tapi, nyatanya dia malah tertawa dengan suara beratnya dia berkata.
"Begitu angkuh, tapi aku semakin menyukainya." Ujar pria itu. Blue tau itu adalah sebuah sindiran halus, tapi dia tidak ingin peduli.
Yang terpenting sekarang dia harus bisa pergi dari pria ini.
Baru saja blue memikirkan cara untuk kabur dari pria itu, dia langsung terdiam begitu mendengar sebuah nama yang di ucapkan nya.
"Christina Blue Ruby Calton."
"How pretty name huh." Puji nya dengan pandangan yang masih menatap intens sepasang mata indah di depan nya.
"Aku baru tau Kaiser memiliki adik yang manis. " Celetuk nya lagi dengan penekanan di akhir kalimat.
Tiga kalimat yang keluar dari mulut pria itu bagai sebuah bom yang menghatam nya. Gadis itu bahkan sampai terpaku dengan wajah terkejut menatap sosok di depan nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Blue Trapped In BL Novel
Novela Juvenil[Transmigrasi, Figuran, Harem, Obsesi, Posesif, Dark Romance, Mature, Hardness, Redflag.] Disebuah ruangan serba putih terlihat seorang gadis cantik dengan baju pasien nya sedang terbaring sambil menatap seluruh pasang mata yang mengerebuni nya. mon...
