Disebuah ruangan besar, tepatnya di ruangan tamu terlihat 2 orang dewasa dan seorang pemuda yang tampaknya sedang membicarakan hal yang serius.
"Apa sebaiknya blue homeschooling seperti dulu saja?" Tanya seorang wanita, diusianya sekarang wanita itu masih terlihat sangat cantik.
"Kita tanyakan nanti ketika dia sudah sadar ma, aku tidak ingin dia kembali terluka hanya karena ingin sekolah seperti biasa."Ujar pria dewasa di samping wanita tadi, dia tampak resah dan khawatir.
"Aku tidak setuju." Ucap singkat seorang pemuda yang sejak tadi hanya diam mendengarkan.
Dengan tatapan tajam dia menatap kedua orang tua nya.
"Sampai kapan pun aku tidak setuju dengan keinginan blue itu. Dia akan tetap homeschooling." Katanya lagi dengan telak.
Pemuda itu terlihat tidak ingin dibantah dan mungkin itu juga berlaku pada kedua orang dewasa di depan nya.
"Kai lihatlah keadaan blue sekarang. Hanya karena kita tidak mengizinkan nya untuk sekolah seperti anak-anak lain dia malah menyakiti dirinya sendiri. "Ucap pria dewasa itu sambil membalas tatapan anak sulung nya.
"Keputusanku tetap sama." Balasnya lalu beranjak meninggalkan mereka yang meneriaki namanya.
Pria itu tidak menghiraukan nya dan bergerak untuk mengambil kunci motornya.
Dia kemudian pergi meninggalkan hunian mewah itu, dengan rahang yang mengetat.
Entah kemana pria itu pergi, namun sepertinya dia sangat marah sampai mengendarai motor sport miliknya di atas kecepatan rata-rata.
Sedang kedua orang tua tadi menghembuskan nafas kasar, mereka jadi bingung menghadapi dua permintaan berbeda dari kedua anak nya.
"Ayah bagaimana sekarang? Aku sebenarnya lebih setuju dengan keputusan Kaiser. Dengan begitu blue akan lebih aman." Tambah wanita itu, sambil menatap sang suami yang juga menatapnya.
"Untuk sekarang aku akan mengikuti apa yang putriku inginkan ma. Jika blue ingin sekolah seperti biasa, maka aku akan memenuhi nya. Masalah keselamatan nya aku bisa menjamin nya." Balas nya lagi dan kembali melanjutkan kegiatan yang sempat tertunda.
"Mengenai keputusan Kaiser, biarkan saja dulu. Dia sudah dewasa untuk bisa berpikir. Seharusnya di saat seperti ini dia memikirkan keadaan adik nya." Jelasnya sambil mendengus.
Pria dewasa itu merasa kurang suka melihat sang istri yang selalu mengiyakan permintaan anak laki-lakinya.
Setelahnya dia kembali sibuk mengurusi tumpukan berkas menumpuk yang berada di atas meja.
Sedang sang wanita tadi hanya bisa menghela nafas kasar.
Situasi ini akan selalu terjadi apabila kedua pria yang disayangi nya itu memiliki perbedaan pendapat tentang putrinya.
Dia memilih berlalu ke arah dapur untuk membantu para pelayan menyiapkan makan malam.
Sesekali dia melihat ke arah jam dengan harap-harap cemas agar sang putri segera bangun.
****
Di sebuah kamar besar terlihat seorang gadis, yang masih saja terus tidur tanpa tau bahwa dibawah sana telah terjadi perdebatan hebat karenanya.
Beberapa jam berlalu hingga tubuhnya mulai menggeliat dan mata bulat itu akhirnya terbuka.
Matanya mengerjap beberapa kali, mencoba untuk menyesuaikan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Blue Trapped In BL Novel
Jugendliteratur[Transmigrasi, Figuran, Harem, Obsesi, Posesif, Dark Romance, Mature, Hardness, Redflag.] Disebuah ruangan serba putih terlihat seorang gadis cantik dengan baju pasien nya sedang terbaring sambil menatap seluruh pasang mata yang mengerebuni nya. mon...
