#Sebuah gelang

37 36 3
                                    

Semakin hari Avisa mulai sering mengunjungi Tempat ice skating bersama Ethan, Ethan mengajarinya beberapa gerakan seperti Menjaga keseimbangan lalu semakin lama Avisa berlatih akhirnya Avisa bisa melakukan teknik putaran belakang, Dibalik putaran yang lancar itu Avisa jatuh terus menerus hingga hampir menyerah namun percobaan terakhir Avisa bisa melakukan nya dan Ethan senang melihat Avisa yang mulai bisa melakukan teknik teknik yang rumit.

Avisa:"Yess!!, aku bisa!"
Ethan:"iya, iya hebat kamu"
Ethan mengulurkan tangannya seperti kemarin, Avisa terdiam,
Avisa:"apa?"
Ethan:"tanganmu, aku pinjam"
Avisa menuruti permintaan Ethan dan melihat Ethan memeberikan sebuah gelang berwarna hitam dengan Hiasan sebuah 'logo' yang tidak dikenali oleh Avisa,
Avisa:"ini artinya apa?"
Ethan:"kamu mau pulang hari Selasa kan?,ini buat kenang kenangan jangan sampe ilang"
Avisa melihat gelang hitam yang melingkar di lengan kecilnya dan mulai tersenyum,
Avisa:"aku... Gak ngasih apa-apa ke kamu.. Oh!"
Ethan hanya diam saat Avisa merogoh sebuah gantungan kunci Al-Qur'an mini
Avisa:"aku tahu kamu bukan agama islam..tapi...ini buat kamu"
Dengan ekspresi polos Avisa memberikan itu kepada Ethan, Sedangkan Ethan menerima itu dengan canggung
Ethan:"beneran ini buat aku?"
Avisa mengangguk semangat,Ethan merasakan sesuatu yang aneh dalam dirinya
Ethan:"oke oke,aku terima, kalau kamu ke Bali lagi, janji bakal kesini oke?"
Avisa:"insyaallah"
Ethan:"apa itu?"
Avisa:"kalau Allah ngizinin aku kesini ya aku bakal kesini beneran,kalau enggak ya enggak"
Ethan mengangguk paham.

Flashback sebelum bertemu

                               ⋇⋆✦⋆⋇ 

Cuaca hari itu Hujan yang cukup deras, Ethan yang saat itu pelatihan keras dari sang Ayah  Yaitu berlari keliling Sekolah ia melihat seorang Gadis berjilbab pink tua sedang berayun ayun di ayunan depan kelas TK, Ethan tidak peduli dan melanjutkan Lari nya agar tidak terkena hukuman setelah latihan Ethan melihat Gadis itu lagi sedang membaca buku Fisika dan terlihat asyik sendiri, Ethan melihat gadis itu lebih lama dan melihat mata gadis itu yang cerah berwarna cokelat terang tidak seperti kebanyakan orang yang coklat gelap, Hingga Ethan dikejutkan oleh Sang Ayah yang memanggil nya dengan suara keras,
"ETHAN! "
Ethan segera berdiri tegak dan melihat sang Ayah yang lebih tinggi darinya,
"Kenapa hanya melihat gadis itu?, kau penasaran?"
Ethan hanya menoleh dan tidak menjawab
"Apakah itu attitude anak seorang Panglima?"
Ethan:"tidak Ayah" Jawab Ethan tegas
Ethan:"Aku hanya melihat nya di perpustakaan"
"Dia anak seorang Profesor sekaligus guru disini, Jika kau penasaran dengannya kau bisa mencoba bermain bersamanya"
Ethan hanya diam lalu mengangguk, Dan ia pamit karena Tugas rumahnya belum selesai ia segera pulang, Saat perjalanan pulang ada segerombolan anak resek yang selalu menghadang Ethan, entah itu meminta uang atau yang lainnya namun Ethan selalu menuruti mereka kecuali berkelahi, saat itu mereka seperti marah entah kenapa tiba-tiba langsung memukul Ethan namun Ethan dengan Refleks yang terlatih ia bisa menghindari nya lalu mulai berkelahi dengan mereka, Ethan memang menang tapi salah satu dari mereka yang beranggotakan 5 orang anak seusianya memukul Kepala Ethan dengan kayu yang membuat nya tumbang, Ethan berusaha Bangun namun tidak bisa karena kepala yang berdenyut denyut ia terpikirkan kenapa saat begini ia tumbang namun saat Latihan yang seperti itu ia tidak tumbang 'aneh'
Ethan pasrah dengan apa yang akan mereka lakukan padanya.
"HEI!"
suara seorang gadis dari jauh yang membuat Pengerusuh itu melihatnya begitu juga Ethan, gadis berkulit sawo matang, mata cokelat cerah, tubuhnya kecil berbaju Baju Muslim berwarna pink cerah, dan berhijab pink tua.....

Gadis itu' Ethan langsung berusaha bangkit namun Kakinya yang tadi dipukul sesuatu dengan kepalanya berdenyut dan sakit ia tidak bisa bangkit  Ia melihat gadis itu mulai dikelilingi oleh Mereka, Namun ajaibnya saat mereka akan menyentuh Gadis itu dia seperti merapalkan sesuatu yang membuat Anak anak itu ketakutan, keram, mereka lari meninggalkan Ethan dan gadis itu.
"Kamu gak apa-apa?" Tanya gadis itu dengan suara pelan dan panik.
Ethan:"enggak... Gak apa-apa"
"Ke UKS mau?"
Ethan:"gak usah"
Ethan Berjalan sempoyongan dan tak berselang lama jatuh, Gadis itu hanya bisa menepuk jidat dan membantu Ethan ke UKS.
Sesampainya disana yang Gadis itu tahu hanya memberi obat lalu menutupinya agar tidak terkena kuman,
Ethan:"Boleh tau namamu?"
Gadis itu tidak menoleh ke Ethan namun menjawab pertanyaan itu, "Avisa"
Ethan:"kamu apain mereka tadi?"
Avisa:"doain"
Ethan:"ha?"
Avisa:"kalau Allah udah berkehendak siapa yang bisa lawan?"
Ethan:"Tuhan ya"
Avisa:"oke udah!, aku duluan ya!, udah ditungguin"
Ethan:"ya"
Ethan melihat Avisa pergi meninggalkan UKS dan ia memegang kepala dan kakinya yang diperban ya, memang tidak rapi namun membuat Ethan takjub.
Kemudian Beberapa hari kemudian ia melihat Avisa lagi namun di Ice skating area dia sedang berlatih keseimbangan tanpa Ethan sadari Ia selalu memperhatikan Avisa, hingga setelah ia memberikan Gelang itu Avisa tidak pernah datang lagi, ia bertanya ke Seorang Guru, dimana Profesor Ahmad, ayah Avisa sekaligus guru Matematika nya, Ethan menemukan Profesor Ahmad sedang menilai kertas ujian.
Ethan:"permisi"
Pak Ahmad:"Silahkan"
Ethan:"Maaf sebelumnya, apakah anak bapak bernama Avisa?"
Pak Ahmad:"oh, iya benar Ethan tahu?"
Ethan:"iya pak, kalau boleh tahu kapan  Avisa kembali kesini?"
Pak Ahmad:"kalau itu setiap liburan sekolah,Ethan biasanya main sama anak saya?"
Ethan:"iya pak... Akhir-akhir ini saya sering bermain dengannya"
Pak Ahmad:"Mungkin butuh waktu lama kamu ketemu sama dia lagi, jadi tunjukkan proges kamu selama dia pergi, anak saya juga sedang berusaha"
Ethan:"maaf.. Maksud bapak apa?"
Pak Ahmad:"saya lihat lihat kamu tertarik dengan anak saya?"
Ethan hanya merasa itu benar, dia merasakan sesuatu masuk dalam dirinya
Pak Ahmad:"kalau masih suka sampai dewasa...Tunjukan pada saya"
Ethan:"baik pak"
Entah kenapa Ethan menjawab itu dengan menerima kenyataan bahwa dia menyukai Avisa selama ini, dia mulai berjanji pada dirinya sendiri untuk berusaha yang terbaik agar Avisa bahagia.

                               ⋇⋆✦⋆⋇ 

Rencana  Cinta Dibawah HujanTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang