11

192 27 5
                                        

Brakk!!!

"Lepaskan aku!!"

Wanita itu memberontak saat tubuhnya di dudukan di atas ranjang.

"kau tahu apa yang menjadi kesalahanmu oh jisoo?" Pertanyaan yang cukup santai namun membuat jisoo cukup tercengang.

"aku merasa tidak melakukan kesalahan apapun!" Jisoo menolak apapun tuduhan sehun sekarang padanya, toh lagipula yang harusnya marah di sini adalah dirinya.

Sehun mendengus geram, pria itu tidak suka jisoo yang melawan dan berani padanya seperti ini, dirinya hanya ingin kim jisoo yang tunduk dan menurut padanya. Sehun bersumpah malam ini dirinya akan membuat jisoo kembali menurut dan tidak berani lagi padanya.

"kau berani padaku jisoo?"

Sehun sudah termakan oleh emosinya, pria itu dengan kejam menarik rambut jisoo hingga sang empu mendongak dengan menahan rasa sakit kepalanya.

"Sejak kapan kau menjadi seorang pembangkang ah! Apa pria itu yang mengajarimu !!!"

"Kau menyakiti ku!" Ringis jisoo memegang pengelangan tangan sehun yang berada di rambutnya, wanita itu mulai terisak,tidak menyangka sehun dapat bertindak kasar padanya.

"sakit ! Inilah akibat yang kau dapatkan jika melawan!" Bisik kejam sehun. Tanpa melepaskan tarikan tangannya sehun menyeret jisoo menuju kamar mandi.

"Apa yang ingin kau lakukan!" Teriak jisoo ketakutan saat sehun memaksa kedalam bathtup, mengisi bathup itu dengan air.

Lagi , jisoo begitu terkejut saat sehun dengan kasar menengelam kepalanya ke dalam air.

jisoo mencoba memberontak, tangannya meraih pengelangan tangan sehun , berusaha untuk menyingkirkan tangan pria itu dari kepalanya, namun semakin jisoo melakukan perlawan sehun semakin kejam menekan kepala jisoo ke air.

jisoo merasa akan kehabisan nafas membuat perlawanannya pada sehun semakin melemah, dirinya akan mati jika saja sehun tidak menarik kepalanya.

Sebisa mungkin jisoo mengambil nafas mengisi udara di paru parunya yang sempat dia rasa sesak.

"Simpan di kepala mu dengan baik , jika sekali lagi kau mencoba melawanku kau akan mendapatkan hukuman yang lebih buruk lagi!" Sehun memberi peringatan untuk jisoo, perintahnya mutlak dan jisoo harus menuruti itu.

Jisoo sepertinya begitu sangat syok, dia sama sekali tidak berani melihat sehun yang masih menatapnya penuh bengis, apa yang terjadi padanya sekarang, kenapa suaminya berubah menjadi seperti monster sekarang.

✨✨✨

Tiga hari berlalu sejak hari dimana sehun memberi hukuman pada jisoo, selama tiga hari juga jisoo memilih untuk diam, tampak wanita itu masih ketakutan pada sehun.

"sampai kapan kau akan mendiami ku" sahut sehun membuat jisoo yang tadinya sedang duduk di taman belakang rumah mereka terkejut karena kehadiran sehun yang tiba tiba.

bukan kah sehun sedang di luar kota? Kapan pria itu kembali?

hukuman sehun padanya membuat jisoo trauma hingga wanita itu tidak berani menatap wajah sehun sekarang.

Melihat jisoo yang mulai ketakutan padanya, cukup membuat sehun puas, dirinya yakin jisoo tidak akan lagi berani melawannya.

Tangan sehun menyentuh bahu jisoo , seketika sehun merasa ketegangan wanita itu

"Aku dengar kamu sama sekali tidak keluar rumah saat aku tidak ada" ujar sehun membelai bahu jisoo "aku senang kau menjadi istri penurut lagi" kata sehun kembali.

Pria itu menarik jisoo untuk berdiri, meraih pinggang mugil jisoo untuk merapatkan tubuh keduannya. "Tidakkah kau merindukan ku sayang" bisik sehun , di gigitnya kuping jisoo , tangan pria itu kemudian bergerak menahan salah satu kaki jisoo keatas guna memberinya aksen sela paha yang terbuka.

Belum sempat menghilangkan keterkejutan atas tindakan tiba tiba yang di lakukan sehun, dirinya di buat terkejut saat bibir pria itu menyentuh bibirnya, memberi sentuhan sensual.

✨✨✨

Setelah puas bercinta dengan jisoo, sehun mengunakan pakaiannya kembali, dilihatnya jisoo yang masih terbaring di atas ranjang mereka, wanita itu seperti enggan melihat dirinya.

Wanita bodoh , apa dia tidak tahu kalau dirinya tidak peduli akan kemarahannya

"besok malam ibu ku akan berkunjung kesini" ucap sehun tiba tiba.

Jisoo yang tadinya enggan menatap sehun lekas menoleh, keningnya mengernyit.

Bukankah sehun pernah cerita padanya kalau kedua orang tuanya sudah tiada.

"Ibu? Bukankah ibu mertua sudah tiada" ucap jisoo.

Ah sehun baru ingat sekarang, dia pernah cerita pada jisoo jika dia seorang yatim piatu.

"Dia ibu yang mengasu ku saat di panti asuhan dulu..." jelas sehun tidak ingin jisoo curiga, lagipula dia tidak sepenuhnya bohong.

"kamu orang seperti apa sebenarnya? Kenapa aku merasa banyak hal yang kamu sembunyikan dariku?" Tanya jisoo, dirinya merasa tidak mengenal sosok sehun akhir akhir ini.

Sehun hanya menyeringai tipis mendengar pertanyaan sang istri, dirinya mendekati jisoo, "cukup kau menjadi istri yang patuh saja jika kau tidak ingin hidup sensara" ucap pria itu. Tangannya mengusap kepala jisoo memberi kecupan kecil disana.

Jisoo yang mendengar itu , tidak dapat berkata kata, suami yang dulunya begitu hangat padanya kini telah berubah.. apakah ini sosok sehun sebenarnya?

Di sisi lain, taehyung yang beberap hari ini tidak melihat jisoo menjadi sedikit gelisah. Apa terjadi sesuatu pada wanita itu?

Menarik nafas, pria yang sedari tadi tengah mengawasi rumah oh sehun dari jendela rumahnya, memutuskan untuk pergi dari sana dan berjalan menuruni tangga menuju ruang bawah tanah.

Taehyung memasuki sebuah kamar rahasia di ruang bawah tanah miliknya, menekan kontak lampu membuat ruangan itu menjadi terang memperlihatkan isi dari ruangan tersebut.

Taehyung berjalan menuju papan tulis bening yang ada di dinding ruangan itu, di mana papan tulis itu di penuhi beragam tulisan dan juga foto foto .

Maniknya tertuju pada foto seorang pria yang berada paling atas dari foto foto lain, menatap foto tersebut dengan pandangan penuh rasa dendam.

"Kak aku menyukai seseorang" taehyung tiba tiba saja teringat suara seorang gadis dari masa lalunya, teringat bagaimana senyum gadis itu saat memberitahukan dirinya jika dia menyukai seseorang "oh sehun... aku menyukai dia " kata sang gadis.





#maaf kependekan.. ini last chapter yang aku up hari ini, semoga kalian suka... silahkan komen biar aku tetap semangat untuk lanjuti cerita ini , terima kasih juga semua yang sudah nunggui aku upload 🙏🏻🙏🏻 semoga aku bisa up kelanjutannya secepatnya. Terima kasih . See you next chapter 🙏🏻

UNHOLYTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang