Kaki taehyung melangkah menyusuri koridor di rumah sakit, wajah pria itu terlihat begitu pucat dengan keringat dingin membasahi pelipisnya.
paru parunya menyempit ketika dia telah sampai di depan pintu ruangan yang masih tertutup rapat.
Berkali kali menyakinkan dirinya untuk tenang akan tetapi debaran pada jantung berbapacu begitu hebat hingga dia tidak dapat mengontrol ketenangannya sendiri.
Dengan perasaan bercampur aduk , tangannya mulai mendorong pintu didepannya pelan. Hawa di dalam ruangan itu membuatnya seperti tercekit, matanya melihat dua orang pria berjas hitam dan seorang dokter perempuan sudah berada di dalam ruangan tersebut membuatnya semakin kesulitan untuk mengambil napas, terlebih lagi saat melihat brangkar yang berada di tengah ketiga orang yang kini sedang menatap dirinya, dimana seorang gadis terbuyur kaku tak bernyawa terbaring disana
Melihat kehadiran taehyung, salah seorang pria tersebut lantas menghampiri taehyunh yang masih terkaku di tempatnya.
Menyuruh sang empu untuk mendekat brangkar tersebut.
"tidak" batinnya tidak ingin percaya, seluruh tubuhnya gemetar dengan air mata yang tidak dapat dia tahan lagi , mendekati sosok sang adik yang terbujur kaku, dengan luka sayatan di lehernya.
"Kim yeri hiks bangunlah hiks" panggil taehyung , berkali kali dia mencoba membangunkan sang adik namun sia sia, yeri tidak juga membuka matanya membuat taehyung meraung raung menangisi kepergian sang adik yang begitu tragis.
"YERI!!!!"
Taehyung terbangun dari mimpinnya, nafasnya memburu dengan tubuh yang basah karena keringat.
Lagi , taehyung memimpikan kematian adiknya. Dadanya sangat sakit mengingat bagaimana dia tidak dapat melindungi yeri hingga gadis itu harus merenggut nyawa.
"maafkan oppa yeri maafkan oppa" sesak taehyung semakin menyalahkan dirinya.
Jika saja dia tidak membiarkan yeri pergi malam itu , maka adiknya akan tetap hidup hingga sekarang.
bulir air mata telah membasih pipi taehyung, tangannya meremas kuat selimut miliknya. Ketika mengingat sosok yang telah mengambil nyawa sang adik.
Oh sehun. Nama itu begitu melekat dalam dendam taehyung, pria itu telah bersumpah di depan keburan yeri akan membuat sehun membayar apa yang telah di perbuat pada yeri.
✨✨✨
Sejak pagi jisoo terus sibuk, dirinya telihat telah selesai membersikan rumah dan berniat untuk ke super market terdekat untuk membeli beberapa bahan makanan untuk acara malam bersama ibu sehun nanti malam.
Telah berganti pakaian, jisoo melangkah ingin keluar rumah. Pikirannya tidak dapat lepas dari sosok ibu sehun yang baru dia ketahui semalam.
Kenapa sehun tidak pernah mengatakan itu sebelumnya padanya? Apa yang sebenarnya sehun sembunyikan darinya?
Pertanyaan itu terus saja bermunculan di kepalanya, sebenarnya jisoo ingin menanyakan hal itu pada sehun, akan tetap wanita itu masih ketakutan akan kemarahan sehun.
"Anda akan pergi kemana?" Tanya taehyung ketika jisoo baru saja menutup pagar rumahnya.
"ada apa?" Tanya taehyung kebingungan melihat jisoo seperti ketakutan akan kehadirannya.
"maaf aku terburu buru" ucap jisoo , bukannya ingin bersikap tidak sopan pada taehyung yang datang menghampirinya dengan ramah, akan tetapi jisoo takut pada sehun yang mungkin akan mendapati mereka nanti sedang berinteraksi.
KAMU SEDANG MEMBACA
UNHOLY
FanfictionKim jisoo mengira dia telah menikah dengan seorang pria baik,tapi nyata jisoo tidak tahu kalau pria yang dia nikah menyembunyikan banyak rahasia darinya
