"Berikan ini pada wanita bodoh itu"
Alis sehun terangkat sebelah saat melihat paper bag yang hyeji berikan, mempertanyakan isi dari paper bag tersebut.
"kau tenang saja isi tas itu bukan racun, aku tahu kau masih membutuhkan wanita bodoh itu untuk saat ini, aku hanya tidak ingin wanita itu mengandung anak mu, aku yakin kau juga tidak ingin hal itu terjadi" jelas hyeji pada sehun.
Sebenarnya hyeji sudah sangat ingin menyingkirkan wanita yang menjadi istri sehun agar dirinya bisa bersama sehun kembali, tapi jika dia melakukan hal yang tidak di inginkan oleh pria itu, sehun mungkin saja akan marah padanya, atau lebih parah lagi pria itu mungkin saja akan meninggalkannya. Walaupun hyeji kurang yakin akan hal itu.
Mengerti akan maksud hyeji, sehun hanya dapat mengambil paper bag itu dari tangan hyeji membuat sang wanita merasa puas.
"Pastikan wanita itu meminumnya selalu" kata hyeji mengingat sehun saat pria itu beranjak pergi.
✨✨✨
Pagi ini seperti biasa jisoo dan sehun sarapan bersama.
Sehun yang tadinya hanya fokus dengan makanannya, akhirnya melirik pada jisoo sedari tadi terus diam
Sedangkan jisoo, wanita itu rupanya masih memikirkan kejadian semalam.
Haruskah dia pergi menemui taehyung pagi ini?
Tidak boleh, jisoo tidak boleh terlibat lagi dengan pria itu.
Tapi kenapa setiap kali dirinya mengingat kata kata taehyung yang mengatakan bahwa pria itu menyukainya , rasanya ada yang mengelitik dirinya terlebih lagi saat dirinya mengingat ciuman dari pria itu.
Oh tuhan, apa yang kau pikirkan oh jisoo, ingat kau sudah mempunyai sehun, jangan biarkan rumah tangga mu hancur karena taehyung.
Jisoo terus saja bergulat dengan pikirannya sendiri hingga membuatnya tidak sadar jika sedari tadi sehun terus memanggil namanya.
brak
Suara gebrakan meja berhasil membuat jisoo sadar dan terkejut.
"Ada apa dengan , aku memanggilmu tapi kau sama sekali tidak menyahut!!"
Rupanya sehun kesal karena jisoo sedari tadi hanya diam dan tidak mengubris dirinya.
"Maaf aku sedang memikirkan sesuatu" kata jisoo meminta maaf cepat karena tidak ingin sehun lebih kesal.
Sehun mendengus, apa yang sedang wanita bodoh ini pikirkan hingga mengabaikan dirinya.
Tapi kenapa sehun harus merasa kesal hanya karena jisoo mengabaikan dirinya.
"sudahlah" kata sehun tidak ingin memperpanjang "apa kau sudah meminum obat herbal yang ibu ku berikan padamu?" Tanya sehun mengubah topik pembicaraan.
Kepala jisoo mengangguk, semalam setelah saat sehun pulang, pria itu membawa sekantong berisi obat herbal yang merupakan untuk penyubur kandungan dari ibu angkat pria itu.
Tentu saja jisoo senang, walaupun dirinya semalam merasa sang ibu mertua tidak menyukai dirinya, tapi melihat ibu mertuanya begitu memperhatikan kesehatannya, jisoo mempercayai ibunya tidak sepenuhnya tidak menyukai dirinya.
"Ya, setelah kamu memberikannya semalam, aku meminunnya" jawab jisoo dengan senyum yang begitu polos.
Sehun hanya mengangguk dan menatap jisoo penuh makna, entah apa yang pria itu sedang pikirkan sekarang.
KAMU SEDANG MEMBACA
UNHOLY
FanfictionKim jisoo mengira dia telah menikah dengan seorang pria baik,tapi nyata jisoo tidak tahu kalau pria yang dia nikah menyembunyikan banyak rahasia darinya
