Diseluruh dunia,engkau orang yang paling aku nanti untuk kembali
.
Diseluruh dunia,engkau orang yang paling aku sayangi
.
Diseluruh dunia,engkaulah yang paling dekat denganku
.
Tak bisa ku bayangkan ku kehilanganmu
.
Tak pernah ku bayangkan ku kehil...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"A' Jarka kenapa ngga jujur lagi sama Juna kalo tangan aa berdarah? Ihh a'a,berbohong itu ngga baik loh a' kata ustadz Adam,kak Harun dulu juga pernah bilang kalo kak Harun ngga suka adeknya bohong"omel Juna membalut tangan kanan Jarka dengan perban putih setelah di oles betadine sebelumnya.
"Iya iya maafin a'a,lupa itu lagian juga ngga ngerasa kalo berdarah kok"jawab Jarka enteng mengingat kemarin ia pergi memancing bertiga dengan Jay dan Sam yang sudah menjadi patner memancingnya sekarang.
"A',ustadz bilang kalo kita cuma boleh bohong kalo keadaannya darurat loh a',ini aa malah bohong sama tubuh aa yang sebenernya darurat butuh diobatin,si aa ih"lanjut Juna mengomel sang kakak.
"Ooh gitu...jadi kalo Rey ditodongin pistol sama penjahat dan nanya nama Rey,trus Rey jawab bohong itu gapapa dong?"celetus Rey yang mendengar obrolan asik itu
"Asal yang lu sebut bukan nama nama kita ya gapapa,kalo ampe nama gw kesebut ato nama dari kakak kakak lu yang lainnya kesebut,awas loh ya"timpal Jay datang membawa se keranjang pakaian kering cucian tadi pagi.
"Biarin,biar abang Jay yang lawan penjahatnya sendirian"balas Rey menjulurkan lidah nya tak mau dicibir sang abang.
"Heh...Rey...ngomongnya..."tegur Harun pelan yang sibuk membaca buku Ipa miliknya di sofa ruang tamu
"Ayah!..."pekik Sakya melihat sang ayah sudah berpakaian rapih keluar dari kamarnya lalu berlari kencang menubruk tubuh sang ayah yang hampir terhuyung ke belakang akibat pelukan mendadak itu.
Surai hitamnya diusapnya lembut setelah itu bergerak menyalimi tangan kanan ayah sembari tersenyum lebar menatap wajah tenang yang paling tua.
"Ayah hati-hati ya..."pesan Sakya
"Iya sayang..." Keenam saudara yang lainnya segera menghampiri kedua insan yang masih setia berpelukan sedaritadi meminta jatahnya untuk dipeluk sang ayah juga.
"Ayah ngga bakal bawa anak baru lagi kan?"ceplos Rey dengan cengiran tak bersalah
"Ngga nak...kalo pun emang ayah bawa anak baru lagi,berati Rey ngga suka dong ama kak Harun,bang Jay,a' Jarka,Sakya ama Juna dong"
"Huuu Rey cuma ngomong kalo sayang kita padahal aslinya ngga,huuu"cibir Sakya langsung
"Rey...bisa kamu jelasin?"Harun ber akting layaknya seorang pacar meminta penjelasan,tapi ini bukan soal pacar.
"Iih ayah maaah"
"Mulai lagi mulai nangiss"ledek Sam dengan wajah cemberut Rey
"Haha...lucunya anak anak ayah semua...baik baik ya disaat ayah ngga ada,kak Harun,bang Jay,a' Jarka dan kakak air,ayah titip rumah dan adek adek sama kalian yaa...dan buat Sakya,Juna dan Rey...jangan susah di suruh sama kakak kakak,ayah boleh berangkat ga nih?"mengingat posisi yang nampaknya tak memungkinkan untuk berjalan saat dihadang ke tujuh anak anak nya.