Diseluruh dunia,engkau orang yang paling aku nanti untuk kembali
.
Diseluruh dunia,engkau orang yang paling aku sayangi
.
Diseluruh dunia,engkaulah yang paling dekat denganku
.
Tak bisa ku bayangkan ku kehilanganmu
.
Tak pernah ku bayangkan ku kehil...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"A-yahh...Rey belum..."
"Ada kak Harun nak,ayah mau antar yang lain biar dapat tempat duduk dulu...Harun,ayah minta tolong yaa"
"Siap ayah...Rey tunggu abis ibu ini ya,Rey dulu yang pesan gapapa,Harun terakhiran"ucap Harun merangkul Rey yang nyatanya lebih pendek darinya.
"I-iya...kak"balas Rey sedikit takut.
"Oke,adek mau pesan apa?"tibalah giliran Rey memesan makanan warteg-an itu.
"Rey mau telur dadar!"
"Maaf dek,telur dadar nya udah habis tadi kebeli sama ibu ibu sebelumnya"
Rey manyun tak lagi berselera untuk makan
"E-eh..k-kak..."kaget Rey saat Harun mengangkat tubuhnya lebih tinggi untuk melihat semua jenis lauk yang ada
"Ayo dipilih Rey...kasian yang lainnya nunggu dibelakang kita masih banyak"bisik Harun,beruntung karyawan warteg maupun Harun menyimpan kesabaran sebesar mungkin.
"K-kakak aja dah yang bilang...kentang pedes sama kuah semur telor aja"tiba tiba berubah menjadi malu.
Harun menurunkan tubuh Rey dan memintanya untuk tetap ditempatnya Rey nurut dan menggenggam ujung baju sang kakak takut terlepas.
Sedangkan Harun sekalian memesan lauknya dan membawa dua piring ke tempat yang sudah di tempati yang lainnya,ia tak ingin Rey membawa piringnya sendiri,kalau jatuh dan pecah bisa bisa harus membayar lebihan.
Rey langsung mengambil tempat duduk disebelah Sakya sedangkan Harun menempati kursi kosong terakhir yang tepatnya disebelah anak yang belum sama sekali ia kenal namanya,ia berpikir bahwa dia adalah kakak dari Reyki
Makan sarapan berlangsung dengan tenang,semuanya melahap nasi dan lauk pauk yang mereka pesan masing masing sampai
"Y-yah...aduh..."
"E-eh...kamu ngga papa?"panik Harun karena bocah disampingnya tak sengaja menumpahkan minumannya dan berujung terkena sedikit dari kaosnya
"Sam...bilang apa?"suara rendah itu ditujukan pada Sam yang dimaksud dan ayah Daran tak berniat untuk memarahi anaknya
"M-makasih...k-kak...m-maaf aku belum kenal nama kakak"
Harun yang sudah membuang tisu yang tadi ia gunakan untuk mengelap baju Sam tersenyum,bahkan terkekeh.
"Senyum dong...kakak sama sekali belum tau nama kamu..."pinta Harun
Dengan malu malu sosok yang dipanggil Sam tadi tersenyum tipis dan mulai mengenalkan diri
"N-nama aku,Samudra...biasanya dipanggil Sam aja"tuturnya
"Ooh nama panjang kakak tuh kak Samudra aja gitu"celetuk Juna
"B-bukan gitu..."malu Sam membuat semua mulut tertawa dengan kebercandaan sederhana itu
"Oh iya,adek kakak gimana dirumah sakit?"tanya Rey pada Jay yang melihat ayahnya bersama dengannya saat ia menghampiri rumah sakit