Diseluruh dunia,engkau orang yang paling aku nanti untuk kembali
.
Diseluruh dunia,engkau orang yang paling aku sayangi
.
Diseluruh dunia,engkaulah yang paling dekat denganku
.
Tak bisa ku bayangkan ku kehilanganmu
.
Tak pernah ku bayangkan ku kehil...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
pagi itu kala enam bersaudara sudah berangkat ke sekolah masing masing dan yang tertua pergi mengais nafkah untuk keberlangsungan hidup mendadak tanpa ayah seperti ini
"Jay mana? tadi dia ikut kita kesini kan?" tanya Jarka pada Sam
"auk,urus aja sendiri sana kembaran lu" jawab Sam tak acuh sedikit menggores niat baik Jarka yang sudah ia susun baik baik agar berbicara dengan baik pada saudaranya itu
jarka mengulum senyum paksa lalu beranjak dari hadapan Sam
"oke,fine iya sodara gw"
dan disinilah Jarka bingung hendak menjawab pertanyaan gurunya yang menanyakan dimana keberadaan Jay
"maaf bu,kami ngga tau"bukan dengan kalimat aku,namun terlalu berbaik hati ia menurut sertakan nama Sam juga dalam kalimatnya barusan agar bu guru tak menanyakan hal yang sama dua kali pada Sam juga
"kalian kan satu rumah,aneh banget kalo ngga tau saudara nya sendiri kemana"cibir bu guru kemudian sembari mengeluarkan buku mata pelajaran yang akan dimulai setelah mengabsen seluruh murid di kelas
"ya terus masalah kalo emang kita satu rumah? harus banget kita nyari tau urusan orang lain yang lagi apa? toh kita cuma tinggal serumah,bukan satu saudara juga"jawab Sam sudah memanas hatinya
bu guru itu lantas terkejut dengan balasan dari Sam yang pasalnya ia hanya bergumam sendiri
"ahh,maaf bu,tak usah dipikirkan,lanjutkan saja pembelajarannya" Jarka mencoba mengontrol suasana lagi agar tak makin memanas,senyuman lebarnya ia coba pasang dan sebisa mungkin tak terlihat terpaksa untuk melelehkan suasana tegang
"baik,kita lanjutkan materi hari ini-"
melepas kejadian pagi itu,saat kakak tingkat mereka mencibir hal yang tak sepatutnya diucapkan,Sam berubah drastis menjauhi Jarka
Sam terlalu membawa perkataan itu kedalam hatinya
Namun kenapa hanya Jarka? Sedang ia masih bercengkrama biasa bila bersama Jay
Bagaimana bisa Jarka tak sakit hati dengannya?
Sam bahkan bertukar kamar dengan Juna,well padahal itu kamar aslinya walaupun memang Juna tak sepenuhnya keberatan
Dan tak ada yang mengetahui alasan kecuali tiga dari mereka
Selebihnya ia fokus belajar biarpun otaknya selalu memaksa untuk memikirkan dimana kembarannya berada
~
"Jay?"
"Ahh iya kak?"
Harun menjumpai Jay seorang diri di trotoar pinggir jalan
"Kenapa disini sendiri? Jarka sama Sam mana?"bingung Harun yang tak ingat ini pukul berapa menanyakan keberadaan adik adiknya yang lain