amorfati

77 4 0
                                        

"Sak

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Sak...ini kakak nangis...gimana??"tanya Juna yang sebenarnya sangat khawatir saat kakak tertuanya mulai menintikkan air mata nya bahkan saat saudara saudara yang lainnya baru saja pamit untuk shalat berjamaah di mushalla rumah sakit

Bergantian,Juna memilih mengalah karena posisi Harun sudah dari awal berada dipangkuannya tidur nyenyak sehingga mana tega ia akan membangunkan kakaknya yang dihari hari biasa kakaknya lah yang akan bangun paling pertama memulai kehidupan di rumah

"K-kakak nangis??!"respon Sakya lebih mendekatkan wajahnya untuk melihat jelas kelopak mata Harun yang keduanya bahkan masih rekat tertutup
Namun ada air mata yang jatuh tanpa suara,tanpa isakan

"Udah dari jaman kalian tinggal shalat,trus Juna sendiri...kakak baru mulai nangis ngga tau kenapaa..."jelas Juna berusaha tetap menggerakkan tangannya untuk mengelus elus lembut dahi sang kakak,sesekali kepala dan surai hitamnya,walau sedikit terbetik di hatinya rasa bersalah karena merasa tak sopan

Jarka datang,begitu pula dengan Samudra,untung mendengar penjelasan Juna barusan lantas tak perlu ada hal lain yang perlu di jelaskan ulang

Baru saja mereka berdatangan setelah selesai bersembahyang dan mendudukkan tubuh mereka di samping Juna dan Juna sendiri hendak bertukar posisi dengan Sakya untuk melaksanakan shalat Shubuh yang sempat tertunda

Tapi Kakaknya barusaja bangun secara tiba tiba

Raut wajahnya juga di tatap panik oleh kesemua pasang mata

Dan anehnya lagi,baru bangkit dari tempat semulanya tidur,Harun lekas pergi dari situ

"Oh,mau ikut shalat kali ya kakak..."

Pikir Juna yang mengikuti langkah tak berarah kakaknya,meninggalkan sisa saudaranya yang hanya menatap langkah kian menjauh kakak beradik itu

"Kakak ngapain disini??"tanya Juna saat Harun berhenti tepat ditengah tengah lorong rumah sakit,letaknya tak jauh dari tempat informasi rumah sakit berada

"Rey mana?"

"Ha?" Juna yang awalnya jalan lebih dahulu dari kakaknya,berhenti seketika lalu berlari kembali menghampiri sang kakak

Takut hal aneh terjadi tiba tiba

"Rey mana?? Tadi Rey ada disini..."ucap Harun pelan seperti tak yakin sendiri dengan ucapannya barusan

Juna dengan cekatan menggenggam pergelangan tangan kakaknya untuk pergi dari tempat itu menuju mushalla setempat

Setidaknya kewajiban utama yang pertama sebagai seorang hamba Yang Maha Melihat sudah selesai

Keduanya kembali ke tempat semula,dengan kedua tangan yang masih bertaut sempurna

Harun nampak seperti bukan seorang kakak

"Rey mana?..."tanyanya lagi lirih,kini tak hanya dihadapan Juna,tapi dihadapan ketiga adik yang lainnya juga

"Kakak baru aja bangun tidur kak! Kakak juga baru aja dari mushalla sama Juna,kami yang dari awal udah bangun lebih dulu dari kakak aja ngga liat Rey sama sekali disini..."jelas Sakya masih dengan tempo nada rendah

Atas Nama Keluarga ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang