medali kak Samudra

67 3 0
                                        

"juna"panggilnya serak

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"juna"panggilnya serak

"Iya kak? Kakak butuh apa? Minum air? Kakak mau ke kamar mandi? Kakak laper?"tanya Juna tangkas

Spontan sudut bibir Harun menaik lemah lalu dengan susah payah tangan kanannya meraih ujung kepala adiknya untuk di elusnya pelan

"Ngga,kakak sehat kakak bisa sendiri"

"Sehat darimana nya?! Ngga usah bohong deh kak,Juna ngga suka,paling ngga suka kalo kakak bohong"bibirnya mengerucut kebawah sembari jemari tangannya bermain di hamparan sprei kasur

"Iya iya kakak ngga akan bohong lagi abis ini,Juna jangan maraah"bujuk Harun menguyel uyel kedua pipi Juna gemas

"Ngga marah kok kak,cuma sebel"balas Juna kemudian mengundang tawa singkat dari Juna maupun Harun juga

"Juna kakak tanya,masih mau lanjut sekolah ngga?"

"Kakak ih,lagi sakit juga masih mikirin sekolahan Juna"gerutu Juna akan sikap kakaknya yang tak ia mengerti sungguh keras kepala

"Yaaa ngga papa,kan kalo kakak sakit pasti kakak ngga ngapa ngapain,daripada bengong,mending kakak mikirin masa depan adek adek kakak semuanya"jawab Harun

"Rey juga ? Masa sih kakak mikirin Rey juga?"Juna menatap kakaknya dengan ekor mata penuh selidik

"Astaghfirullah,kapan kakak bohong hemm?"

"Baru kemaren,nih malah sakit,kan ngga enak kan kalo sakit? Ya udah,ngga enak juga dibohongin sama kakak,kakak malah milih sakit ngga ngasih tau kami"Juna masih melanjutkan kekesalannya yang hanya pasrah didengarkan baik baik oleh Harun kakaknya

"Iya iyaaa kan kakak udah minta maaf,kakak juga udah janji ngga boong lagi sama Junaa"ucap Harun penuh harap

"Jangan sama Juna doang kaak,adek adek kakak yang lainnya ada 5,eh 6"ralat Juna kemudian

"Jadii? Mau sekolah ngga adek nya kakak"tanya Harun kembali pada topik awal

Ishh padahal niat hati tak ingin membahas perihal itu
Sekeras mungkin Juna ataupun yang lainnya mengalihkan pembicaraan penting pada kakaknya,se kuat itu juga kakaknya tak bisa dibohongi oleh mereka,namun berbeda bila kakak tertua yang mengibuli keenam nya

Sudah seperti pro dalam hal menyembunyikan luka

"Kalo Juna sekolah,ntar kakak sering sakit lagi kayak gini,kan tujuan Juna keluar pondok biar ngga ngeberatin pengeluaran kakak buat spp sekolah,jadi apa gunanya Juna sekolah lagi di tempat yang lain?"nada bertanya itu cukup membuat hati seorang kakak tergores mendengarnya

"Juna sini deh"ajak Harun untuk mendudukkan dirinya disamping Juna

"Jadi setelah kakak ke pondok Juna yang waktu itu,trus Juna memutuskan keluar pondok itu Juna pikir gara gara kakak ngga bisa nge biayain kamu?"

Juna mengangguk,memang benar itu yang selama ini ia pikirkan sehingga melepas kata pondok pesantren dari hidupnya sungguh sedikit berat demi kesejahteraan sekolah kakak kakaknya yang lainnya

Atas Nama Keluarga ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang