jam 12 malam

64 3 0
                                        

Tiinnnn

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tiinnnn....tiiinnn...

"Minggir weh minggir! Saya bawa pasien yang harus dibawa cepat ke rumah sakit!!"

"Woy pak,kalo sewot aja,pake jet pribadi aja sekalian pak,bapak kira cuma bapak yang buru buru?!"

Sewotan dari tiap supir mobil itu saling bersahutan

"Yaampun...terus gimana iniih..."khawatir seorang perempuan yang duduk di jok belakang dengan pasien yang dimaksud tidur nyenyak penuh darah di pangkuannya

Perlahan kesadaran kembali menghampiri tubuh remaja penuh darah itu

"Rey...Rey sabar yaa anak Bua...tolong bertahan sebentaar aja lagi,kita sampai di rumah sakit kok...sabar yaa anak buaa..."seketika sosok laki laki yang berada di bagian supir lantas menengok ke belakang dengan kaca spion dalam

"Bu...a..."lirih Rey saat menangkap sosok yang memangkunya adalah bua kak Sam sekaligus bunda yang selama ini sudah merawatnya bahkan saat ia baru saja dilahirkan ke duni

Senyum tipis itu muncul bercampur dengan warna darah yang tak berhenti mengucur,ia bisa lihat tangan bunda nya sendiri yang susah payah menutup luka di perut atasnya berharap darah Rey belum tak banyak lagi keluar agar masih bisa diselamatkan saat sudah sampai

"Bua...paru paru Rey aman kan?"tanya Rey dengan suara serak nan lirih darinya

"Semua nya akan baik baik aja nak bua yakin itu,asal kamu ngga banyak bergerak aja kamu masih bisa selamat...ayo habis ini kamu sehat,terus kita mulai ulang hidup baru kita dengan 7 bersaudara ya...anak bua kuat anak bua kuat..."tutur bua yang tak henti henti mengucapkan kalimat optimis agar anak nya tak merasa seolah malam ini adalah malam terakhirnya

Ya,biarpun Rey merupakan anak dari adiknya yang ditelantarkan,tapi sudah lama ia menganggap Rey sebagai anak aslinya,justru dengan mengangkatnya,ia berharap saudaranya itu takkan mengambil kembali Rey darinya,namun tidak,justru pengembalian Rey pada mama aslinya hanya berujung luka penuh dengan bersimbahan darah malam ini juga

Rey tersenyum kecut,tapi ia menerima dengan lapang hati kalimat sederhana bua nya itu,tapi ia menolak kenyataan kalau ia harus bertahan lagi

Ia cukup untuk pergi hari ini

~

"Oh,jadi anda yang dimaksud sebagai wali asli nya pasien atas nama Jayda?"

"Iya dok,saya sendiri,bagaimana keadaan pasien sekarang?"tanya Harun dengan penuh harapan bahwa jawaban dokter dihadapannya bukanlah hal yang akan membuatnya kembali lemas,walau ia sendiri sudah mengetahui kenyataannya

"Waktu pasien bertahan diperkirakan hanya sampai pukul 5 dini hari,dan sampai saat ini kami masih berusaha keras untuk mencari sepasang paru paru yang pas untuk ia terima"jelas dokter yang membuat Harun kembali mengusap wajahnya kasar

Atas Nama Keluarga ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang