Diseluruh dunia,engkau orang yang paling aku nanti untuk kembali
.
Diseluruh dunia,engkau orang yang paling aku sayangi
.
Diseluruh dunia,engkaulah yang paling dekat denganku
.
Tak bisa ku bayangkan ku kehilanganmu
.
Tak pernah ku bayangkan ku kehil...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"panggil semua perawat tersisa yang masih shift malam ini untuk berkumpul di ruangan ICU 1!! Cepatt!!"
Suara riuh rumah sakit dini hari itu membuat kedua kelopak mata salah satu insan penghuni nya terbuka,memang awalnya ia tertidur,bahkan ia bermimpi indah bertemu dengan kedua ibu bapak nya yang sudah lama tiada
Pukul 2 lewat 7 menit dini hari,itu jam yang ia lihat tertera di dinding rumah sakit yang ia lihat
Tapi nampak nya suatu kondisi kritis yang saat ini sedang ditangani membuat hampir semua dokter dan perawat turun tangan langsung untuk memeriksa nya
Ia bangkit berjalan kearah sumber kegaduhan itu,sumber orang orang ber jas putih dan sebagian ber seragam hijauh itu berkumpul
Ia tak bodoh soal ini,jelas itu ruangan saudaranya berada
Tapi saudaranya yang mana?
Karena yang tertangkap dimata nya ada dua
Iya,dua
Dua sosok yang berbaring sebelahan di dalam ruangan
Dua sosok yang berbagi luka,berbagi takdir,berbagi nyawa
Hanya soal waktu siapa diantara mereka yang terlebih dahulu selamat untuk melanjutkan hidupnya di dunia
Dan yang satunya harus mengalah untuk terlebih dahulu pergi untuk selamanya
Lucu ya,bertemu hanya untuk berpisah Tapi bukankah itulah kehidupan?
"E-ehh??"
"Nak kamu jangan disini,ini area terlarang,kamu kenapa? Mengenal kedua pasien? Atau mengenal yang salah satu nya saja?"tanya seorang ibu ibu sepertinya berkepala 3 yang menepuk pundak seseorang yang masih memperhatikan aktivitas orang orang di dalam ruangan
Sedikit kaget,karena ibu ibu tadi langsung memegang bahu nya tanpa ia ketahui,namun ia segera berbalik badan sampai kedua wajah itu bertemu tatap
"Itu saudara kembar saya yang di dalam,yang satunya...."ia menjeda omongannya,takut salah mengira orang
"Saya rasa kenal orang yang di sebelahnya,tapi...takut salah ah"jawabnya kembali menatapi sosok yang terbujur kaku di sebelah bangsal saudaranya
Miris dilihat karena dari kejauhan pun terlihat bahwa kakinya penuh bersimbah darah,pasti akan sangat menyakitkan bila melihat langsung bagaimana kondisi pasien disebelahnya
"Oh ya,saya Jarka,yang saya maksud saudara kembar itu dia,Jayda,kalau ibu siapa? Pasti ibu adalah wali anak yang disebelah Jayda bukan?!"ucap Jarka mencoba memulai obrolan hangat dari antara ia dan ibu ibu itu dengan sopan,tak enak tasanya hanya berdiam diaman seperti ini,apalagi pada yang lebih tua
Ibu ibu itu mengangguk pelan,tampak meragukan
Sepertinya yang itu bukan anaknya,Jarka mungkin salah mengira