Diseluruh dunia,engkau orang yang paling aku nanti untuk kembali
.
Diseluruh dunia,engkau orang yang paling aku sayangi
.
Diseluruh dunia,engkaulah yang paling dekat denganku
.
Tak bisa ku bayangkan ku kehilanganmu
.
Tak pernah ku bayangkan ku kehil...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"kak...kakak! Itu Jay udah sadar"
"Oh iyaa? Beneran Jar? Gimana dia gimana??"
"Sekarang lagi di cek sama perawatnya,Sam sama Juna Sakya lagi ke warung beli es krim tadi"jawab Jarka menjelaskan ketiga saudaranya yang sedang tak ada disana tanpa perlu ditanya sang kakak
Helaan nafas lega keluar sempurna dari dalam diri Harun,setidaknya,gugur satu,pertahankan seribu
Artinya biarkan Rey tenang pergi tanpa lupa kalau ada Rey versi lain yang dititipkan pada salah satu kakaknya,Jay
Satu-dua perawat beserta dokter yang berada di dalam kamar inap Jay keluar bergantian,dan yang terakhir keluar menghampiri dua remaja kakak beradik yang merupakan wali awal pasien
"Gimana sus?"
Suster itu tersenyum lebar,bisa di pancarkan dari raut wajahnya kebahagiaan dan rasa syukurnya
Jarka dan Harun reflek menghela nafas lega juga,biarpun perawat itu belum mengucapkan sepatah kata pun
"Pendonoran untuk saat ini berhasil dijalankan,tapi akan ada beberapa efek samping pasien seperti nyeri di bagian jahitan,tapi itu akan dialaminya sebentar,dan bila perawatan berlanjutnya berjalan lancar dan efek samping pasien kian hari berkurang,maka pasien baru diperbolehkan pulang"
"Jadi sekarang apakah dia sudah sadar?"tanya Jarka antusias
Dengan mata berbinarnya penuh harap
Suster itu mengangguk
"Iya,pasien boleh dijenguk sekarang dan-"
"Eeh...?"
Ternyata Jarka sudah terlebih dulu masuk kedalam untuk mengetahui kondisi saudara kembarnya
Menyisakan Harun seorang diri bersama dengan suster yang nampaknya belum selesai dengan penjelasannya tadi
Harun tersenyum kikuk,malu
"Hehe,maaf memang adik saya begitu yaa...kalau begitu,ada penjelasan lain mengenai pasien?"tanya Harun
Suster itu kembali menggeleng lalu kata pamitan terucap memisahkan keduanya,lantas Harun melangkah masuk menyusul Jarka yang tengah berpelukan dengan sang kembaran
Iri
Ia pun segera meletakkan buku Juz Amma diatas nakas kamar yang ada lalu berhambur kedalam pelukan hangat sesama saudara itu
Air mata haru nercampur syukur jatuh dari pelupuk Jarka,setelah pemakaman Rey yang hanya sekedar berkaca kaca itupun belum sepenuhnya ia menangis,tapi di pelukan saudara kembarnya,air mata tersedu sedu itu mampu jatuh dan Harun melepas pelukan membiarkan keduanya hanyut dalam kehangatan bersama
"Jahat lu,hampir ninggalin gua!"ucap Jarka meskipun tak jelas akibat tangisannya yang tersedu sedu itu
"Ahaha...ngga nih buktinya gw masih disini peluk lu"jawab Jay terkekeh mendengar kembaran yang menangisinya macam anak kecil itu