Diseluruh dunia,engkau orang yang paling aku nanti untuk kembali
.
Diseluruh dunia,engkau orang yang paling aku sayangi
.
Diseluruh dunia,engkaulah yang paling dekat denganku
.
Tak bisa ku bayangkan ku kehilanganmu
.
Tak pernah ku bayangkan ku kehil...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"eh? ini siapa yang naro kertas disini? buat gw kah?"batin Jarka saat mendapati secarik kertas yang dilipat rapih diatas mejanya
ia melihat meja yang ada di kelas namun hanya ia yang mendapatkan secarik kertas itu
tak mau ambil pusing ia baca saja,toh kalaupun salah juga ntar akan ia kembalikan kepada penerima yang seharusnya
"hei heii..."
~
"gaada apa apa yang perlu Rey kerjain kan ma?"tanya Rey
"emm untuk sekarang ngga ada sih,kenapa emangnya?"tanya mama balik
"hehe...Rey ijin mau pergi ma"cengir Rey
"sama Arsa?"tebak mama dan anaknya hanya kembali dengan cengiran kudanya mengiyakan
"yaudah yaudah sana hati hatii!"teriak mama saat anak bungsunya sudah keluar dari ruangannya
~
"lu mau ajak gw kemana ?"tanya Arsa yang sudah menunggu kedatangan Rey dengan motor sport kesayangannya
"naiklah dulu"ucap Rey singkat
"n-naik?"
"iya,buruann"teriak Rey yang mana suaranya terhalang kaca helm
entah kemana Rey akan membawa dirinya,namun Arsa merasa mereka sudah banyak berubah dari yang awalnya hanya bermain di tempat tempat yang dekat dengan rumah,lalu pergi ke Dieng dengan bus kota dan saat ini mereka pergi boncengan berdua ke suatu tempat
sungguh waktu 4 tahun itu tak lah lama yaa...
"heyy jawab gw lu mau bawa gw kemana ampe gw harus rela rela bolos sekolah?!"Arsa bertanya dengan berteriak berusaha agar sosok yang didepannya mendengarnya
"mau ketemu orangg!! gw nggaada nyali buat ketemu orang nya makanya gw ajak eluu!!"jawab Rey tak kalah berteriak agar sepasang telinga perempuan di boncengannya dapat mendengarnya
"ha? jadi selama ini yang ada dirumahnya itu bukan mama asli dia?"
hey dunia ini penuh sekali dengan tipu tipu
"b-bentar...buat apa kalo itu dia bawa gw ke rumah orangtuanya?"
Arsa mulai menjauhkan pikiran yang tidak tidak itu segera,toh mana mungkin juga apa yang selama ini telah memisahkan keduanya dari segi agama,tahta dan harta
tak mungkin kan ia mau mengenalkan dirinya pada keluarga besarnya?
tidak mungkin kan?
"eh?rumah tahanan?"
pemikirannya jauh melesat saat Rey memarkirkan motor sport kesayangannya di bawah pohon rindang
"maaf Rey,tapi gw ngga tahan sama rasa penasaran gw,emm...elo kesini mau ketemu siapa?"tanya Arsa dengan langkah kaki yang disamakan dengan Rey dan keduanya berjalan masuk bersama