Diseluruh dunia,engkau orang yang paling aku nanti untuk kembali
.
Diseluruh dunia,engkau orang yang paling aku sayangi
.
Diseluruh dunia,engkaulah yang paling dekat denganku
.
Tak bisa ku bayangkan ku kehilanganmu
.
Tak pernah ku bayangkan ku kehil...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Disinilah mereka berkumpul,di ruang tengah lah tempatnya,setelah perut lapar mereka terisi kenyang selepas mandi di sungai dan pulang membawa sekantong es krim pemberian seorang ustadz di daerahnya atau biasa disebut ust Adam namanya. Namun tak semua di ruang tengah,melainkan hanya Sakya,Juna dan Rey yang sama sama tengah sibuk menghabiskan 3 es krim yang telah dibagi rata. Harun sendiri sedang beristirahat di kamarnya yang sepi,sedangkan trio kelahiran 1999 itu juga berkumpul di kamar mereka,ada yang sudah ngorok ada yang kembali menyibukkan dirinya dengan mata pelajaran olimpiade.yang satunya termenung tak jelas disamping sang kembaran.
"Tangan lu kenapa coba?"tanya Sam tiba tiba mengingat hanya Jarka seorang yang saat makan siang tadi ia memakai sendok,bukan seperti yang lainnya hanya dengan tangan agar lebih nikmat.
Yang ditanya lantas menatap tangan kanannya yang masih menguning akibat obat yang kembali dibaluri sang ayah sekitar 1 jam yang lalu.
"Kena tali pancing,udah biasa...tangan gw sensitif nya lebay"jawab sang pemilik luka. Pasalnya Sam yang sedaritadi tak mengalihkan atensi nya sedikitpun kecuali menghadap buku buku miliknya,mendengar hal itu ia segera beranjak menidurkan dirinya juga disamping saudaranya.
"Coba liat"tarik Arta tangan Arka dengan pelan menatapi tangan kanan menguning itu diusapnya lembut lalu dikecupnya pelan.
Sedangkan sang pemilik tangan sendiri merasa keheranan dengan sikap saudaranya lalu menatap nya aneh.
"Kenapa dicium?"polos Arka
"Kata bua dulu,kalo ada yang sakit harus dikecup,biar cepet sembuh"jelas Arta
"Bua?"
Sam mengangguk dengan posisi tidurnya "iya bua,panggilan mama ku,sebelum beliau pergi bertugas ditempat yang jauh"lanjutnya tersenyum. Jarka tak membalas ucapan Sam melainkan mengingat malam kemarin saat membicarakan bersama tentang sosok ibu dirumah ini,bukannya ingin berpikir yang diluar urusannya,ia hanya bingung karena kemarin Rey menyebut nya dengan kata "mama" sedangkan Sam dengan kata "bua" atau lebih mengacu pada kata "bunda". Memang sebuah kebetulan? Atau memang ada sesuatu tersembunyi diantara hubungan Rey dengan Sam?
Ahh tidak ingin jatuh lebih dalam memikirkan urusan orang,Jarka kembali fokus dengan ucapan Sam yang bercerita tentang bua nya dahulu.
"Lu tau kan gw suka bermain bola?"
"Keliatannya lu memang maniak bola,bukan cuma suka"balas Arka mengetahui kebenaran bahwa kamar yang ia tiduri sekarang dipenuhi dengan klub klub bola dari barat.
"Dan kenyataannya gw ngga suka pelajaran umum yang selalu gw lakuin"tukas Arta entengnya.
"Yang bener?jangan boong lu"kaget Arka sampa sampai memindahkan posisi tidurnya mendengarkan dengan serius cerita Sam.
"He em.gw dulu pernah jatoh dari tangga pas masih seumuran Rey,disitu bua jadi trauma kalo rumahnya ada tangga,jadilah kita pindah kesini,pas dibawa ke rumah sakit,ternyata kaki gw yang kanan retak,ngga sampe patah sih Alhamdulillah nya,tapi dari situ bisa bikin gw lupa sama yang namanya kesukaan gw terhadap dunia bola,lu tau poster poster ini semua baru gw pasang lagi 3 hari sebelum kalian dateng,gw yang minta Rey temenin buat copotin dari dinding rumah lama,gw sih udah ngga seburuk dulu kalo naik tangga,cuma Rey nya sebawel bua makanya dia yang suruh gw nunggu depan gerbang trus dia yang ambil" Cerita sepanjang lebar itu Arka dengarkan dengan seksama,pikirnya sosok bersaudara Rey dan Sam adalah adik kakak yang tak pernah akur dari cara sang kakak bersosialisasi dengan adiknya begitupun sebaliknya yang terlihat jarang.