anak sialan!!

134 6 2
                                        

"anak sialan lu!!"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"anak sialan lu!!"

"Astaghfirullahal'adzim...Samudra...
istighfar dek ngomong kayak gitu..."kaget Harun langsung menepuk nepuk pelan kedua bahu sang adik dari belakang berharap amarahnya meredam

"R-Rey emang salah apa kak?!"polos Rey yang di sisi nya ada Sakya dan Jay siap siap menahan Rey juga agar tak memberontak

"Banyak! Banyaakk! Pertama,lo dateng ke rumah ini dengan identitas lo sebagai anak angkat mama,tapi karena kehadiran lo juga sebagai anak baru,mama malah pergi dan 2 tahun yang lalu bawa lu pergi lagi tanpa gw,sekarang udah dari semalam ayah juga pergi dinas luar pulau,dan dengan beraninya lu nunjukin diri lu ke kami! Ngga tau malu lu sebagai adek!"final Sam membanting pintu kamarnya untuk memakai baju karena posisi saat ia marah marah barusan hanyalah dengan kutangan karena benar benar barusaja keluar kamar mandi

Sebagai salah satu kakak dengan kepribadian feeling nya dalam ilmu MBTI,tentu Sakya tak kuasa dengan bentakan se keras itu,terlebih kaget lagi saat mengetahui fakta bahwa Sam dan Rey bukanlah saudara se kandung,melainkan Rey yang datang ke rumah itu

Tubuh tegap adik itu diselimuti hangat dengan pelukan kakak terakhirnya yang ke 2,bagaimana bisa ia yang dibentak,namun sang kakak yang menangis? Cukup menggelikan hingga ingin tertawa namun bagaimanapun sosok kakak yang saat ini tengah memeluknya memang memiliki hati dan perasaan yang hangat wajar menangis karena rakut adik kecilnya akan disakiti

"Kakk...kakak masih main boneka?"bisik Rey tak membalas pelukan kakaknya yang lebih pendek dadi tubuh jangkungnya

Bukan menghina 
Memang fakta

"Masih..."

"Kakak masih suka ngelukis?"tanya Rey lagi

"Gw bahkan ikut lomba lomba melukis antar sekolah setelah kepergian lu hari itu"
Sudut bibir Rey melengkung bahagia

Pasalnya Sakya yang dulu pernah menangis lantaran karena menganggap dirinya tak sehebat Harun,Juna ataupun Sam yang menduduki peringkat 1,2,3 di sekolah mereka
Kembalinya Rey di rumah ini menjadi asing untuk sementara dan dirasa hampir banyak yang telah berubah

Waktu 2 tahun itu tak lama

Dan waktu 2 menit berlalu cepat hingga Sakya yang sudah pegal pun melepas tautan pelukannya
Ia lelah berjinjit

"Jangan lah tumbuh besar,kalau kita jalan barengan,lu lagi yang dibilang kakak karena lebih tinggi dari gw"komen Sakya melihat intens dari ujung kaki sampai kepalanya mendongak hanya untuk melihat tinggi Rey paling atas

"Ya ngga papa,bukannya kakak pernah bilang kalo kakak mau jadi adek bungsu?"

"Ishh ngga ah! Kapan gw pernah bilang gitu...pokoknya jangan gede dulu! Gamau"

"Loh kok kakak yang atur?"kekeh Rey

"Kalo lu tinggi,ntar gw cebol,ogah!"

"Rey ngga berniat tinggi kak,cuma niat jaga kesehatan lebih aja...biar Rey bisa kapanpun itu balik ke rumah dengan keadaan sehat selalu,Rey mau balik ke rumah untuk selamanya,makanya Rey harus jaga kesehatan sampe kapan kita tinggal di satu atap ini lagi..."

Atas Nama Keluarga ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang