Diseluruh dunia,engkau orang yang paling aku nanti untuk kembali
.
Diseluruh dunia,engkau orang yang paling aku sayangi
.
Diseluruh dunia,engkaulah yang paling dekat denganku
.
Tak bisa ku bayangkan ku kehilanganmu
.
Tak pernah ku bayangkan ku kehil...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"mampir dulu ya,gapapa kan nunggu?"
"Yaampun,udah berapa tahun keseharian kayak gini kita lalui?gw ngga keberatan sama sekali dari awal"
"Yaa kan ngga enak,gw selalu ngerasa maksa"
"Yaudah yaudah sana masuk,ntar keburu mulai lagi ibadahnya"
"Namanya shalat..." Sela Arsa didalam lubuk hatinya
Lantas kedua kaki perempuan itu memasuki areal suci tanpa diikuti pria yang akhir akhir ini bersamanya selalu
Suara iqomah berseru lantang membuat para makmum yang sudah sedia dengan mukena atau sarung sarung mereka bersiap mengambil barisan nan lurus dan tegap untuk menghadap Tuhan Yang Maha Esa meninggalkan berbagai kesibukan dan pekerjaan untuk beribadah yang tak lama
Rey menunggu di pelataran masjid dengan gawai yang ia mainkan sekedar membalas pesan pesan kawan sekelasnya
Setelah dirasa selesai menghadap Tuhan sang wanita,keduanya berjalan beriringan membicarakan hal hal random yang terjadi di sekolah masing masing dari mereka,memang tak satu sekolah,namun Rey selalu bersedia menghantarkan sampai memulangkan Arsa bersamanya.
Kadang mampir ke salah satu masjid terdekat,namun Arsa sendiri belum pernah menghantar Rey ke tempat peribadatannya namun Rey sendiri tak merasa keberatan sama sekali
"Gw mau nanya,tapi lu jangan tersinggung"ucap Arsa yang konon ia adalah sosok perempuan yang asal ceplas ceplos,untung Rey tak sedikitpun merasa tersinggung
"Apa?"
"Lu...selama ini nganggep gw temen kan?"
"Lah,iya...salah?"
"Ngga,bener banget kok"kekeh Arsa hambar
Lampu merah menghentikan langkah keduanya,dari sebrang terdengar suara lantunan lagu dari salah satu cafe disitu,Rey mengikuti tiap lantunan lagu itu dengan Arsa sebagai pendengarnya yang juga sepenuh hati
"Kau bidadari ku dari surga... Tuk slamanyaaa... Tuk slamanyaaa..."
Selesai sudah lagu itu Rey nyanyikan
"Bidadari dari surga? Surga nya elu,ato gw nih?"tanya Arsa to the point
100 persen membuat Rey gagap ingin menjawab takut melukai hati kawan dihadapannya,memang sudah bagai kawan biasa dengan segala ke random-an nan ke bobrok-an keduanya,namun sebagai seorang lelaki,Rey tetap menjaga perasaan kawannya yang tak lain tak bukan adalah seorang wanita yang berperasaan
"Biasanya orang bakal bilang tuhan lu ato tuhan gw,tapi agak laen lu bilang nya surga"kome Rey
Kaki kedua pasang masing masing dari mereka kembali berjalan kearah komplek perumahan yang mulai mendekat
"Yaa berati ngga pasaran dong gw"
"Yaiyalah kan dari surga"
"Surga nya elu apa gw sekarang gw tanya?"Arsa mendekatkan wajahnya pada wajah Rey menyisakan jarak 5 centi tak lebih