Lanjut....
Di sisi lain....
Terlihat seorang wanita yang terengah-engah berjuang mengambil gelas yang ada di samping tempat tidur... Sudah 2 hari Freen menderita demam dan sampai sekarang demamnya masih belum turun bahkan semakin menjadi jadi.
Tubuhnya terasa lemas dan panas, namun Freen juga menggigil ini sangat menyiksanya, Freen juga kekurangan cairan dan nutrisi karna tidak punya tenaga untuk bergerak, selain itu stok makanannya sudah habis. Freen tidak menelpon siapapun, Freen termasuk orang yang mandiri dan Freen juga tidak menghubungi orang terdekat karna Freen sudah membuang ponsel lamanya.
Badannya sudah tak bertenaga namun Freen harus berjuang mengambil air agar badannya tidak kekurangan cairan. Tangannya berusaha meraih cangkir namun cangkirnya pecah jatuh ke lantai, karna sudah tidak sanggup Freen mulai mencari handphone untuk menghubungi ambulance, tapi baterainya habis karna Freen tidak mengisi daya selama dua hari...
"Hahahahaha, apakah ini nasipku... ? "
Batin Freen
"Apakah aku selalu harus menderita seperti ini hiks... "Lanjutnya
Karna sedang sakit, emosional Freen juga ikut terganggu, wanita itu menjadi lebih cengeng dan pesimis. Freen merasa hancur, disaat sedang sakit tidak ada seorangpun yang mencari atau menghubunginya.. Bahkan sejak menikah Freen juga selalu merasa sendiri, hanya para sahabat yang peduli padanya tapi Freen sadar jika mereka punya prioritas masing-masing dan Freen tau dia tidak masuk di posisi pertama...
Freen menangis Tersendu-sendu berharap ada seseorang mencari atau khawatir padanya ..
"Aku harap aku tidak bangun lagi setelah ini.... Aku lelah.... "
Batin Freen
.
.
Lama kelamaan tubuh Freen semakin lemas dan pandangannya menjadi gelap...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
,
.
.
.
.
.
.
Deg deg.....
Deg deg...
"Apakah aku sudah mati....? "
"Kenapa di sini gelap sekali..... "
"Heiiiii.... seseorang tolong akuuuu...!!! "
Freen berada di sebuah ruangan gelap gulita, tidak bisa melihat apapun yang ada di sekitarnya. Freen berlari sekuat tenaga mencari jalan keluar namun tidak berhasil, sekencang apapun sejauh apapun kakinya melangkah yang ada hanyalah sebuah kekosongan.
"Mommy.....!!!!! "
"Dad!!!!!! "
"Siapapun tolong aku ...!!! Hiks... "
********
Di sisi lain.....
Aunty!!!!!!!!!!"
Pekik Eliana
Eliana terkejut melihat Freen terkapar lemas tak berdaya di kamar tidur, tubuhnya sangat panas dan penuh dengan keringat, Freen juga terlihat dehidrasi, entah sudah berapa lama Freen tidak sadar yang pasti situasi saat ini sangat tidak baik.
Becky bergegas mengambil air minum yang ada di nakas lalu menuangkannya kedalam mulut Freen. Namun Freen sudah pingsan hingga tak bisa menelan air pemberian Becky. Eliana segera mengambil termometer di atas meja dan betapa terkejutnya mereka ketika tau suhu badan Freen mencapai 40 derajat Celsius...
KAMU SEDANG MEMBACA
BENANG MERAH (BECKFREEN)
Ficção CientíficaKisah dari perjalanan hidup Becky seorang impoten, Freen perempuan mandul dan seorang anak kecil usia 3 tahun. Ketika takdir mempermainkan garis kehidupan sebelum mempertemukan kedua benang merah .. Ini cerita diluar nalar banget... Diluar imajina...
