Beberapa hari setelah peristiwa hari dimana Eliana pulang dari kediaman Chankimha, keluarga kecil Becky kini sedang bersantai di sebuah taman di pinggir kota. Ini adalah hari sabtu sore dan hari sabtu merupakan kebiasaan mereka untuk menghabiskan waktu bersama bersantai di pinggir taman.
Eliana asik menyusun Lego yang baru saja di beli oleh Becky setelah melewati drama panjang bersama sang istri. Freen sangat tidak suka dengan Lego, apalagi Lego yang Becky beli sangat mahal. Freen yang dulu pasti dengan senang hati akan membelikan El Lego yang mahal mungkin juga beserta dengan tokonya, namun Freen yang sekarang bukanlah Freen yang suka menghamburkan uang, Mungkin karna Freen sudah terbiasa hidup sederhana cara berpikir nya mulai mengalami beberapa perubahan.
Becky sisi lain lebih banyak diam dan Freen beberapa kali suka mendapati Becky sedang melamun. Pandangan matanya terlihat kosong, seperti sedang berfikir jauh. Namun Freen menahan diri untuk bertanya, mungkin Becky sedang banyak pikiran...
Mereka memutuskan untuk pulang karna hari mulai sore. Di sepanjang perjalanan Freen masih saja memperhatikan Becky yang terlihat linglung dan suka melamun. Sedangkan El sama sekali tidak menyadari perubahan sikap daddynya karna perhatiannya sekarang teralihkan oleh Lego.
Mereka makan malam dengan tenang sambil mendengar cerita lucu dari Eliana, namun sekali lagi Freen melihat respon Becky sangat pasif, seperti ada banyak sekali hal yang di pikirkan.
Hatinya menjadi bimbang dan gelisah, Kira-kira apa yang sedang di pikiran Becky?? Apakah Becky marah atau malah merasa tidak nyaman karna perbuatannya beberapa hari yang lalu???
Freen ingin sekali bertanya, namun situasi mereka sedang tidak memungkinkan untuk berbicara empat mata karna Becky terus saja ada di dekat Eliana.
"Mungkin Besok saja"
Batin Freen sambil memperhatikan Becky dan Eliana yang sedang bermain lego di meja makan
Setelah makan malam dan puas bermain kini waktunya untuk tidur. El mengambil posisi di tengah dihapit oleh Freen dan Becky yang saling membelakangi. Waktu sudah menunjukkan tengah malam namun Freen masih belum tidur, hatinya gelisah melihat perubahan sikap Becky.
"Becky berubah..... "
"Apakah Becky bosan dengannya...? "
"Apakah Becky marah ??? ".
" Apakah Becky berencana pergi dari-Nya?? "
Semua fikiran negatif itu terus menghantui Freen sepanjang malam hingga dia tiba-tiba merasakan pergerakan dari sudut ujung kasur.
Becky pergi.....
Dan Freen tidak memiliki keberanian untuk menoleh ataupun menyusulnya..
Tapi bagian yang paling mengejutkan Freen adalah bagian selanjutnya, dimana Becky ternyata berlutut di hadapan Freen dan menatapnya dengan gelisah..
Mata mereka bertemu satu sama lain memandang dengan cara yang berbeda...
"Becky.....? "
Bisik Freen
"Ummm...... Aku... Bisakah kau membantuku?"
Tanya Becky gelisah
"Tentu Bec... Apa yang ingin dilakukan?? "
Tanya Freen masih menatap mata Becky
"Aku.... Se-sebenarnya.... Aku.... "
Becky sangat terlihat gugup sampai tidak bisa menyelesaikan kalimatnya..
"Tenanglah..... Tidak apa-apa.. Apa ada masalah yang serius??? "
Tanya Freen sambil mengusap wajah Becky
KAMU SEDANG MEMBACA
BENANG MERAH (BECKFREEN)
Science FictionKisah dari perjalanan hidup Becky seorang impoten, Freen perempuan mandul dan seorang anak kecil usia 3 tahun. Ketika takdir mempermainkan garis kehidupan sebelum mempertemukan kedua benang merah .. Ini cerita diluar nalar banget... Diluar imajina...
