Lanjuttt.....
Eliana dan Freen tertidur lelap meninggalkan Becky yang masih duduk memikirkan segala masalah rumit yang ada di kepalanya. Merasa bosan Becky akhirnya memutuskan untuk keluar membeli camilan dan memesan makan malam agar ketika kedua manusia kembar beda usia itu bangun mereka tidak akan merengek meminta makan.
Sudah 4 jam berlalu, namun El dan Freen masih tertidur lelap, mau tak mau Becky terpaksa membangunkan Freen dan El. Walaupun mereka lelah tapi mereka harus bangun terutama Freen yang masih belum 100 persen pulih.
"Sayang.... Bangun, waktunya makan"
"Urghhh Daddy..... El masih ngantuk"
"Nanti tidur lagi, sekarang El dan aunty harus makan... Daddy sudah siapkan makan malam. Bangunkan aunty ya.. "
"Hoammm.... Baiklah Dadd".
Eliana mencium seluruh wajah Freen hingga sang empunya terbangun dengan senyum lebar. Hatinya merasa hangat ketika merasakan kasih sayang dari El... Sebelumnya Eliana bersikap dingin, tapi lihatlah sekarang.. sepertinya Freen berhasil meruntuhkan dinding tebal yang dibangun oleh El..
Mereka makan dengan lahap dan penuh kasih sayang..... Becky menyuapi Eliana dan Freen secara bergiliran. Awalnya Becky hanya menyiapkan makan malam untuk El dan dirinya sendiri namun Freen ternyata tidak mau lagi makan bubur masakan rumah sakit dan bersikeras makan bersama Becky dan El akhirnya Becky harus membagi makanannya untuk tiga orang.
Eliana dan Freen membuka mulutnya lebar-lebar seperti anak ayam yang sedang diberi makan oleh induknya, sementara Becky terus saja menyuapi mereka satu persatu tanpa memikirkan dirinya sendiri yang belum makan apapun hingga makanannya habis tak bersisa.
Dan akhirnya Becky terpaksa menghabiskan bubur campa yang dimasak rumah sakit demi Freen. Becky tidak ingin ambil pusing dengan suster yang mungkin akan bertanya buburnya tidak habis.. Toh yang penting mereka semua merasa kenyang pikirnya..
Setelah selesai makanan malam, dokter kembali masuk dan memeriksa kondisi Freen. Kesehatan Freen sudah cukup membaik sejak mendapatkan perawatan intensif, dokter juga menjelaskan kalau kehadiran Eliana dan Becky punya pengaruh besar bagi kesembuhan Freen karna itu mempengaruhi suasana hatinya. Freen juga sudah boleh pulang ke rumah dan melakukan perawatan mandiri....
Eliana merasa enggan jauh dari Freen. Entah kenapa semenjak memutuskan untuk menerima Freen, Eliana selalu ingin bersama Freen kapanpun dan dimanapun mereka ada.
"Aunty... Ayo pulang bersama kami... Aunty Menginap saja di rumah El... El takut nanti aunty sakit lagi"
Ucap El dengan mata yang berkaca-kaca
Mata Freen berbinar-binar mendengar permintaan Eliana. Sebenarnya sedari tadi Freen juga memikirkan berbagai cara agar dapat tinggal bersama Becky dan El. Freen merasa sangat bahagia, jika sakit bisa memberikan kebahagiaan sebesar ini maka Freen rela sakit setiap hari..... Asalkan bisa masuk kedalam keluarga kecil ini, apapun akan Freen lalukan bahkan jika harus mengorbankan diri....
"Um... Ka-kalau boleh aunty sebenarnya ingin tinggal bersama El setiap hari apakah boleh...? "
Tanya Freen ragu sambil menggenggam kedua tangannya erat...
Eliana terdiam.... Permintaan Freen kali ini cukup mengejutkan dan terkesan terlalu cepat.. El bimbang, disatu sisi dirinya ingin tinggal bersama Freen namun sisi lain mengatakan untuk tidak terlalu terburu buru dan selalu waspada, seperti yang selalu dilalukan ketika sedang membuat keputusan besar.......
KAMU SEDANG MEMBACA
BENANG MERAH (BECKFREEN)
Science FictionKisah dari perjalanan hidup Becky seorang impoten, Freen perempuan mandul dan seorang anak kecil usia 3 tahun. Ketika takdir mempermainkan garis kehidupan sebelum mempertemukan kedua benang merah .. Ini cerita diluar nalar banget... Diluar imajina...
