Lanjut...Lanjut...
Pukul 9 pagi pesawat yang Becky naiki sudah tiba di bandara kota Paris. Becky menjadi sedikit pendiam dari pada yang biasanya, entah apa yang sedang dia pikirkan, namun yang pasti ada banyak hal yang ingin segera Becky pastikan kepada sahabat yang paling bisa menjawab semua pertanyaan yang terus berputar di kepalanya..
Jennie Ruby...... Adalah sahabat baik Becky sejak mereka kecil. Baik Jennie maupun Becky sudah tumbuh bersama baik dalam suka maupun duka dan salah satu orang yang paling mengetahui seluk beluk kisah hidup Becky adalah jennie..... Itulah sebabnya mengapa Becky bersih keras datang menemui Jennie karna dia terlalu bodoh untuk menjawab pertanyaannya sendiri..
Mereka bertiga kini sudah sampai di hotel kota Paris. Freen tercengang ketika melihat interior dan fasilitas hotel yang Becky pesan.. Harganya sangat mahal bukan main dan itu membuat Freen sedikit gelisah.
Hidup bersama Becky selama satu bulan mengajarkan Freen untuk hidup dalam kesederhanaan yang cukup, namun kali ini Becky menunjukkan sikap yang berbeda. Becky sudah memesan tiket pesawat dan hotel dengan harga fantastis. Apakah itu hanya untuk sekedar menyenangkan Freen sendiri..?
Freen takut jika uang tabungan Becky di habiskan hanya untuk memberikan Freen fasilitas yang mewah. Memang Freen merasa nyaman, namun semua itu tidak lebih dari sekedar hadiah saja dan tidak perlu di jadikan sebagai gaya hidup.
"Kenapa Becky jadi sangat boros...?
Apakah karna kunjungan ke rumah orang tua ku kemarin dia jadi memesan pesawat dan hotel yang sangat mahal seperti ini... ?
Aku harus bicara padanya"
Batin Freen mencoba menerka-nerka
Freen berjalan mendekati Becky dan Eliana yang sedang membuka koper mereka.
"Becky.... "
Freen memanggil
"Hmmm? Perlu sesuatu?"
Becky menanggapi
"Umm.. Tidak, aku hanya ingin bertanya apakah tidak terlalu boros jika kita tinggal di sini..? Maksudku, hotel ini sangat mahal. Bahkan para pengusaha dan artis sering menginap di sini. Lebih baik kita tinggal di home stay saja supaya uangnya bisa kita simpan untuk keperluan selama satu minggu"
Bicara Freen panjang lebar..
Mendengar perkataan Freen membuat Becky dan El saling memandang dan tak lama mereka saling menanggukan kepala.
"Mommy...... Duduklah"
El Bicara lembut dan Freen menurut, duduk di samping Becky
"El sudah janjikan jika El akan sedikit-sedikit menceritakan tentang kami kepada mommy."
Freen hanya mengangguk
"ummm... Sebenarnya Hotel yang kita tinggali ini adalah hotel milik daddy.. Jadi kita tidak membayar apapun mom"
Jelas El merasa geli dengan ekspresi Freen
Terkejut....
Freen Sangat terkejut dengan perkataan Eliana
"Ti-tidak mungkin..... Apakah kalian sudah sepakat untuk membohongi ku hmm...? "
Ucap Freen yang merasa tidak percaya
"Pftt... Tapi begitulah kenyataannya mom... Ini memang hotel milik daddy"
Eliana cekikikan melihat ekspresi Freen
"Sungguh El, jangan main-main... Mommy tidak percaya.. Bagaimana mungkin hotel ini milik Daddy...? Jika hotel ini milik kalian, kita tidak mungkin tinggal di apartemen itu"
Ucap Freen masih tidak percaya dengan ucapan Eliana, sementara Becky hanya diam menyimak sambil mengambil barang dari koper
KAMU SEDANG MEMBACA
BENANG MERAH (BECKFREEN)
Science FictionKisah dari perjalanan hidup Becky seorang impoten, Freen perempuan mandul dan seorang anak kecil usia 3 tahun. Ketika takdir mempermainkan garis kehidupan sebelum mempertemukan kedua benang merah .. Ini cerita diluar nalar banget... Diluar imajina...
